Teknologi Pertanian

Teknologi Pertanian

 

Universitas Hasanuddin

Departement of Agriculture Technology

The Department of Agricultural Technology was established on 1st February 1983. The name changed into Department of Food Science & Technology based on the Decree of Higher Education SK DIKTI No. 1789/D/T/2009 on 5 October 2009. This department consists of two study programs (bachelor degree) and three master programs. The two bachelor programs namely Agricultural Engineering Study Program (AESP) and Food Science and Technology Study Program (FSTSP). Detail information about this two study programs is provided in the following links  

Agricultural Engineering Master Program

Agroindustry Master Program

Food Science and Technology Master Program

Mahasiswa Pendamping Bersahabatkan Petani

Dekan Fakultas Pertanian Unhas  Sumbangan Baja dalam laporannya menyebutkan, 218 mahasiswa Unhas dan 80 mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan  Pertanian (STPP) Gowa ini merupakan bagian dari 5.000 pendamping 14 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Mereka yang 5.000 ini ditempatkan pada 16 provinsi. Sulawesi Selatan termasuk yang dipilih karena merupakan salah satu wilayah yang kinerja pertaniannya sangat besar. ‘’Tugas ini adalah upaya menyukseskan program nasional bagi mencapai swasembada pangan pada tahun 2017,’’ kata Sumbangan Baja.



Para mahasiswa didampingi sejumlah dosen, bertugas mendampingi para petani di lapangan bekerja sama dengan penyuluh pertanian dan aparat TNI, yakni Badan Pembina Desa (Babinsa). Mereka harus membangun sinergi dengan TNI dan pemerintah daerah setempat. Setiap mahasiswa akan mengawal 200 ha lahan dan semuanya sudah dipersiapkan oleh Dinas Pertanian dan Hortikultura setempat, Tempat para mahasiswa pun sudah disiapkan.
Para mahasiswa akan tinggal selama tiga bulan di lokasi.  Pada angkatan pertama akan berada di lokasi hingga Agustus dan dilanjutkan dengan angkatan II yang akan tinggal hingga November 2015. Di Sulawesi Selatan mereka didistribusi ke 21 kabupaten/kota minus Kota Makassar, Parepare, Sinjai, dan Selayar.
Spesifikasi kegiatan mencakup perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier, optimalisasi lahan, gerakan pengembangan dan pengolahan tanam terpadu dalam bentuk intensifikasi,penggunaan pupuk berimbang, penggunaan alat dan mesin pertanian pasca panen untuk tiga komoditas, yakni padi, jagung, dan kedelai.  
Mobilisasi para mahasiswa diharapkan akan selesai hingga minggu ini. Sebelum timnya dilepas terlebih dahulu mereka mengikuti pelatihan master pelatih di Jakarta yang diikuti 5 orang dosen dari Unhas. Di Unhas pun dilaksanakan Training of Trainer (ToT) yang diikuti 22 dosen kemudian 44 orang lainnya ikut bergabung. Total dosen yang mendampingi mahasiswa dari kedua perguruan tinggi di Sulsel 66 orang. Dalam bimbingan teknis (Bintek) kepada para dosen pendamping di Unhas ikut memberikan materi adalah Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar dan Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sulsel.



Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu mengharapkan kepada para mahasiswa Unhas dan STPP Gowa dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan menjaga harmonisasi di lapangan dengan semua pihak yang terkait. Tugas ini merupakan amanah negara dalam upaya pemerintah mempercepat swasembada pangan Indonesia pada tahun 2017.
‘’Kalian adalah duta-duta perguruan tinggi dan jangan sampai menggurui masyarakat. Belajarlah dari masyarakat, sebab ada nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat,’’ harap Dwia.



Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar menitipkan agar menciptakan kerja sama dan sinergitas serta berkolaborasi dengan semua pihak di lapangan. Ciptakan harmonisasi agar apa yang hendak dicapai terwujud. Lakukan komunikasi dan koordinasi yang baik hingga tercipta suatu sinkronisasi demi memperoleh hasil yang baik.



Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sulsel Lutfi Halide mengatakan, pemerintah mengucurkan dana Rp 4 triliun untuk melaksanakan program padi, jagung, dan kedelai (Pajale) di Sulawesi Selatan. Dalam pelaksanaan Upsus Pencapaian Swasembada Pangan ini para peserta akan berada di home base di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.
Rektor Unhas  didampingi Pangdam VII, Kadis Pertanian dan Hortikultura, serta Dekan Fakultas Pertanian Unhas memasang rompi kepada perwakilan pendamping dari kedua perguruan tinggi menandai para peserta menuju desa. ben