MANFAAT BAHAN ORGANIK DAN PERAN CACING TANAH DALAM MENJAGA KESUBURAN TANAH
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Penurunan kesuburan tanah menjadi tantangan utama dalam sektor pertanian di Jawa Timur, khususnya di lahan monokultur tebu di Desa Tiru Kidul, Kediri. Rendahnya bahan organik akibat pengelolaan lahan yang tidak berkelanjutan menyebabkan penurunan produktivitas tanaman yang ditandai dengan tanah menjadi keras dan gersang. Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk melakukan diseminasi kepada petani terkait dengan pentingnya pemanfaatan bahan organik/residu panen dalam menjaga kesuburan tanah. Melalui pendekatan partisipatif dan inovatif dengan menggunakan alat peraga planarcage, petani diajak untuk mengamati langsung peran seresah dan cacing tanah dalam menjaga kesuburan tanah. Petani mengamati langsung bahwa aktivitas cacing pada planarcage dengan tambahan bahan organik (BO) lebih aktif dibandingkan tanpa masukan BO. Petani melihat secara langsung bagaimana cacing tanah meningkatkan pori-pori didalam tanah. Berdasarkan hasil evaluasi, pemahaman petani terhadap peran seresah dan manfaat positif cacing tanah relatif meningkat. Bahkan persepsi negatif tentang cacing tanah yang dianggap merugikan karena memakan akar tanaman dan tanah dapat diluruskan. Dengan meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya pengembalian bahan organik (residu panen) di lahan pertanian. Hal ini dapat mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan yang ramah lingkungan sekaligus menjaga produktivitas lahan dalam jangka panjang.