Teknologi Pertanian

Teknologi Pertanian

 

Universitas Hasanuddin

Departement of Agriculture Technology

The Department of Agricultural Technology was established on 1st February 1983. The name changed into Department of Food Science & Technology based on the Decree of Higher Education SK DIKTI No. 1789/D/T/2009 on 5 October 2009. This department consists of two study programs (bachelor degree) and three master programs. The two bachelor programs namely Agricultural Engineering Study Program (AESP) and Food Science and Technology Study Program (FSTSP). Detail information about this two study programs is provided in the following links  

Agricultural Engineering Master Program

Agroindustry Master Program

Food Science and Technology Master Program

Bimbingan Teknis Swasembada Pangan

Fakultas pertanian menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK)  hari pertama bagi para mahasiswa dan alumni yang akan menjadi pendamping dalam program pencapaian swasembada pangan 2017 mendatang. Kegiatan yang akan berlangsung selama lima hari kedepan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian, Kepala Dinas Provinsi Sulawessi Selatan, serta Panglima Pangdam VII Wirabuana Mayor Jendral TNI Bachtiar S.IP, M.AP. serta tentunya 218 calon pendamping yang akan turun ke daerah swasembada.



Disamping itu, kegiatan yang berlangsung tepat pukul 08.00 Wita. Menurut Ketua Panitia Dr. Ir. Abd. Haris Bahrun, M.Si kegiatan ini bertujuan untuk memberi pembekalan terhadap mahasiswa sebelum turun ke lapangan, serta penyamaan persepsi dalam upaya peningkatan komoditi Padi, Jagung dan Kedelei (PAJALE). Rencananya, kegiatan pembekalan ini akan berlangsung empat hari kedepan setelah itu akan diadakan simulasi di lapangan selama sehari. Setelah pembekalan selesai, para pendamping akan dilepas secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan dan Rektor Unhas pada 10 Mei mendatang.

“Kedepannya semoga para pendampig dapat menerima dengan baik pembekalan ini, serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental sebelum turun kelapangan” tandas Haris, senin (4/5). Mayjen TNI Bachtiar sekaligus menjadi pemateri BIMTEK ini mengaku bahwa, untuk mengawal pencapaian swasembada tidak cukup jika hanya mengandalkan menteri pertanian saja. Akan tetapi juga perlu melibatkan segenap lapisan masyarakat untuk turut bekerja sama, dan ikhlas Lillahi Ta’ala dalam menyukseskan kemajuan pangan di Negara tercinta.

Menurut beliau, keiatan BIMTEK yang melibatkan mahasiswa mayoritas alumni adalah langkah yang sangat tepat, dia melihat bahwa sebagai seorang Akademika pertanian pasti memiliki kapabelitas dalam membantu para petani di lapangan untuk mengelola hasil pertanian dan memajukannya.



“kedepannya, semoga dengan ini benar-benar bisa mensuport, khususnya bagi para petani ini bisa merubah cara berpikir (Mindset) yang mereka miliki, serta skill yang dalam pengaplikasian peralatan pertanian yang modern”. tutur beliau siang itu. ben