Teknologi Pertanian

Teknologi Pertanian

 

Universitas Hasanuddin

Departement of Agriculture Technology

The Department of Agricultural Technology was established on 1st February 1983. The name changed into Department of Food Science & Technology based on the Decree of Higher Education SK DIKTI No. 1789/D/T/2009 on 5 October 2009. This department consists of two study programs (bachelor degree) and three master programs. The two bachelor programs namely Agricultural Engineering Study Program (AESP) and Food Science and Technology Study Program (FSTSP). Detail information about this two study programs is provided in the following links  

Agricultural Engineering Master Program

Agroindustry Master Program

Food Science and Technology Master Program

Seleksi Mawapres Tingkat Fakultas Pertanian

Kamis, 16 April 2015 Fakultas Pertanian menyelenggarakan seleksi mahasiswa berprestasi (Mawapres) di Lantai 1 Gedung Teaching Industry. Dua peserta yang mendaftarkan diri  pada ajang bergengsi ini, mereka adalah Achmad Amiruddin Dari Program Studi Agribisnis dan Syaifullah Masdar dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan



Keduanya berhasil mempresentasikan karya tulis yang telah disusunnya dalam bahasa inggris di depan para dewan juri. Kursi juri diduduki oleh dosen yang berkompeten yakni Prof. Dr. Ir. Salengke, M.Sc, Dr. Ir. Nur Amin, Dipl, Ing. Agr., dan Prof.Dr.Ir. Baharuddin, M.Sc.Agr.
Karya tulis yang dibawakan oleh Syaifullah Masdar berjudul Rumah Pangan Lestari (Rumpali) yang berkonsep pemberdayaan masyarakat. Masyarakat diberdayakan untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam tanaman pangan. Sedangkan saingan tunggalnya mempresentasikan karya tulis ilmiah berjudul Quality Control OF Agriculture. Konsep yang diajukan oleh laki-laki yang akrab disapa Achmad tersebut yaitu mengendalikan mutu bahan hasil pertanian sehingga memiliki daya saing yang tinggi.



Yang menjadi tolak ukur penilaian dalam kompetensi ini yaitu nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), kemampuan bahasa inggris, kokurikuler, dan yang paling penting yaitu karya tulis ilmiah. Merujuk pada aspek tesebut, kemenangan kemudian diraih oleh Syaifullah Masdar.
Dipenghujung acara, Prof. Dr. Ir. Salengke, M.Sc menutup kegiatan dengan memberikan wejangan kepada peserta, “Ini bukan hanya sekedar kompetensi, tapi bisa meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam melihat masalah yang ada untuk ditulis secara kreatif”, tuturnya. Nursari