TRANSFORMASI SUNGAI MELALUI INISIATIF KEPEMUDAAN: STUDI KASUS PENGEMBANGAN EKOWISATA MUNCUL FUN TUBING OLEH KARANG TARUNA DI DESA ROWOBONI, KABUPATEN SEMARANG
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Artikel ini menganalisis fenomena unik transformasi sungai menjadi destinasi ekowisata melalui inisiatif kepemudaan. Studi kasus utama adalah Muncul Fun Tubing (MFT), sebuah objek wisata river tubing yang berlokasi di Dusun Muncul, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses historis dan manajerial di balik pengembangan MFT serta mengevaluasi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang ditimbulkannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola, observasi partisipatif, dan studi dokumen.
Studi menemukan bahwa MFT berawal dari inisiatif tak terduga pada tahun 2007, ketika warga secara kreatif menggunakan ban bekas untuk mengangkut material perbaikan tanggul yang jebol. Aktivitas ini kemudian memicu gagasan wisata yang secara formal dikelola oleh Karang Taruna Tirta Aji pada tahun 2016. Temuan utama menunjukkan dampak multidimensi: secara ekonomi, MFT menciptakan pendapatan signifikan bagi pemuda pengelola dan peluang ekonomi bagi UMKM lokal. Secara ekologis, pemanfaatan sungai sebagai aset wisata mendorong penguatan kesadaran akan konservasi dan kebersihan lingkungan (Lemon8-app, 2023); dan secara sosial, MFT berfungsi sebagai wadah pemberdayaan pemuda, memperkuat kolaborasi multi-aktor (Karang Taruna, Pemerintah Desa, Pokdarwis), dan menawarkan layanan unik berupa terapi bagi penderita autis dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) (Prihadi, 2023; Radar Semarang, 2022). Disimpulkan bahwa Muncul Fun Tubing merupakan model sukses pariwisata berbasis komunitas yang mentransformasi aset alam menjadi aset ekonomi dan sosial yang berkelanjutan melalui kepeloporan kaum muda.