Teknologi Pertanian

Teknologi Pertanian

 

Universitas Hasanuddin

Artikel

Agroteknologi (S1)


Alamat : Gedung Fak. Pertanian Lt.2, Kampus Unhas Tamalanrea, Jalan Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245
Ketua Program Studi : Prof. Dr. Ir. Sylvia Sjam, MS (Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. )


SEJARAH
Program Studi Agroteknologi (selanjutnya disingkat Agrotek) merupakan program studi yang terbentuk dari hasil gabungan dari tiga program studi/jurusan, yaitu Agronomi, Hama Penyakit Tumbuhan, dan Ilmu Tanahsesuai dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) No. 163/DIKTI/Kep/2007 tanggal 29 November 2007 tentang penataan dan kodifikasi program studi pada perguruan tinggi yang merampingkan beberapa program studi yang ada pada Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan.  Khusus di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, mulai menerapkan keputusan tersebut dengan membentuk Program Studi Agroteknologi pada bulan Agustus tahun 2009 yang merupakan gabungan dari tiga program studi sebelumnya dan mulai menerima mahasiswa baru Program Studi Agroteknologi pada tahun ajaran 2009/2010.
Program Studi Agroteknologi memiliki staf akademik sebanyak 70 orang dengan kualifikasi pendidikan S3 sebanyak 47 orang (67,14%) dan S2 sebanyak 23 orang (32,86%).  Staf akademik yang memiliki jabatan akademik guru besar adalah sebanyak 15 orang (21,43%) dan selebihnya non guru besar sebanyak 55 orang (78,57%). Dari sebaran kualifikasi pendidikan yang dimiliki staf akademik pada Program Studi Agroteknologi, terlihat bahwa 100% staf akademik memiliki kualifikasi pendidikan S2 dan S3 yang sudah melebihi sasaran yang ditetapkan pemerintah yaitu hanya sebesar 50% dari total staf akademik yang ada. Oleh karena itu, dari segi kualitas dan kuantitas keilmuan, dapat dikatakan bahwa staf akademik pada Program Studi Agroteknologi mendapat kategori sangat baik.Keberhasilan tersebut telah dibuktikan dengan mendapatkan peringkat (nilai) akreditasi program studi tertinggi (A) pada tahun 2012 berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 025/BAN-PT/Ak-XV/S1/VIII/2012.
Metode pembelajaran yang digunakan pada Program Studi Agroteknologi mengacu pada kebijakan Universitas Hasanuddin yaitu melaksanakan transformasi sistem pembelajaran dari pendekatan teaching ke learning dengan metode pembelajaran Student Centered Learning (SCL). Metode ini dapat mencakup kepribadian, kecerdasan, profesionalisme, keterampilan, adaptif, dan kreatif.
Kurikulum yang digunakan saat ini adalah kurikulum tahun 2008 yang mengacu pada Kepmendiknas No.232/U/2002 yaitu kurikulum berbasis kompetensi. Pada tahun 2012, pemerintah mengeluarkan Perpres No. 08 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan UU PT No.12 tahun 2012 yang berdampak pada kurikulum dan pengelolaannya di setiap program studi. Oleh karena itu, Program Studi Agroteknologi juga melakukan pengembangan dan perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi (KBK) berdasarkan KKNI tersebut. Kurikulum yang pada awalnya mengacu pada pencapaian kompetensi menjadi capaian pembelajaran (learning outcome) sehingga diharapkan terjadi perubahan terhadap cara pandang terhadap kompetensi seseorang yang dilihat kepada kerangka kualifikasi yang disepakati secara nasional sebagai dasar pengakuan hasil pendidikan seseorang secara luas yang akuntabel dan transparan. Kegiatan pengembangan dan penyusunan kurikulum pada Program Studi Agroteknologi dilakukan melalui studi banding ke perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Agroteknologi, yaitu Universitas Brawijaya di Malang dan Universitas Sebelas Maret di Surakarta pada tanggal 22 - 26 Juni 2014, lokakarya yang melibatkan pimpinan fakultas/program studi, seluruh staf akademik, dan stakeholder yang sudah dilaksanakan pada tanggal 17 - 18 Oktober 2014, serta melalui pertemuan-pertemuan lanjutan yang melibatkan ketua/sekretaris jurusan dan tim pengembangan program studi.

VISI
Menjadi program studi unggul yang berstandar dan mampu berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pertanian berkelanjutan sebagai pilar budaya bahari Nusantara.

MISI
Untuk dapat mencapai visi program studi, ditetapkan misi sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan pendidikan Agroteknologi yang berorientasi pada pertanian berkelanjutan.
2. Menghasilkan sarjana yang kompeten dan profesional yang mampu berempati dan memberikan solusi pada masalah pertanian, berjiwa pemimpin dan wirausaha.
3. Mendorong penelitian yang berorientasi pada penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna melalui publikasi ilmiah.
4. Menjalin kerjasama secara berkesinambungan dengan para stakeholder sebagai mitra dan pengguna alumni.
5. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dalam bidang teknologi pertanian.
6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dan publikasi karya ilmiah.
7. Berpartisipasi aktif dalam pemberdayaan masyarakat khususnya masyarakat tani.
Untuk mewujudkan visi dan misi universitas, dengan melalui visi dan misi program studi, penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berorientasi global tanpa meninggalkan potensi yang ada di wilayah setempat sehingga mampu memberikan arahan pembangunan Propinsi Sulawesi Selatan secara khusus dan Indonesia secara umum yang seimbang, serasi, dan selaras. Untuk itu keluaran Program Studi Agroteknologi harus mampu berkompetisi di daerah sendiri, regional, nasional, dan internasional.

TUJUAN
1. Menghasilkan penelitian yang dapat memberikan kontribusi ilmiah dan dapat diaplikasikan sesuai dengan isu yang berkembang di bidang pertanian.
2. Menghasilkan tenaga profesional yang mampu merancang dan menerapkan teknologi budidaya pertanian yang berkelanjutan.
3. Menghasilkan tenaga profesional yang mampu merencanakan sistem pertanian yang ramah terhadap lingkungan.
4. Menghasilkan tenaga profesional yang mengedepankan akhlak mulia dalam bertindak.

PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI
Lulusan bidang agrokompleks, khususnya Program Studi Agroteknologi diharapkan mampu mengeksplorasi realitas isu-isu aktual seputar sistem pertanian yang berlanjut dan ramah lingkungan.Isu-isu tersebut harus dipertimbangkan dari berbagai aspek sudut pandang, seperti keteknikan, ekonomi, sains, etika, sosial, politik, estetika, dan sejarah. Selain itu, penggunaan instrumentasi pertanian dan lingkungan untuk meningkatkan produktivitas, penerapan teknologi informasi, pengembangan pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture), bioteknologi dan organic farming, controlled environment agriculture, konservasi air dan lahan pertanian serta kewirausahaan merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki lulusanProgram Studi Agroteknologi.  Adapun profil lulusan program studi Agroteknologi yaitu :
1. Manajer (planner, designer, organizer, evaluator, mediator)
2. Pelaku di bidang pertanian
3. Pengusaha(entrepreneur, initiator, adaptor, cooperator)
4. Peneliti
5. Komunikator (fasilitator, motivator dan mediator)