Lomba Karya Tulis dan Esai Nasional

SDGs 2030 (Sustainable Development Goals 2030) atau tujuan pembangunan berkelanjutan merupakan pencapaian yang ditentukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan alam. Tujuan tersebut diresmikan pada tahun 2015 dan merupakan kelanjutan dari tujuan pembangunan milenium pada tahun 2000. Tujuan pembangunan berkelanjutan ini disepakati terdiri dari 17 tujuan utama, termasuk di dalamnya pengentasan kemiskinan dan kelaparan, perbaikan kesehatan dan pendidikan, pembangunan kota yang berkelanjutan, mengatasi perubahan iklim dan melindungi hasil hutan dan laut.

Indonesia yang merupakan anggota PBB ke-60 tentu saja menggunakan SDGs 2030 sebagai pedoman dalam merumuskan dan merancang pembangunan Indonesia. Pada tahun 2018, Pemerintah membuat SDGs Indonesia One sebagai platform kerjasama untuk urusan pendanaan seperti pembangunan infrastruktur untuk implementasi eksekusi SDGs di Indonesia. Berdasarkan data SDGs report tahun 2019, Indonesia berhasil untuk menjaga dan menaikkan 3 tujuan yaitu menurunkan angka kemiskinan, mencapai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta penanganan perubahan iklim. Namun, ada 6 tujuan yang mengalami penurunan dan salah satunya adalah tujuan poin 12.

Satu dari 17 poin SDGs 2030 yaitu poin 12, Ensure Suistainable Consumption and Production Patterns (Memastikan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Beberapa permasalahan yang ditonjolkan pada SDGs poin ke-12 adalah penggunaan air dan energi yang berlebihan, emisi gas yang tinggi akibat produksi yang tidak ramah lingkungan serta permasalahan di bidang pertanian mulai dari hulu hingga hilir. Indonesia masih kurang memberdayakan lahan secara optimal. Disfungsi lahan serta masih rendahnya pemakaian teknologi yang mendukung ketahanan dan keamanan pangan menyebabkan hasil produksi rendah sehingga kasus food loss selalu terjadi. SDGs 12 menitikberatkan pada upaya mendorong pola pengelolaan sumber daya dan energi serta penggunaan barang dan jasa yang berkelanjutan. Seluruh lapisan masyarakat Indonesia perlu bergerak bersama dengan arahan pemerintah untuk berkomitmen melaksanakan agenda PBB dalam hal SDGs, salah satunya adalah lapisan pelajar dan mahasiswa.

Mahasiswa dengan segala fungsinya yang berlandaskan pada Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus mampu menguasai disiplin ilmunya dan dapat diterapkan dalam bentuk ide, inovasi hingga menghasilkan karya yang dapat berguna bagi masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu berpikir kritis dalam mencari solusi yang efektif untuk kemaslahatan masyarakat dan alam.

SDGs sudah diresmikan menjadi tujuan utama seluruh negara. Sekarang, inovasi dan solusi seperti apa yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan tersebut, terkhusus di Indonesia. Kepedulian untuk mewujudkan SDGs 2030 ti tingkat universitas telah dilakukan. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menampung inovasi mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa di bidang Gagasan Futuristik Konstruktif (GFK).

HIMATEPA-UH sebagai salah satu organisasi keprofesian di bidang Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin menyusun konsep kegiatan program Agritech Exhibition 2020 yang dicita-citakan dapat menjadi langkah dalam mencari solusi efektif di bidang pertanian Indonesia. Agritech Exhibition 2020 ini diharapkan dapat menjadi kegiatan yang mampu memfasilitasi mahasiswa dalam menyalurkan ide-ide kreatif yang dianggap mampu menyelesaikan permasalahan teknologi pertanian, khususnya pada proses produksi serta penggunaan sumber daya dan energi secara efektif dalam bentuk karya tulis ilmiah dan esai. Kegiatan ini mengangkat tema SDGs yang terfokus pada poin ke-12, yaitu Ensure Suistainable Consumption and Production Patterns (Memastikan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan soft skill dan sifat kolaboratif mahasiswa.

Panduan Format Karya Tulis Ilmiah

Panduan Esai