Perubahan Dimensi Temu Putih (Curcuma zedoaria Berg. Roscoe) Selama Pengeringan

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Nurhawa Nurhawa
Junaedi Muhidong
Mursalim Mursalim

Abstract

Proses pengeringan menyebabkan terjadinya penyusutan pada bahan yang dikeringkan. Penyusutan merupakan berkurangnya volume, perubahan bentuk, dan meningkatnya kekerasan bahan. Pemanasan dan kehilangan air pada bahan menyebabkan terjadinya tekanan terhadap struktur sel bahan yang diikuti dengan perubahan bentuk dan pengecilan Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk melihat perilaku perubahan dimensi serta untuk mempelajari volume temu putih selama pengeringan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 di Balai Kesehatan Tradisioanal Masyarakat, Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang paling sesuai dengan perubahan dimensi temu putih selama pengringan adalah model Polynomial. Perubahan dimensi temu putih berbanding lurus dengan penurunan kadar air, Dimana semakin kecil dimensi temu putih maka kadar airnya semakin rendah. Semakin tinggi suhu maka waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan semakin cepat dan laju pengeringan semakin tinggi.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Nurhawa, N., Muhidong, J., & Mursalim, M. (2018). Perubahan Dimensi Temu Putih (Curcuma zedoaria Berg. Roscoe) Selama Pengeringan. Jurnal Agritechno, 9(1), 44–54. https://doi.org/10.20956/at.v9i1.38