<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://agritech.unhas.ac.id/ojs/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-05-17T10:34:56Z</responseDate>
	<request from="2020-11-20" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/en/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/32</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:30:06Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Evaluasi Model Pengeringan Lapisan Tipis Jagung (Zea Mays L) Varietas Bima 17 dan  Varietas Sukmaraga</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Andriani, Fitri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Waris, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lapisan Tipis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Jagung Hibrida</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Jagung Komposit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pengeringan bahan pangan adalah penanganan pascapanen yang sangat penting. Pengeringan adalah proses pengeluaran air atau pemisahan air dalam jumlah yang relatif kecil dari bahan dengan menggunakan energi panas. Hasil dari proses pengeringan adalah bahan kering yang mempunyai kadar air sama dengan kadar air keseimbangan udara (atmosfir) normal atau setara dengan nilai aktivitas air yang aman dari kerusakan mikrobiologis, enzimatis dan kimiawi. Perkembangan ini juga membuat penelitian mengenai karakteristik (fisik dan kimiawi) semakin dinamis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model pengeringan lapisan tipis yang paling sesuai dengan karakteristik jagung Hibrida (Bima 17) dan jagung Komposit (Sukmaraga) selama proses pengeringan berlangsung. Metode yang digunakan adalah metode uji coba dan melakukan proses pencocokan (Fitting) dengan model Newton, model Hendarson, model Page, model Midilli et.al dan model Two Term. Biji jagung dikeringkan menggunakan alat pengering tipe rak dengan varietas suhu 40°C dan 50°C. Dari hasil penelitian pengeringan lapisan tipis menunjukkan bahwa model Midilli et.al dan model Two Term lebih sesuai dengan model pengeringan biji jagung Hibrida (Bima 17) dan biji jagung Komposit (Sukmaraga) baik pada suhu 40°C dan 50°C hal ini dapat ditunjukkan nilai R2 yang lebih besar atau mendekati 1 dibandingkan dengan model Newton, model Henderson dan model Page.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-04-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/32</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i1.32</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016; 1-7</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/32/23</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/33</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:22:52Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Penerapan Fuzzy logic Pada Alat Ukur Kandungan Nutrisi Media Tanam Hidroponik</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hamka, Muhammad Qayyum</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Hidroponik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Alat Ukur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Fuzzy Logic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kandungan Nutrisi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pemberian nutrisi pada budidaya secara hidroponik diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pada proses budidaya hidroponik, nutrisi yang terkandung dalam media tanam hidroponik akan berkurang dikarenakan penyerapan tanaman maupun transpirasi. Namun, petani tidak memiliki informasi mengenai jumlah nutrisi yang hilang. Akibatnya penambahan nutrisi diberikan pada takaran seperti pada awalnya saja. pemberian nutrisi dengan cara tersebut tidak efisien, karena banyak nutrisi yang terbuang. Maka dari itu informasi mengenai jumlah nutrisi pada media tanam hidroponik sangat penting untuk diketahui. Karena itu, diperlukan sebuah instrumen yang mampu mengukur kandungan nutrisi pada media tanam hidroponik secara akurat. Fuzzy logic merupakan metode yang mampu meyelesaikan suatu masalah nonlinier yang sangat kompleks. Penerapan fuzzy logic pada alat ukur mampu menghasilkan alat ukur yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alat ukur yang dapat mengukur kandungan nutrisi pada media tanam hidroponik dengan menggunakan sistem fuzzy logic. Dari penelitian ini, dihasilkan alat ukur kandungan nutrisi pada media tanam hidroponik dengan total error sebesar 0,506 % .</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/33</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i1.33</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016; 8-17</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/33/24</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/34</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:22:38Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Mempelajari Sifat Fisik Beras Varietas Padi Cigeulis Dan Inpari – 4 Pada Penggilingan Padi Mobile</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hastang, Hastang</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Penggilingan Padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadar Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sifat Fisik Gabah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Dimensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penggilingan padi mempunyai peranan yang penting dalam mengkonversi padi menjadi beras yang siap diolah untuk dikonsumsi maupun untuk disimpan sebagai cadangan. Dalam kaitan dengan proses penggilingan padi, karakteristik fisik padi sangat perlu diketahui karena proses penggilingan padi sebenarnya mengolah bentuk fisik dari butiran padi menjadi beras putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dimensi (panjang, lebar, tebal) dan perubahan berat dari gabah menjadi beras utuh, selama proses penggilingan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2015 di Laboratorium Program Studi Keteknikan Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan melakukan pengamatan dan pengukuran pada masing – masing varietas padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa rata – rata perubahan dimensi dari masing – masing varietas meliputi panjang, tebal, dan tinggi dari gabah menjadi beras utuh selama proses penggilingan varietas Cigeulis yaitu 9,722 %, 6,778 %, dan 30,29 %. Sedangkan varietas Inpari-4 yaitu 9,845 %, 6,730 % dan 31,66 %. Sedangkan persentase berat beras utuh, patah dan menir dengan rata- rata persentase yaitu Beras Utuh 40,42%, BP 34,42% dan BM 25,14%. Sedangkan varietas Inpari-4 memiliki rata – rata yaitu BU 39,26 %, 34,88%, 25,84%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/34</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i1.34</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016; 18-26</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/34/25</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/35</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:22:24Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ANALISIS STABILITAS SALURAN TERSIER BATUBASSI DAERAH IRIGASI  BANTIMURUNG KABUPATEN MAROS</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fitasari, Desi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iqbal, Iqbal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Stabilitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sedimen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Gerusan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Endapan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Saluran irigasi merupakan salah satu sumber daya alam yang penting dimana irigasi berfungsi untuk mengairi tanaman pertanian. pada bidang pertanian sumber daya air digunakan bagi tanaman yang dialirkan melalui saluran irigasi, baik saluran irigasi primer, saluran irigasi sekunder, dan saluran irigasi tersier. Sedimentasi dan gerusan dapat menjadi masalah bagi para petani karena menyebabkan dinding saluran tanah tidak stabil dan sehingga mengganggu proses pemberian air untuk tanaman, dan akan mempengaruhi hasil akhir dari proses tanam petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi stabilitas saluran tersier pada saluran irigasi, Mengetahui berapa besar dinding dan dasar saluran yang mengalami gerusan dan endapan. Metode penelitian ini dengan mengukur kecepatan aliran dan kedalaman saluran di setiap penampang yang telah ditentukan sebelumnya pengukuran ini dilakukan selama 10 kali selama satu masa tanam. Berdasarkan hasil analisis Korelasi antara kecepatan dan perubahan luas penampang menunjukan terjadinya gerusan dan endapan pada dinding dan dasar saluran tanah. Kecepatan aliran, Kedalaman aliran, Shear stress, Froud Number, Reynold Number mempengaruhi terjadinya proses gerusan maupun endapan pada saluran tanah yang menyebabkan dinding saluran tidak stabil. Gerusan pada belokan cenderung terjadi pada sisi tepi luar saluran Gerusan dan endapan menyebabkan dinding dan dasar saluran tanah tidak stabil sehingga perlu dilakukan perawatan pada tiap saluran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/35</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i1.35</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016; 27-35</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/35/27</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/37</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:22:10Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Ekonomi Penggunaan Combine Harvester Tipe Crown CCH 2000 Star</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Zainuddin, Zainuddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Waris, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pemanenan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Combine Harvester</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Biaya Pengoperasian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Analisis Ekonomi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Perkembangan teknologi pertanian yang semakin maju membawa dampak cukup berarti khususnya pada penggunaan alat dan mesin pertanian. Alat panen padi combine harvester yang digunakan menjadi contoh inovasi-inovasi yang dibuat untuk dapat meningkatkan efesiensi dan efektifitas kerja khususnya pada kegiatan pemanenan, Selain mengefesienkan waktu dan biaya saat panen, alat panen padi ini juga menjadi wadah untuk mengembangkan usaha khususnya pada sektor pertanian dengan menyediakan jasa pemanenan dengan alat panen Combine harvester, hal ini menjadi peluang investasi tersendiri bagi pengusaha yang bergerak di sektor pertanian untuk dapat merauk keuntungan dari usaha tersebut. Tujuan peneletian ini yaitu, dapat mengetehui kapasitas panen dan upah pendapatan pada mesin panen combine harvester serta analisis dari aspek ekonomi alat untuk mengetahui kelayakan usaha serta aspek-aspek biaya pengoperasian alat pada lahan. Hasil penelitian menujukkan potensi upah panen alat dalam setiap hektar sebesar Rp 2.231.526, dengan biaya pengoperasian sebesar Rp 519.897/ha dari aspek ekonomi kelayakan alat juga dapat dikatakan layak untuk dijalankan karena dari perhitungan baik NPV, IRR, B/C ratio serta BEP memenuhi syarat untuk suatu investasi atau dikatakan layak untuk dijalankan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/37</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i1.37</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016; 36-43</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/37/28</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/38</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:21:56Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Perubahan Dimensi Temu Putih (Curcuma zedoaria Berg. Roscoe) Selama Pengeringan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurhawa, Nurhawa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Temu Putih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Model Polynominal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">KAdar Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penyusutan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Proses pengeringan menyebabkan terjadinya penyusutan pada bahan yang dikeringkan. Penyusutan merupakan berkurangnya volume, perubahan bentuk, dan meningkatnya kekerasan bahan. Pemanasan dan kehilangan air pada bahan menyebabkan terjadinya tekanan terhadap struktur sel bahan yang diikuti dengan perubahan bentuk dan pengecilan Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk melihat perilaku perubahan dimensi serta untuk mempelajari volume temu putih selama pengeringan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 di Balai Kesehatan Tradisioanal Masyarakat, Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang paling sesuai dengan perubahan dimensi temu putih selama pengringan adalah model Polynomial. Perubahan dimensi temu putih berbanding lurus dengan penurunan kadar air, Dimana semakin kecil dimensi temu putih maka kadar airnya semakin rendah. Semakin tinggi suhu maka waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan semakin cepat dan laju pengeringan semakin tinggi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/38</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i1.38</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016; 44-54</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/38/29</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/39</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:21:42Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengkerutan Temulawak (Curcuma Xanthorrisa) Selama Proses Pengeringan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sari, Kartika Pertama</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iqbal, Iqbal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Temulawak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadar Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Model Pengkerutan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Di Indonesia tanaman temulawak merupakan salah satu jenis tanaman rimpang yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pengkerutan bahan temulawak serta mempelajari perubahan volume temulawak selama pengeringan. Proses pengeringan mekanis dengan menggunakan alat tipe batch ini diharapkan dapat memperoleh kadar air yang konstan dan tidak mengurangi mutu dari temulawak yang dihasilkan. Temulawak dikeringkan dengan menggunakan 2 suhu yaitu suhu 400C dan 500C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan, maka semakin cepat laju pengkerutan, baik pada sampel silinder atau pun sampel persegi. Ada tiga jenis model pengkerutan yang diuji untuk mendeteksi perilaku Rasio Volume. Ketiga model yang dimaksud adalah model Exponensial, model Linear dan Polymonial. Persamaan model Polynomial untuk dua sampel yang berbeda ini menunjukkan nilai R2 yang lebih besar dibandingkan dengan dua persamaan model lainnya yaitu model Exponensial, dan model Linear. Hal ini menunjukkan bahwa model Polynomial adalah model terbaik untuk merepresentasikan karena memiliki nilai kesesuaian yang besar terhadap karakteristik pengkerutan temulawak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/39</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i1.39</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016; 55-62</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/39/30</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/40</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:21:28Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Uji Kinerja dan Analisis Biaya Traktor Roda 4 Model AT 6504 dengan Bajak Piring  (Disk Plow) pada Pengolahan Tanah</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Murti, Usrah Yulia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iqbal, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Useng, Daniel</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Traktor Roda Empat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bajak Piring</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Efisiensi Kerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Traktor merupakan salah satu alat dan mesin budidaya pertanian yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah atau untuk menarik trailer dan implemen yang digunakan dalam pertanian. Untuk mengolah suatu tanah perkebunanan yang luas maka digunakan traktor roda 4 dengan menggunakan bajak piring (disk plow). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi kerja dan biaya operasional traktor roda 4 dalam mengolah tanah dengan menggunakan bajak piring (disk plow) pada lahan perkebunan (lahan kering). Pengujian traktor roda 4 dilakukan pada lahan kering menggunakan bajak piring dengan sistem pola pengolahan tepi. Parameter yang diambil dalam penelitian ini adalah lebar kerja (cm), kecepatan maju (km/jam), kapasitas kerja (jam/ha), slip roda, konsumsi bahan bakar dan kedalaman olah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kerja traktor roda 4 menggunakan bajak piring (disk plow) dapat mengolah lahan kering seluas 0,02 ha dengan waktu 0,15 jam dengan kecepatan rata-rata 0,53 m/s atau 0,191 km/jam. Pada pengujian kinerja traktor juga diperoleh Kapasitas Lapang Efektif (KLE) diperoleh 0,138 ha/jam dan Kapasitas lapang Teoritis (KLT) 0,191 km/jam dengan efisiensi kerja adalah 68%. Analisis biaya menyatakan bahwa biaya operasional yang dikeluarkan adalah Rp 31.458.125,-/tahun dan Rp 5.493.450,-/ha untuk biaya tidak tetap.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/40</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i1.40</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016; 63-69</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/40/31</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/41</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:21:13Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pola Pembasahan Oleh Tetesan Pada Beberapa Tekstur Tanah</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Arianti, Vebri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Prawitosari, Totok</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pola Pembasahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadar Air Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tekstur Tanah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Irigasi tetes merupakan metode irigasi yang efektif dan efisien untuk sebagian besar tanaman pada daerah dengan curah hujan rendah. Penggunaan irigasi tetes yang tepat dapat menghemat penggunaan air. Banyaknya pemberian air yang ideal adalah sejumlah air yang dapat membasahi tanah di seluruh daerah perakaran sampai keadaan kapasitas lapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pembasahan oleh tetesan pada berbagai tekstur tanah. Penelitian ini dilakukan pertama-tama dengan menentukan lokasi pengambilan sampel tanah kemudian diuji di laboratorium untuk mengetahui tekstur dari ketiga tanah tersebut dan menentukan volume air yang akan diberikan sehingga tanah yang telah ditetesi untuk melihat perubahan secara vertikal dan horizontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tektur lempung liat berpasir memiliki kadar air yang tinggi dengan persentase sebesar 44,15% dengan tekstur liat lalu lempung berliat. Untuk nilai bulk density tekstur liat memiliki nilai tertinggi sebesar 0,89 g/cm3 karena liat memiliki kepadatan yang tinggi. Untuk pembasahan tanah dibagi menjadi dua yaitu perubahan pembasahan secara horizontal dan perubahan pembasahan secara vertikal. Tekstur lempung liat berpasir memiliki kadar air yang tinggi setelah tanah ditetesi selama 18 menit 30 detik yaitu 44,15 %. Tanah dan bulk density mempengaruhi kecepatan perubahan pembasahan tanah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/41</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i1.41</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016; 70-77</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/41/32</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/42</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:20:59Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Identifikasi Lahan Sawah Di Kecamatan Sinjai Timur Menggunakan Citra Satelit  Landsat 8 Tahun 2014</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Tasrif, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Sistem Informasi Geografis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lahan Sawah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sinjai Timur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Citra Landsat 8</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Jenis tanaman pangan yang diusahakan di Kabupaten Sinjai adalah padi, palawija, buah-buahan dan sayuran, dimana jenis tanaman pangan utama yang dikembangkan adalah padi.Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan teknologi yang dapat diandalkan untuk melakukan pengukuran, pemetaan, pemantauan, pembuatan model pengelolaan suatu wilayah geografis secara cepat, akurat, dan efektif, sehingga dapat mengantisipasi cepatnya perubahan yang terjadi suatu wilayah.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk memetakan dan mengidentifikasi penyebaran lahan sawah dengan menggunakan citra satelit Landsat 8 di Kecamatan Sinjai Timur.hasil klasifikasi citra Tahun 2014 menunjukkan area sawah memiliki luas lahan 2.648,45 ha. Sedangkan area non sawah/selain sawah memiliki luas lahan 4.255,51ha, hal ini berbeda dengan data BPS tahun 2013 yang mencatat luas lahan sawah di akhir tahun 2012 dimana terdapat 2.245,58 ha lahan sawah yang diperincikan perdesa sedangkan untuk luas tanah sawah yang di perinci menurut jenis pengairan yaitu 1.737,58 ha. hasil indentifikasi luas lahan Sinjai Timur tahun 2014. Sawah yang merupakan area penelitian dengan persentase sebesar 38% dari total luas lahan. Jenis lahan selaian sawah atau non sawah memiliki persentase luas lahan 62% dari total luas lahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/42</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i2.42</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016; 78 - 83</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/42/33</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/43</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:20:45Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Uji Kinerja Alat Perajang Rimpang</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Amelia, Kitab</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iqbal, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Useng, Daniel</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Temulawak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Alat Perajang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kinerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah bahan baku yang digunakan sebagai obat tradisional di industri jamu, farmasi, dan makanan serta minuman. Produksi dan konsumsi temulawak di Indonesia cukup tinggi oleh karena itu diperlukan suatu cara penanganan maupun pengolahan pasca panen dari temulawak tersebut. Dalam pengolahan hasil pertanian banyak teknologi mekanik yang digunakan, diantaranya adalah teknologi mesin perajang rimpang yang digunakan sebagai teknologi yang memudahkan dalam penanganan pasca panen temulawak. Mesin perajang rimpang ini diharapkan mendukung peningkatan hasil produksi temulawak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan efisiensi alat perajang rimpang. Penelitian ini menggunakan alat perajang rimpang tipe horizontal dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas kerja alat perajang rimpang tipe horizontal sebesar 146,92 kg/jam, hasil ketebalan pemotongan 2,0038 mm, keseragaman hasil pemotongan 16,62 %, persentase rusak sebanyak 0,31 %, daya spesifik 0,0025 kW-jam/kg, dan efisiensi penerusan daya 1,576 %. Hasil ketebalan rata-rata dipengaruhi oleh kecepatan pemasukan bahan, tekanan yang diberikan pada bahan serta kecepatan putar pisau perajang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/43</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i2.43</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016; 84 - 91</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/43/34</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/45</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:29:52Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ANALISIS PROFIL SEDIMEN MELAYANG DAN PENDUGAAN LAJU SEDIMENTASI PADA SALURAN SEKUNDER LONRONG DAERAH IRIGASI BISSUA KAB. GOWA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Arifin, Innan Najiah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Prawitosari, Totok</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faridah, Sitti Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Sedimen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penampang Saluran Basah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Debit Sedimen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Bendungan Bissua merupakan bagian dari Daerah Irigasi Bili-Bili yang terdapat di kabupaten Gowa kecamatan Palangga. Seiring banyaknya permasalahan yang timbul pada daerah pengaliran maka terjadi perubahan sedimen dari sungai masuk ke bendung karena beberapa faktor salah satunya yaitu terjadi perubahan pola tanam yang menimbulkan banyak sisa-sisa pengolahan yang terbawa ke saluran. Keadaan ini berdampak juga terhadap pengoperasian waduk yang tidak optimal jika ada penumpukan sedimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sedimentasi pada penampang saluran sekunder yang terdapat pada Bendungan Bissua. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 di saluran Sekunder Lonrong dari pintu utama sampai B.Lr1 Daerah Irigasi Bissua yang dilakukan tiga kali pengambilan sampel, dan di Laboratorium Mekanika Fluida Program Studi Keteknikan Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Hasil sedimen tertinggi pada titik pengambilan I yaitu sebesar 3,5 g/l, untuk hasil debit saluran tertinggi pada titik pengambilan V yaitu 0,74268 m3/s, untuk pengaruh sedimen melayang terhadap luas penampang saluran basah tidak berpengaruh, dan untuk hasil debit sedimen kg perhari memiliki jumlah rata-rata 0,17677 kg/hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-10-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/45</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i2.45</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016; 92 - 99</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/45/35</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/46</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:20:31Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Waktu Panen Batang Sorgum Manis (Sorghum bicolor (L) Moench)  Terhadap Nira Yang Dihasilkan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurharini, Indi Indahdiah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Supratomo, Supratomo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu panen berdasarkan ruas-ruas batang sorgum manis, terhadap volume juice dan kadar gula (brix) yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2012 di Pabrik PT. Sinar Indonesia Merdeka (SINDOKA), Jln. Trans Sulawesi, Korondeme Desa Teromu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur.Dua jenis varietas sorgum yang digunakan yakni NTJ dan ICSR. Peralatan utama yang digunakan adalah refractometer untuk mengukur kadar brix gelas ukur digunakan untuk mengukur volume juice. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penundaan waktu panen akan meningkatkan volume juice per volume ruas pada sorgum Varietas NTJ dan ICSR. Namun volume juice per berat ruas tidak dipengaruhi oleh waktu panen.Volume juice juga dipengaruhi oleh posisi ruas dimana ruas paling atas pada kedua varietas NTJ dan ICSR mempunyai volume juice lebih tinggi dibandingkan volume juice pada ruas bawah dan tengah. Untuk varietas NTJ, volume juice tertinggi diperoleh pada panen sore hari. Sedang untuk ICSR, volume juice per volume ruas tertinggi pada panen pagi hingga siang hari. Nilai rata rata kandungan gula untuk Varietas NTJ tertinggi pada waktu panen siang hari. Sedangkan untuk Varietas ICSR, kandungan gulat tertinggi di peroleh pada waktu panen pagi hari</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/46</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i2.46</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016; 100 - 106</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/46/36</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/47</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:20:17Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Uji Kinerja Knapsack Sprayer Tipe Pb 16 Menggunakan Hollow Cone Nozzle dan Solid Cone Nozzle</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Guntur, Andi Paramita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iqbal, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Knapsack Spryer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hollow Cone Nozzle</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Solid Cone Nozzle</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Droplet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kinerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Budidaya tanaman untuk mengendalikan gulma, hama dan penyakit tanaman umumnya menggunakan pestisida berbentuk cair dan tepung. Untuk mengaplikasikan pestisida cair digunakan alat penyemprot yang disebut sprayer, sedangkan untuk pestisida berbentuk tepung digunakan alat yang disebut duster. Sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan dan pengendalian hama dan penyakit tumbuhan. Umumnya petani menggunakan knapsack sprayer untuk menyemprotkan cairan pestisida berdekatan antara nosel dan tanaman sayur-sayuran. Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai uji kinerja alat untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi masyarakat mengenai cara penanggulangan penyemprotan pestisida yang baik terhadap tanaman sayur-sayuran tersebut. Metodologi dari penelitian ini adalah pengujian debit yang keluar dari nosel, pengujian distiribusi air, dan pengujian keseragaman droplet dari dua noselyang berbeda. Hasil debit dari nosel emas sebesar 0,587 l/menit, dan debit nosel hijau sebesar 1,350 l/menit, pada uji penyebaran droplet nosel hijau (Solid Cone) volume penyemprotan lebih merata di bandingkan nosel emas (Hollow Cone), droplet hollow cone nozzle pada ketinggian 40 cm lebih merata dan seragam, sedangkan droplet solid cone nozzle pada ketinggian 30 cm lebih merata dan droplet pada ketinggian 40 cm lebih seragam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/47</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i2.47</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016; 107 - 113</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/47/37</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/48</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:20:03Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Karakteristik pengeringan dan perubahan warna cabai Katokkon (capsicum annuum L. Var. Sinensis)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rustam, Rusmiati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salengke, Salengke</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Cabai Katokkon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Model Page</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadar Air Basis Basah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadar Air Basis Kering</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Warna</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Cabai Katokkon merupakan salah satu cabai local yang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. Akan tetapi, belum ada penelitian yang telah dilakukan menyangkut aspek pasca panen, khususnya pengeringan dari komoditas ini. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada studi tentang laju pengeringan dan perubahan warna cabai Katokkon selama pengeringan. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu suhu pengeringan (40°C, 50°C, 60°C), lama blanching (15 menit, 30 menit, 45 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan maka semakin cepat laju pengeringan dan kadar air basis basah semakin cepat menyusut. Tiga model pengeringan (model Newton, model Henderson dan Pabis, dan model Page) menghasilkan nilai MR yang cukup dekat dengan nilai MR observasi. Namun demikian, meodel Page menghasilkan nilai prediksi yang terbaik dan menunjukkan nilai R2 yang lebih besar dibandingkan dengan Newton dan Hederson-Pabis. Hal ini menunjukkan bahwa model Page adalah model terbaik untuk merepresentasikan model pengeringan karena memiliki nilai kesesuaian yang besar terhadap karakteristik pengeringan cabai Katokkon. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin lama pengeringan maka semakin menurun tingkat kecerahan warna cabai Katokkon dan semakin tinggi suhu pengeringan maka semakin cepat perubahan warna menjadi lebih gelap.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/48</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i2.48</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016; 114 - 124</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/48/38</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/49</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:19:48Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENGARUH LAMA PENYIMPANAN BATANG SORGUM MANIS (Sorghum bicolor (L.) Moench) TERHADAP RENDEMEN DAN BRIX NIRA YANG DIHASILKAN</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Putrianti, Rizka Dwi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salengke, Salengke</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Supratomo, Supratomo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Sorgum Manis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lama Penyimpanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Posisi Ruas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penyinaran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">serbaguna yang memiliki banyak kegunaan. Salah satu bagian tanaman sorgum manis yang memiliki kegunaan adalah batang sorgum manis, batang sorgum manis apabila diperas akan menghasilkan nira. Nira sorgum manis memiliki brix berkisar antara 15 % - 21 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penyimpanan batang sorgum manis terhadap rendemen dan brix nira yang dihasilkan dan kegunaan penelitian ini adalah memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada rendemen dan brix nira akibat penundaan proses penggilingan/pemerasan. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2012 di PT. Sinar Indonesia Merdeka (SINDOKA) Jln. Trans Sulawesi, Korondeme Desa Teromu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode lama penyimpanan batang sorgum manis terhadap rendemen dan brix nira yang dihasilkan dengan menggunakan dua varietas sorgum manis yaitu NTJ 2 dan ICSR dengan perlakuan terkena sinar matahari dan tidak terkena sinar matahari dimana batang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian bawah, tengah dan atas (setiap bagian terdiri dari 3 ruas) dan dilakukan tanpa penyimpanan (0 hari) dan disimpan selama 2,4,6 hari dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brix pada batang bagian bawah lebih tinggi daripada batang bagian tengah dan bagian atas. Semakin lama batang sorgum disimpan dan terkena sinar matahari maka brix akan semakin turun. Agar rendemen yang dihasilkan tinggi maka sebaiknya batang langsung diperas setelah dipanen.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/49</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i2.49</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016; 125 - 133</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/49/39</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/50</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:19:34Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengembangan Telemetri Ketinggian Permukaan Air Pada Sungai  Ta’Deang Kab. Maros</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mariadi, Suki</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iqbal, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Alat Ukur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tinggi Muka Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ketepatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Tinggi muka air merupakan salah satu komponen penting dalam informasi hidrograf terutama dalampenelusuran banjir. Oleh karena kondisi tinggi muka air yang selalu berubah (fluktuatif) serta pengambilan data yang harus continue. Alat pendeteksi tinggi muka air yang menggunakan rotary encoder sebagai sensor pembaca perubahan tinggi muka air dan Neo GSM sebagai pengirim data dapat menjawab permasalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan informasi keadaan tinggi muka air serta untuk mengetahui ketepatan waktu pengiriman informasi tinggi muka air. Metode pengujian sistem ini menyangkut 2 komponen yaitu ketepatan pembacaan ketinggian dan ketepatan pengiriman data. Hasil pengujian pembacaan ketepatan ketinggian diperoleh nilai koefisien
determinan (R2)=0,9867 yang menunjukkan keakuratan pembacaan. Pada pengujian ketepatan pengiriman data terdapat delay terbesar antara pukul 18.01-24.00.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/50</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v9i2.50</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016; 134 - 141</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v9i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/50/40</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/51</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:29:38Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Mempelajari Sifat Fisik Beras Varietas Padi Cigeulis Dan Inpari – 4 Pada Penggilingan Padi Mobile</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hastang, Hastang</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Penggilingan Padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadar Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sifat Fisik Gabah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Dimensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penggilingan padi mempunyai peranan yang penting dalam mengkonversi padi menjadi beras yang siap diolah untuk dikonsumsi maupun untuk disimpan sebagai cadangan. Dalam kaitan dengan proses penggilingan padi, karakteristik fisik padi sangat perlu diketahui karena proses penggilingan padi sebenarnya mengolah bentuk fisik dari butiran padi menjadi beras putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dimensi (panjang, lebar, tebal) dan perubahan berat dari gabah menjadi beras utuh, selama proses penggilingan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2015 di Laboratorium Program Studi Keteknikan Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan melakukan pengamatan dan pengukuran pada masing – masing varietas padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa rata – rata perubahan dimensi dari masing – masing varietas meliputi panjang, tebal, dan tinggi dari gabah menjadi beras utuh selama proses penggilingan varietas Cigeulis yaitu 9,722 %, 6,778 %, dan 30,29 %. Sedangkan varietas Inpari-4 yaitu 9,845 %, 6,730 % dan 31,66 %. Sedangkan persentase berat beras utuh, patah dan menir dengan rata- rata persentase yaitu Beras Utuh 40,42%, BP 34,42% dan BM 25,14%. Sedangkan varietas Inpari-4 memiliki rata – rata yaitu BU 39,26 %, 34,88%, 25,84%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/51</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i1.51</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017; 1 - 9</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/51/41</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/52</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:29:24Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Perubahan Sifat Ubi Jalar Varietas Kalasan Dan Varietas Cilembu Selama  Penggorengan Terendam</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Indira, Helen</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Supratomo, Supratomo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faridah, Sitti Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Ubi Jalar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kerapatan Penggorengan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sifat Fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadar Air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penggorengan terendam (Deep fat frying ) adalah proses menggoreng dimana bahan pangan terendam dalam minyak dan seluruh bagian permukaannya mendapat perlakuan panas yang sama. Proses ini diawali dengan memasukkan minyak goreng ke dalam ketel penggorengan, kemudian memanaskannya. Selanjutnya memasukkan bahan yang akan digoreng. Dari ketel akan diperoleh hasil gorengan yang dihasilkan dari minyak, serta akan terlihat hasil minyak akibat penggorengan serta kerak pada bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat fisik selama penggorengan yang meliputi: kerapatan, penyusutan, porositas, kadar air, pembentukan kerak selama proses penggorengan dengan menggunakan minyak dengan suhu 160°C. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2015 di Laboratorium Mekanika Fluida Program Studi Keteknikan Pertanian, Universitas Hasanuddin. Metode penelitian ini adalah menggunakan varietas ubi jalar kalasan (kuning) dan varietas ubi jalar cilembu (putih) sebagai bahan yang akan digoreng dengan suhu minyak 160°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kerapatan, porositas, penyusutandan kadar air varietas ubi jalar cilembu lebih besar dibandingkan varietas ubi jalar kalasan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/52</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i1.52</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017; 10 - 16</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/52/42</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/54</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:29:10Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Mempelajari Hydrocooling Terhadap Distribusi SuhuBuah Jambu Biji Merah (Psidium guajava).</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rusdi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Supratomo, Supratomo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Waris, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Jambu Biji Merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Klimaterik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hydrocooling</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Buah jambu biji merah (psidium guajava) merupakan buah klimaterik sehingga tingkat kematangan dan suhu penyimpanan sangat mempengaruhi umur penyimpanan buah. Salah satu tahap awal penyimpanan buah jambu biji adalah hydrocooling, pada perlakuan ini beberapa faktor kualitas fisik dan kimia buah yang dilihat perubahannya seperti bobot, diameter, kebulatan, warna, dan kadar air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perlakuan hydrocooling terhadap distribusi suhu buah jambu biji merah (psidium guajava). Metode yang digunakan yaitu buah jambu biji merah diberikan perlakuan hydroccoling untuk tingkat kematangan yang berbeda, yaitu matang berlebihan, matang, dan mengkal, dimana buah tersebut direndam pada hydrocooler untuk mengetahui masing-masing suhu permukaan buah, suhu kedalaman 1,5 cm daging buah, dan suhu pusat buah dengan menggunakan thermocouple. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah jambu biji merah dengan rata-rata geometric mean diameter (GMD) 6,4 cm terjadi peningkatan kadar air, dimana buah jambu biji merah matang berlebihan terjadi peningkatan kadar air sebanyak 3,36% dan buah jambu biji merah matang terjadi peningkatan 2,4%, sedangkan buah jambu biji merah mengkal tidak terjadi peningkatan kadar air. Distribusi pada buah jambu biji merah matang berlebihan mengalami suhu yang paling cepat konstan mencapai 60C secara menyeluruh pada buah dibandingkan dengan distribusi suhu pada buah jambu biji merah matang dan mengkal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/54</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i1.54</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017; 17-25</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/54/43</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/56</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:28:55Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Karakteristik Pintu-pintu Air di Daerah Irigasi Bantimurung Kabupaten Maros</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Risnawati, Risnawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Koefisien Pengaliran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pintu Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Daerah Irigasi Bantimurung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pintu air merupakan hal urgen dalam operasi pengalokasian air. Karakteristik pintu air memiliki peranan dalam keakuratan/ketepatan alokasi jumlah air sehingga perlu dilakukan pemantauan secara berkala untuk menjamin keberfungsiannya dengan baik. Penelitian ini dilakukan dengan maksud memberikan gambaran kondisi fisik bangunan irigasi dan karakteristik operasi pintu-pintu air irigasi di daerah irigasi Bantimurung Kabupaten Maros. Adapun prosedur penelitian yang dilakukan yaitu inventarisasi, penilaian kondisi fisik, pengukuran (tinggi air di hulu pintu dan kecepatan aliran di hilir pintu), selanjutnya dilakukan analisis koefisien pengaliran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik jaringan irigasi Bantimurung telah mengalami perubahan terutama pada bangunan yang mengatur pengaliran air. Perubahan utama pada karakteristik pengaliran air ditunjukkan dengan terjadinya perubahan koefisien pengaliran yang diakibatkan oleh beberapa faktor termasuk kondisi saluran irigasi, berubahnya profil saluran, perubahan profil saluran (pengaruh sedimentasi dan gerusan), keretakan dan bocoran pada dinding saluran. Penyebab lainnya adalah karena sistem operasi pintu air sudah tidak sesuai dengan pedoman operasi pintu air</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/56</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i1.56</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017; 26 - 32</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/56/44</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/57</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:28:41Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Karakteristik Penurunan Kadar Air dan Perubahan Volume Bengkoang  (Pachyrizus erosus) Selama Pengeringan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Amaliah, Rizka</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadar Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Suhu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Laju Pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Model Hii et al</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pola penurunan kadar air pada pengeringan bengkoang (Pachyrhizus erosus) terjadi akibat perbedaan suhu serta bentuk bahan. Penelitian karakteristik penurunan kadar air dan perubahan volume selama pengeringan menggunakan bahan utama berupa bengkoang (Pachyrhizus erosus). Proses pengeringan bahan menggunakan alat pengering tipe batch dryer, bengkoang dikeringkan dengan menggunakan variasi suhu yaitu 400C, 500C, 600C serta bentuk yaitu bentuk bulat dan kotak. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa semakin tinggi suhu, maka akan semakin cepat laju pengeringan baik bahan dengan bentuk bulat ataupun kotak. Sampel dengan suhu 600C (baik bentuk bulat maupun kotak) membutuhkan waktu yang lebih singkat (waktu pengeringan 8 jam) untuk mencapai kadar air kesetimbangan dibandingkan dengan sampel yangmenggunakan suhu 400C ataupun 500C. Penelitian ini menggunakan 6 model pengeringan untuk mendeteksi perilaku MR. Enam model yang dimaksud adalah model Newton, model Henderson dan Pabis, model Page, model Modified Page, model hii et all dan model Two Term. Persamaan model Hii et al untuk 3 tingkatan suhu dan dua bentuk sampel yang berbeda menunjukkan nilai R2 yang lebih besar dibandingkan dengan 5 persamaan model lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa model Hii et al adalah model terbaik untuk merepresentasikan laju pengeringan dari bengkoang karena memiliki nilai kesesuaian yang besar terhadap karakteristik pengeringan pengeringan bengkoang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/57</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i1.57</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017; 33 - 41</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/57/47</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/58</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:28:28Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pola dan Kapasitas Drainase Daerah Irigasi Bantimurung Kiri</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fikria, Fika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Useng, Daniel</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kapasitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pola Aliran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">DEM</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hidrograph</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Limpasan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Irigasi yang baik dilengkapi dengan fasilitas pembuangan kelebihan air. Saluran pembuangan dirancang secara teknis untuk mampu membuang limpasan air hujan. Kecamatan Bantimurung tepatnya Desa Minasabaji, hampir setiap tahun pada bulan Januari mengalami banjir atau genangan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu informasi kapasitas maksimum saluran pembuangan yang ada pada wilayah tersebut. Dengan pemanfaatan penginderaan jauh berupa data Digital Elevation Model (DEM) kita dapat menganalisis pola saluran pembuangan. Tujuan dari penelitian ini untuk untuk mengetahui pola aliran dan kapasitas drainase. Pola aliran analisis DEM diolah menggunakan software GIS kemudian membandingkan dengan pola aliran hasil survey. Pengukuran kapasitas saluran dilakukan dengan tiga kali pengamatan banjir dan mencatat perubahan tinggi muka air (TMA) pada setiap 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas maksimum saluran pembuangan adalah 4,237 m3/s. Terdapat perbedaan pola aliran hasil analisis flow direction. Ketidaksesuaian antar pola DEM dengan hasil survey disebabkan oleh faktor lahan pertanian yaitu sawah telah mengalami perubahan, faktor DEM itu sendiri baik pada saat pengolahan DEM dan saat perekaman DEM.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/58</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i1.58</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017; 42 - 49</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/58/48</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/59</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:28:14Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Rheology Cokelat Dari Formulasi Bubuk Kakao dan Margarin</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhriani, Suhriani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salengke, Salengke</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kakao</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Rheology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sifat Rheologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Conching</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Viskositas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Indonesia merupakan negara dengan tanaman kakao terluas di dunia, dan menjadi negara penghasil kakao terbesar ketiga setelah Ivory Coast dan Ghana. Kakao (Theobroma cacao L) masih merupakan komoditi utama di Sulawesi, sekitar ± 70 % dari volume ekspor kakao Indonesia berasal dari Sulawesi. Karakteristik yang diinginkan dari produk cokelat meliputi rasa yang khas dan tekstur yang lembut. Rasa dan tekstur produk cokelat sangat ditentukan oleh formulasi dan kehalusan partikel sehingga kedua faktor ini sangat mempengaruhi sifat rheology dari cokelat yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui sifat rheology dari formulasi bubuk kakao dan margarin sebagai pengganti lemak dari bubuk kakao, dengan penambahan pengemulsi. Setelah semua bahan ditimbang, kemudian dimasukkan kedalam mesin pemasta cokelat (ball mill mini) yang sudah diatur suhunya dengan 60°C dan lama proses penghalusan cokelat sekitar 5 jam. Setelah semua bahan tercampur rata menjadi pasta kemudian melanjutkan untuk proses conching.
Berdasarkan perhitungan yangdilakukan,Karakeristik rheology cokelat cair dengan formulasi bubuk kakao dan margarin dapat ditentukan dengan menggunakan metode Mitschka.Rheology cokelat cair yang diformulasi dari bubuk kakao, margarin, susu, dan gula memperlihatkan sifat pseudoplastic yang ditunjukkan oleh penurunan viskositas tampak dengan peningkatan shear serta nilai n berkisaran antara 0,3 – 0,6 Pa.s.Sifat rheology cokelat cair yang diformulasi dari bubuk kakao, margarin, susu, dan gula dipengaruhi oleh suhu dan komposisi bahan.Dan pengaruh formulasi terhadap nilai viskositas relatif kecil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/59</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i1.59</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017; 50 - 61</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/59/49</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/61</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:28:00Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Penentuan Jumlah Butir Gabah dengan Computer Vision</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Tamrin, Andi Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Jumlah Gabah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Computer Vision</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Contour Finding</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Perkiraan produksi padi, salah satunya dapat dilakukan dengan menghitung jumlah butir padi atau gabah yang dihasilkan. Metode perkiran ini digunakan dalam berbagai penelitian yang berhubungan dengan peningkatan produksi padi, seperti pengaruh pemberian pupuk, perlakuan metode tanam dan lainnya. Menghitung jumlah butir padi tentu saja membutuhkan waktu, ketekunan dan ketelitian. Untuk itu diperlukan sebuah metode yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah gabah yang dihasilkan dengan cepat dan akurat. Salah satunya dengan Computer Vision.Penelitian ini menggunakan Raspberry Pi tipe B yang dilengkapi dengan kamera 5 MP. Proses pengolahan citra meliputi penentuan Region of Interest (ROI) dan proses deteksi menggunakan ContourFinding. Tingkat akurasi dari hasil deteksi yaitu 99%. Posisi benih yang terdeteksi dengan tepat yaitu posisi benih yang terpisah dengan benih lain lebih dari 1 mm dan posisi benih yang berpeluang tidak terdeteksi dengan tepat yaitu posisi berhimpit dan bertumpuk serta tingkat kesalahan (error rate) pada proses pengujian yaitu pada benih berhimpit sebesar (0,23), pada benih bertumpuk sebesar (0,09) dan benih terpisah sebesar (0,01) serta tingkat kesalahan dalam proses perhitungan sebesar (0,03). Adapun ukuran gambar yang sesuai untuk proses pengolahan citra yaitu ukuran dengan Resize 75% (3,75 MP) dengan kecepatan deteksi 1.34 detik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/61</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i2.61</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017; 62 - 70</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/61/52</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/62</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:27:46Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Jenis dan Tingkat Serangan Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi  Menggunakan Alat Spektrometer</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Astriah, Evi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Useng, Daniel</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Prawitosari, Totok</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Tanaman Padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penyakit Tanaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Spektrometer</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Hama dan penyakit merupakan salah satu resiko yang harus dihadapi setiap usaha pembudidayaan tanaman padi. Adanya serangan hama dan penyakit dapat menjadi faktor terjadinya penurunan hasil tanaman padi. Dengan kemajuan teknologi, petani dapat meningkatkan hasil produksi tanaman padi. Salah satu intrumen teknologi yang dapat digunakan yaitu spektrometer. Alat ini dapat mengukur spektrum benda berdasarkan cahaya yang terpantulkan dan menghasilkan panjang gelombang. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi tingkat serangan hama dan penyakit tanaman padi dengan alat spectrometer untuk menentukan panjang gelombang yang spesifik dalam penentuan tingkat serangan hamadanpenyakittanaman. Metode yang digunakan adalah menganalisis kondisi tanaman padi yang terserang hama/penyakit, menggunakan alat spektrometer dengan pengolahan data menggunakan software spektrawiz berdasarkan nilai kanal blue, green, red, dan NIR yang dihasilkan. Hasil yang diperoleh yaitu untuk varietas dengan serangan hama putih memiliki nilai NDVI R2 maksimum yautu 0,968, nilai RVI R2 maksimum yaitu 0,829, dan NDRE R2 maksimum yaitu 0,994. Varietas dengan serangan hama penggerek batang memiliki nilai NDVI R2 maksimum yautu 0,955, nilai RVI R2 maksimum yaitu 0,994, dan NDRE R2 maksimum yaitu 0,829. Varietas tanaman padi yang tidak terserang hama tertentu (hama putih dan hama penggerek batang) memiliki nilai NDVI R2 maksimum yautu 1, nilai RVI R2 maksimum yaitu 0,89, dan NDRE R2 maksimum yaitu 0,997.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/62</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i2.62</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017; 71 - 88</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/62/53</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/63</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:27:32Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Penggunaan Zat Etefon Terhadap Sifat Fisik Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Wirasaputra, Ari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Waris, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pisang Kepok</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Etefon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perubahan Susut Bobot</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Warna</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Buah pisang menempati posisi pertama dengan produksi dan luas panen tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2002 produksinya mencapai 4.384.384 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 6,5 triliun. Pisang di Indonesia juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri olahan pisang misalnya Pisang Epe, Pisang Ijo, Barongko, Es Palubutung dan tepung pisang. Hal itu menyebabkan tingginya permintaan buah pisang yang sudah matang sehingga pedagang biasanya melakukan pematangan buah dengan metode zat etefon. Sehingga perlu dilakukan efek mutu dan konsentrasi penelitian menggunakan zat etefon dengan formulasi yaitu 10ml, 15ml, 20ml, 25ml, dan 30ml. Buah pisang lalu direndam untuk membandingkan pengaruh banyakanya formulasi zat etefon terhadap perubahan warna (L*, a*, b*) dan bobot buah pisang selama dua minggu penyimpanan. Buah pisang dengan formulasi zat etefon 30ml menunjukkan perubahan pematangan buah pisang cenderung lebih cepat dari pada formulasi lainnya. Hal tersebut terlihat pada nilai L* buah yang cenderung lebih tinggi yaitu 60,18 pada hari ke tiga penyimpanan. Meskipun demikian, nilai a* tertinggi terjadi pada formulasi 15ml yaitu mencapai 15.68 pada hari ke delapan penyimpanan. Sedangkan nilai b* tertinggi terjadi pada buah dengan formulasi 30ml yaitu mencapai 27,35 pada hari ke depalan penyimpanan. Adapun susut bobot tertinggi yaitu 53,06 pada hari ke-14 penyimpanan. Hal ini terjadi pada buah pisang yang digunakan sebagai kontrol yaitu buah yang tidak direndam pada zat etefon.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/63</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i2.63</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017; 89 - 98</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/63/54</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/64</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:27:18Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pendugaan Produktivitas Padi Sawah Berdasarkan Reflektansi (Indeks Vegetasi),  Warna dan Kerapatan Tanaman</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Pratiwi, Nugrah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Useng, Daniel</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Spektrometer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Indeks Vegetasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kerapatan Tanaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Warna</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Produktivitas Padi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Jumlah produksi padi sawah dari tahun ke tahun mengalami perubahan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas padi sawah yaitu dengan mengatur kerapatan tanaman. Data produktivitas tanaman padi dapat diperoleh melalui pengukuran di lapangan dengan penggunaan teknologi yang salah satunya yaitu dengan memanfaatkan reflektansi tanaman. Berdasarkan data tersebut maka diperoleh hubungan antara reflektansi (indeks vegetasi), warna, kerapatan tanaman, dan produktivitas padi sawah untuk menduga produksi pada suatu kawasan yang sama. Pengukuran lapangan berupa pengukuran reflektansi menggunakan spektrometer, pengambilan potret kenampakan lahan, pengukuran tinggi tanaman, biomassa, dan produktivitas padi sawah. Hasil yang diperoleh menunjukkan pada awal pertumbuhan hingga 38 HST, reflektansi warna lahan dengan tanaman padi berada pada kuadran IV yaitu antara merah dan biru. Hal ini disebabkan warna kenampakan air dan tanah masih mendominasi. Kemudian akan berubah pada puncak pertumbuhan hingga memasuki masa panen menuju kuadran II yaitu antara hijau dan kuning dimana tanaman padi mendominasi. Estimasi produktivitas tanaman padi yang diperoleh memiliki hubungan yang akurat dengan hasil pengukuran. Kerapatan tanaman memiliki hubungan yang cukup kuat dengan peningkatan produktivitas padi (ton/ha), koefisien determinasi (R2) yaitu 0,7. Tanaman padi pola tanam Legowo 2-1 lebih memiliki pengaruh terhadap peningkatan indeks dibandingkan pola tanam Tegel. Nilai indeks vegetasi tanaman padi memiliki hubungan yang lemah dengan produktivitas padi (ton/ha) pada beberapa indeks kecuali RDVI.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/64</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i2.64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017; 99 - 108</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/64/55</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/65</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:27:04Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Biofisik Tanaman Padi dengan Citra Drone (UAV) Menggunakan Software  Agisoft Photoscan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Irawaty, Elma</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Useng, Daniel</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Stereoskopis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kondisi Fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">3 D (Dimensi)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Agisoft Photoscan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Hasil pertanian yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia antara lain adalah padi. Akan tetapi, salah satu tantangan dalam membangun pertanian adalah adanya kecenderungan menurunnya produktivitas lahan. Salah satu upaya pencegahannya adalah menerapkan sehingga dapat memperoleh informasi berupa data citra penggambaran kondisi fisik tanaman (ketinggian atau kerapatan) sebagai data bantuan untuk menghitung produktivitas lahan sawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuitingkat produktivitas padiberdasarkan varietas dan pola tanam menggunakan pengolahan data citra tiga dimensi (3D). Tahapan dari penelitian ini dimulai dari pengambilan data citra dan pengukuran lapangan, kemudian data citra akan diolah menggunakan Software Agisoft Photoscan. Software Agisoft Photoscan ini memanfaatkan metode stereoskopis yang mengubah data citra 2D menjadi 3D. Pengukuran dilakukan pada beberapa sampel yang memiliki varietas dan pola tanam berbeda. Kemudian dilakukan validasi data antar kedua pengukuran agar tingkat akurasi dapat diperoleh. Selain itu, dilakukan juga pengukuran dengan menggunakan data uji yang berfungsi sebagai analisis prediksi nilai pengukuran kondisi fisik tanaman. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan bahwa tingkat akurasi pengukuran menggunakan software Agisoft Photoscan untuk ketinggian tanaman mencapai 70%, sedangkan kerapatan tanaman mencapai tingkat akurasi sebesar 60%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/65</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i2.65</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017; 109 - 122</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/65/56</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/66</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:26:50Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Sebaran Suhu Buah Terung Belanda (Chyphomandra betacea) pada Berbagai Tingkat  Kematangan Selama Proses Pendinginan (Hydrocooling)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Pagiling, Fransiska</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Supratomo, Supratomo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faridah, Sitti Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Hydrocooling</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sebaran Suhu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pendinginan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Terung Belanda</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Terung belanda (Cyphomandra betacea) merupakan salah satu tanaman tropik yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kurangnya perhatian akan penanganan pasca panen pada produk pertanian menyebabkan kemunduran mutu dan berkurangnya nilai jual produk. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan mutu pada produk pertanian dengan menekan laju respirasi dan transpirasi melalui precooling. Pada penelitian ini dilakukan penanganan pasca panen pada buah terung belanda berupa precooling dengan sistem hydrocooling yang bertujuan untuk mempelajari sebaran suhu, pengaruh hydrocooling terhadap sifat fisik dan laju pendinginan pada buah. Parameter yang diamati adalah sebaran suhu, bobot dan laju pendinginan. Laju pendinginan komersial yang diterapkan pada produk pertanian digambarkan dengan 7/8 waktu pendinginan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa distribusi suhu dari permukaan hingga pusat buah untuk mencapai suhu pendinginan pada buah mengkal membutuhkan waktu selama 43 menit, matang optimal selama 56 menit dan matang berlebih selama 36 menit. Untuk mencapai suhu 7/8 waktu pendinginan membutuhkan waktu selama 51 menit pada buah mengkal, buah matang optimal selama 48 menit dan buah matang berlebih selama 42 menit. Sehingga laju pendinginan pada buah akan semakin cepat tercapai seiring kematangan pada buah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/66</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i2.66</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017; 123 - 134</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/66/57</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/67</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:26:36Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pendugaan Lengas Tanah Inceptisol Pada Tanaman Hortikultura Menggunakan Citra Landsat 8</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mutmainna, Nurilmi Dwi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Lengas Tanah Inceptisol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Citra Landsat 8</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kelurahan Bajeng</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Algoritma Pendugaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ketersediaan air tanah atau kadar lengas tanah merupakan salah satu faktor penting bagi tanaman secara umum. Salah satu cara mengetahui lengas tanah yaitu dengan bantuan citra satelit. Inceptisol merupakan tanah muda dan mulai berkembang. Bertekstur gembur, warna tanah gelap, mempunyai struktur yang baik, dan cukup subur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun algoritma pendugaan kelengasan tanah dari komponen citra Landsat 8 Di Kelurahan Bajeng, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Takalar. Metode yang dilakukan pada penelitian ini meliputi pemotongan citra, koreksi radiometrik, pengembangan model pendugaan kadar lengas tanah menggunakan citra Landsat 8, dan pembuatan peta kontur lengas tanah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan algoritma pendugaan pada band 2 biru menghasilkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,653 dengan persamaan LT = - 130.2(B2)2 + 114.0(B2) + 11.08. Pada Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) menghasilkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,843 dengan persamaan LT = 324,6(1,5x((B5-B4) /(B5+B4+0,5))3 - 387,7 (1,5 x ((B5-B4)/(B5+B4+0,5))2 + 135,5(1,5 x ((B5-B4)/ (B5+B4+0,5)) + 20,78. Pada kromatisasi hijau menghasilkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,576 dengan persamaan LT=2E+10(B3/B2+B3+B4)3-2E+10((B3/B2 + B3 + B4 )2 + 8E+09(B3/B2+B3+B4)-8E+08.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/67</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i2.67</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017; 135 - 151</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/67/58</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/68</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:26:22Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Hydrograph Debit Banjir Rencana pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo Makassar  dengan Model Hidrologi HEC-HMS</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Pasa, Kezia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faridah, Sitti Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Debit Banjir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Permodelan HEC-HMS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hydrograph</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Simulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Groundtruth</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Bencana banjir merupakan salah satu persoalan utama masyarakat yang bermukim di daerah perkotaan dan area sekitar sungai. Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo adalah DAS yang secara administratif terletak ditengah kota besar, Makassar. Potensi kejadian banjir di DAS ini cukup besar karena posisi dan letaknya yang lebih rendah dari tinggi muka air laut dan alih fungsi lahan yang terus meningkat. Salah satu cara memperhitungkan bencana banjir adalah dengan menggunakan model Hydrologic Engineering Center’s - Hydrologic Modeling System (HEC-HMS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya debit banjir rencana yang akan terjadi selama periode waktu 2, 5, 20 dan 50 tahunan di DAS Tallo sehingga penentukan daerah-daerah yang rawan banjir dan kemampuan sungai dalam menampung banjir dapat diperhitungkan. Pengolahan data meliputi: 1. proses karakterisasi DAS Tallo menggunakan Global Mapper dan ArcMap, 2. menentukan nilai curah hujan rencana, 3. melakukan running data input dan parameter di HEC-HMS dengan metode SCS-CN, 4. mensimulasikan hasil permodelan pada ArcScene, dan 5. pengecekan/ground truth hasil permodelan pada titik-titik rawan banjir. Nilai debit banjir rencana yang diperoleh untuk periode ulang 2, 5, 20 dan 50 tahun secara berturut-turut adalah 81,80 m3/s, 115,30 m3/s, 151,20 m3/s dan 169,50 m3/s. Hasil tersebut disimulasikan di dalam ArcScene sehingga didapatkan lebar limpasan 2-8 m untuk periode ulang 5 tahunan, 2-25 m untuk periode ulang 20 tahunan dan lebih dari 25 m untuk periode ulang 50 tahunan. Sementara itu untuk periode ulang 2 tahunan tidak terjadi genangan sama sekali. Setelah dilakukan pengecekan atau groundtruth data di beberapa titik wilayah genangan, maka hasil simulasi di ArcScene sesuai dengan hasil ground truth tersebut. Dengan demikian, nilai debit banjir untuk setiap periode waktu pada DAS Tallo dapat dimodelkan dengan baik di HEC-HMS. Adapun, daerah-daerah yang secara administratif memiliki potensi terjadinya banjir akibat luapan sungai adalah daerah-daerah di sekitar pengaliran sungai terutama di daerah hilir.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/68</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i2.68</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017; 152 - 166</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/68/59</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/69</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:26:09Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Perhitungan Debit Muatan Sedimen (Suspended Load)  Pada Daerah Irigasi Lekopancing Kabupaten Maros</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Afdhaliah, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faridah, Sitti Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Irigasi Lekopancing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Suspended Loaded</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pengukuran Langsung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pendekatan Lane dan Kalinske</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pendekatan Einstein</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Daerah Irigasi Lekopancing terletak di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Irigasi ini mengairi lahan pertanian seluas 3.626 ha. Penggunaan efisiensi irigasi Lekopancing mengalami penurunan yang drastis selama beberapa tahun terakhir akibat adanya penumpukan sedimen sepanjang saluran. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung debit muatan sedimen melayang (suspended load) dengan menggunakan metode lapangan, pendekatan Lane dan Kalinske, dan pendekatan Einsten dan membandingkan hasil perhitungan dengan hasil yang berada di lapangan yang terdapatdi saluran irigasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan membagi 3 segmen irigasi dan melakukan pengambilan sampel sedimen kemudian menghitung sedimen yang ada di saluran Lekopancing dengan cara menganalisis data menggunakan pendekatan Lane dan Kalinske dan pendekatan Einstein untuk memperkirakan seberapa besar sedimen melayang di daerah irigasi tersebut. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu, debit muatan sedimen melayang tertinggi berada di segmen B yaitu 1,14x10-4 kg/s (metode langsung), 1,6x10-3 kg/s (Pendekatan Lane dan Kalinske), dan 3,7x10-3 kg/s (Pendekatan Einstein). Hasil perbandingan hubungan korelasi dari kedua pendekatan yaitu pendekatan Einstein memiliki korelasi yang baik dengan pengukuran langsung dan pendekatan Lane dan Kalinske memiliki korelasi yang kurang baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/69</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i2.69</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017; 167 - 179</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/69/60</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/70</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:25:55Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Penerapan Teknologi Ohmic Heatingpada Fermentasi Biji Kakao (Theobroma cacao L.)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Gali, Risqan Abdillah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salengke, Salengke</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iqbal, Iqbal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Biji Kakao</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Fermentasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ohmic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Konduktivitas Listrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tingkat Fermentas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Luas perkebunan kakao di Indonesia mencapai 1.724.092 ha dengan tingkat produksi mencapai 661.243 ton. Sulawesi menjadi salah satu dari penghasil kakao terbesar di Indonesia dengan luas perkebunan 984.040 ha dan tingkat produksi mencapai 460.024 ton. Namun, kualitas dari biji kakao yang dihasilkan masih sangat rendah yaitu berada pada grade 3 dan grade 4. Permasalahan tersebut dapat ditangani dengan melakukan proses penangangan pasca panen yang benar serta meningkatkan mutu biji kakao melalui penerapan teknologi fermentasi. Penelitian ini menggunakan teknologi ohmic heating pada proses fermentasi dengan memanfaatkan panas yang ditimbulkan oleh aliran listrik yang terkontrol untuk mempertahankan suhu fermentator tetap berada pada suhu 40°C, 45°C dan 50°C. Biji kakao difermentasi selama tiga dan lima hari, sebagai pembanding dilakukan proses fermentasi secara tradisional selama 5 hari serta pengeringan biji kakao tanpa melalui proses fermentasi. Setelah melakukan proses fermentasi, biji kakao dikeringkan dan dilakukan uji belah untuk mengetahui persentasi biji slaty, purple dan brown. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, nilai konduktivitas listrik pada tumpukan biji kakao meningkat secara signifikan seiring dengan meningkatnya suhu, dengan persentase biji terfermentasi yang terbesar yaitu pada suhu 50°C.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/70</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i2.70</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017; 180 - 187</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/70/61</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/71</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:25:41Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Kandungan Nitrogen Tanah Sawah Menggunakan Spektrometer</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Yuliani, Sitti Safirah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Useng, Daniel</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Spektrometer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tanah Sawah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hara Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kandungan Nitrogen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Tanah merupakan media tumbuh alami yang menyediakan makanan (unsur hara) bagi kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan (tanaman). Tanah yang memenuhi syarat agar pertumbuhan tanaman dapat optimal yang memiliki kandungan unsur hara yang cukup. Kandungan nitrogen pada tanah berbeda-beda tergantung pada karakteristik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui korelasi kandungan nitrogen (N) dengan nilai spektral, serta mengetahui ketersediaan hara (Kandungan Nitrogen) pada tanah yang dapat mempengaruhi produksi tanaman padi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan speckrometer sebagai alat optik untuk menghasilkan garis spektrum cahaya dan mengukur panjang gelombang. Hasil pengukuran spektrometer inilah yang digunakan untuk mengidentifikasi kandungan unsur hara pada tanah dimana hanya dengan melihat gelombang pada warna tanah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kandungan nitrogen pada lahan yang sama tapi cara pemupukan yang berbeda memiliki tingkat perbedaan yang tidak terlalu jauh berbeda. Hubungan kandungan nitrogen dengan nilai reflektansi mengatakan bahwa semakin tinggi kandungan nitrogen pada tanah maka nilai reflektansi semakin rendah begitu pula sebaliknya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/71</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i2.71</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017; 188 - 202</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/71/62</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/72</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:25:26Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pendugaan Produksi Dan Indeks Vegetasi Tanaman Padi Menggunakan Data Citra  Platform Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Dan Data Citra Satelit Landsat 8</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fitasari, Winda</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Useng, Daniel</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Citra UAV</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Citra Satelit Landsat 8</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Indeks Vegetasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Beras berasal dari padi atau gabah yang dibudidayakan sehingga menjadi bahan pokok makanan seperti sekarang ini. Padi (Oryza sativa L) merupakan aspek paling utama pada pertanian. Produksi padi dapat diketahui setelah masa panen berakhir. Maka itu dibutuhkan suatu informasi untuk mengetahui hasil produksi sebelum masa panen. Pemanfaatan GIS (Geograpichal Information System) atau dikenal sebagai Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat membantu mengelola sumber daya pertanian. Pemanfaatan penginderaan jauh berupa citra fotografik UAV (Unmanned Arial Vehicle) dan citra satelit Landsat 8, kita dapat memantau pertumbuhan tanaman padi serta memperoleh informasi tingkat produksi lahan sawah. Tujuan dari penelitian ini untuk memprediksi tingkat produksi tanaman padi dari hasil citra dan melihat keakuratan klasifikasi terpantau terhadap citra fotografik UAV. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Klasifikasi terpantau pada software, dengan menggunakan data lapangan. Hasil klasifikasi terpantau menunjukkan persentase untuk produksi rendah 22%, produksi sedang 51% dan produksi tinggi 27%. Tingkat kesalahan tertinggi pada klasifikasi tingkat produksi tinggi sebanyak 47,05%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa overall accuracy adalah 73,01%. Hal ini berarti tingkat ketelitian akurasi dapat diterima. Indeks vegetasi yang terbaik dalam pendugaan produksi pada tingkat varietas adalah varietas VARI green.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/72</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v10i2.72</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017; 203 - 216</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/72/63</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/73</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:19:20Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">STUDI TENTANG HUBUNGAN TINGKAT NAUNGAN DAN KADAR AIR TANAH PADA LAHAN KAKAO DENGAN NILAI DIGITAL CITRA LANDSAT 8 TM</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Amiruddin, Muhammad Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Useng, Daniel</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Haerani, Haerani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Lahan Kakao</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tingkat Naungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadar Air Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Indeks Vegetasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Digital Number</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Tanaman kakao merupakan tanaman perkebunan berprospek menjanjikan. Tetapi jika faktor pemeliharaan termasuk juga ketersediaan air tanah tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kualitas tanaman kakao akan rendah. Tingkat kadar air tanah dapat bertahan lama bila naungan dipertahankan karena kurangnya evaporasi, terutama pada musim kemarau. Di sisi lain, diperlukan data geografi berupa kondisi dan kualitas lahan kakao yang dapat diperoleh dengan cepat tanpa harus melakukan survei secara langsung di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat naungan dan dinamika kadar air tanah pada lahan kakao dengan nilai digital citra landsat 8 TM. Hasil pada penelitian ini diperoleh dengan melakukan pengolahan data citra dan analisis kadar air tanah kemudian disajikan dalam bentuk grafik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat naungan dan kadar air tanah pada lahan kakao memiliki hubungan dengan nilai digital piksel pada citra satelit landsat 8 TM. Indeks vegetasi VARIgreen (Variable Atmospherically Resistant Index) menghasilkan nilai yang lebih sesuai digunakan dalam identifikasi pengaruh tingkat naungan pada lahan kakao. Band 6 lebih efektif digunakan untuk mengetahui tingkat vegetasi yang kemudian berpengaruh terhadap dinamika kadar air tanah karena memiliki kecenderungan pola data yang hampir sama dengan nilai kadar air tanah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/73</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v8i2.73</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015; 86 - 94</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v8i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/73/64</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2015 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/74</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:19:06Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN AIR DI DAERAH IRIGASI BILA KALOLA KABUPATEN WAJO</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kusumah, Wira</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faridah, Sitti Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Jaringan Irigasi Bila Kalola</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Efisiensi Penyaluran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mean Section Method</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Daerah Irigasi Bila Kalola merupakan jaringan irigasi yang terdapat di kabupaten Wajo dan merupakan jaringan irigasi dengan sistem terbuka. Sistem jaringan irigasi Bila Kalola dilayani oleh dua bangunan utama sebagai bangunan pengambilan, yaitu Bendung Bila dan Bendungan Kalola. Bendung Bila di sungai Bila dan bendungan Kalola di sungai Kalola. Jaringan irigasi dari kedua bangunan pengambilan ini saling berhubungan dengan adanya saluran koneksi Kalola.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai efisiensi penyaluran air di saluran primer, sekunder Callaccu dan tersier di Daerah Irigasi Bila Kalola kabupaten Wajo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan mean section method untuk setiap saluran pengamatan. Debit inflow diukur pada pangkal saluran dan debit outflow pada ujung saluran. Efisiensi penyaluran air di kawasan Callaccu daerah irigasi Bila Kalola pada saluran primer sebesar 91,74%, saluran sekunder Callaccu sebesar 78,53% dan saluran tersier sebesar 69,74%. Kehilangan air terbesar pada tiap saluran disebabkan oleh faktor rembesan atau kebocoran saluran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/74</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v8i2.74</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015; 95 - 102</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v8i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/74/65</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2015 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/75</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:18:52Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">MODEL PENGERINGAN LAPISAN TIPIS GABAH KETAN (Oryza sativa glutinosa)  VARIETAS SETAIL DAN VARIETAS CIASEM</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahmayanti, Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Supratomo, Supratomo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hutabarat, Olly Sanny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pengeringan Lapisan Tipis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ketan Hitam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ketan Putih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadar Air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ketan termasuk salah satu varietas dari ribuan varietas padi yang merupakan tumbuhan semusim. Beras ketan yang dihasilkan dari padi ketan memiliki kandungan pati (amilosa dan amilopektin) yang berbeda dengan beras non-ketan. Ketan memiliki kandungan amilosa yang rendah dan memiliki kandungan amilopektin yang tinggi sehingga teksturnya lengket saat dimasak. Untuk menghasilkan beras ketan yang bermutu dan bercita rasa tinggi diperlukan penanganan pascapanen yang baik terutama dalam pengeringan gabah. Pengeringan ini bertujuan untuk menurunkan kadar air sampai batas tertentu sehingga dapat memperlambat laju kerusakan gabah akibat aktivitas biologi dan kimia sebelum gabah diolah/digunakan. Pengeringan lapisan tipis merupakan langkah mendasar dalam memahami perilaku pengeringan bahan pangan hasil pertanian, termasuk gabah. Penelitian ini menggunakan gabah padi ketan varietas Setail (ketan hitam) dan varietas Ciasem (ketan putih) yang diperoleh dari desa Sicini, kecamatan Parigi, kabupaten Gowa. Dengan alat tray drier gabah dikeringkan menggunakan tiga level suhu (50, 55 dan 60oC) dan kecepatan aliran udara 1.0 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan maka semakin cepat gabah mendekati kadar air kesetimbangan. Ketan hitam memiliki laju penguapan air yang lebih besar dibandingkan dengan ketan putih di ketiga level suhu pengeringan. Ada lima jenis model pengeringan yang diuji untuk mendeteksi perilaku MR (Moisture Ratio) yakni Model Newton, Model Henderson &amp;amp; Pabis, Model Page, Model Thompson dan Model Two-Terms Exponential. Persamaan Model Page untuk tiga level suhu dan dua jenis gabah menunjukkan nilai R2 yang paling besar dan nilai χ2 dan RMSE terkecil dibandingkan keempat persamaan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Model Page adalah model pengeringan yang terbaik karena memiliki kesesuaian yang besar terhadap karakteristik pengeringan lapisan tipis padi ketan hitam dan ketan putih.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/75</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v8i2.75</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015; 103 - 116</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v8i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/75/66</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2015 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/76</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:18:38Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">EFISIENSI PENYALURAN AIR PADA SALURAN INDUK PEKKABATA DAERAH  IRIGASI SADDANG UTARA KABUPATEN PINRANG</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Lusiantorowati, Eva</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Prawitosari, Totok</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Efisiensi Penyaluran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Irigasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pekkabata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Inflow-Outflow</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kehilangan Air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Saluran induk (saluran primer) adalah saluran yang membawa air dari jaringan utama ke saluran sekunder dan ke petak-petak tersier. Efisiensi merupakan perbandingan antara jumlah air yang diberikan dengan jumlah air yang dimanfaatkan pada proses pertanian. Saluran Induk Pekkabata merupakan bagian dari Daerah Irigasi Saddang Utara dengan panjang saluran 16.815 meter dan luas layanan 5.112 Ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besar kehilangan air pada saat penyaluran air dan mengetahui tingkat efisiensi penyaluran pada Saluran Induk Pekkabata. Penelitian ini dilakukan dengan metode kesetimbangan air, dengan mengukur debit inflow dan debit outflow, menghitung evaporasi, rembesan dan kebocoran disepanjang saluran. Besar kehilangan air pada tiap ruas pengukuran dihitung dengan mengurangkan hasil perhitungan debit masuk (inflow) dengan hasil perhitungan debit keluar (outflow) Hasil penelitian ini berupa rata-rata tingkat efisiensi pada Saluran Induk Pekkabata adalah 94,42%. Kehilangan air terbesar pada saluran disebabkan karena rembesan (seepage).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/76</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v8i2.76</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015; 117 - 123</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v8i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/76/67</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2015 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/77</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:18:24Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">UJI KINERJA DAN ANALISIS EKONOMI TRAKTOR TANGAN (YM 80) DENGAN BAJAK SINGKAL  (MOLDBOARD PLOW) PADA LAHAN SAWAH DI DESA GALESONG KABUPATEN TAKALAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Amin, Ashar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iqbal, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Traktor Tangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kapasitas Kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pengolahan Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Biaya Operasional</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penggunaan alat dan mesin pertanian sudah sejak lama digunakan dan perkembangannya mengikuti dengan perkembangan kebudayaan manusia. Pengolahan tanah biasanya menggunakan alat dengan tenaga tarik hewan atau menggunakan tenaga traktor. Penggunaan tenaga tarik traktor akan meningkatkan kapasitas kerja dan hasil yang didapatkan pada pengolahan akan lebih baik dibandingkan dengan menggunakan tenaga hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi kerja dan biaya operasional traktor tangan dalam mengolah lahan sawah dengan menggunakan implemen bajak singkal di desa galesong, kecamatan galesong, Kabupaten takalar. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan menggunkan 1 petakan dengan 3kali pengulangan pengolahan tanah . Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa kapasitas kerja traktor tangan dengan bajak singkal sebesar 0,072 ha/jam dengan tingkat efisiensi 93% dan slip roda traktor 3.59% sehingga biaya pokok pengoprasian traktor Rp 40.497,-/jam dengan konsumsi bahan bakar sebesar 1,290 liter/jam. Faktor yang mempengaruhi kapasitas kerja dan efisiensi sebauh traktor antara lain kecepatan traktor, ukuran dan bentuk petakan, keadaan vegetasi, keadaan tanah, pola pengolahan dan waktu hilang untuk belok.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/77</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v8i2.77</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015; 124 - 131</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v8i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/77/68</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2015 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/78</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:18:10Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PROFIL SIFAT FISIK BUAH TERUNG BELANDA (Cyphomandra betacea)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Pakiding, Fani Lande</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hutabarat, Olly Sanny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Terung Belanda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Berat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Volume</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tingkat Kekerasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Roling Angle</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Warna</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Terung belanda (Cyphomandra betacea) termasuk komoditi hortikultura unggulan dan hanya tumbuh di daerah dataran tinggi sehingga penanganan pasca panen yang tepat sangat dibutuhkan agar tidak merusak kualitas buah. Terung belanda sering mengalami kerusakan karena beberapa faktor yaitu faktor fisiologis, mekanis, hama dan penyakit. Buah matang yang sudah dipetik dan disimpan pada suhu kamar hanya dapat bertahan lima sampai enam hari dan setelah itu kulit buah akan memar kemudian membusuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisik meliputi distribusi berat dan volume dan tingkat kekerasan bahan, rolling angle serta perubahan warna dengan waktu penyimpanan selama 7 hari pada suhu 290C dan suhu 90C sehingga dapat menjadi acuan dan referensi dasar untuk industri pengolahan terung belanda. Hasil penelitian menunjukkan distribusi berat maupun volume terung belanda mendekati pola distribusi normal. Pengujian tingkat kekerasan tidak terlalu berpengaruh terhadap volume dan berat karena tidak memiliki suatu pola yang saling berhubungan, begitupula pada pengujian rollig angle terhadap volume dan berat pada terung belanda. Pada proses pengamatan warna selama 7 hari dengan menggunakan photoshop dan munsell pada suhu 290C maupun suhu 90C menunjukkan perubahan dari warna kuning kemerahan menjadi merah tua, namun buah yang disimpan pada suhu 290C mengalami kerusakan pada penyimpanan hari ke empat dimana terjadi pengerutan sedangkan buah yang disimpan pada suhu dingin tidak mengalami perubahan fisik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/78</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v8i2.78</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015; 132 - 139</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v8i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/78/69</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2015 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/79</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:17:56Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">APLIKASI IRIGASI TETES PADA TANAMAN CABE MERAH DI KABUPATEN ENREKANG</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kusmali, Muh.</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faridah, Sitti Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">CAbai Merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kebutuhan Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Irigasi Tetes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Waktu Operasional</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak digemari masyarakat di Indonesia, dan juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Produksi tanaman cabe merah sangat dipengaruhi oleh ketersediaan kebutuhan air tanaman sehingga pada musim kemarau produksinya mengalami penurunan drastis. Dengan demikian manajemen irigasi sangat besar peranannya dalam pengembangan budidaya tanaman cabe merah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rancangan operasional irigasi tetes pada tanaman cabe merah berdasarkan kebutuhan air pada masing-masing tingkatan umur tanaman. Metode penelitian ini dilakukan dengan menghitung kebutuhan air tanaman cabe merah perhari pada masing-masing tingkatan umur yaitu 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan. Kemudian menghitung debit rata-rata emiter sehingga diperoleh waktu operasional irigasi tetes. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air tanaman cabe merah sangat beragam berdasarkan umur tanaman yaitu 0,11 l/hari untuk umur 1 bulan, 0,422 l/hari untuk umur 2 bulan, 1,148 l/hari untuk umur 3 bulan dan 1,323 l/hari untuk umur 4 bulan. Sehingga diperoleh waktu operasional yaitu 0,055 jam/hari untuk tanaman berumur 1 bulan, 0,211 jam/hari untuk umur 2 bulan, 0,574 jam/hari untuk umur 3 bulan dan 0,662 jam/hari untuk tanaman yang berumur 4 bulan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/79</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v8i2.79</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015; 140 - 148</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v8i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/79/70</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2015 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/80</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:17:42Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">MEMPELAJARI HUBUNGAN ANTARA KONDISI PENYIMPANAN DAN KADAR AIR AWAL BIJI KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN PERTUMBUHAN JAMUR SELAMA PENYIMPANAN</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kusmiah, Nurhaya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salengke, Salengke</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Supratomo, Supratomo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kakao</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penyimpanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadar Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Jamur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kadar jamur merupakan jumlah biji berjamur dalam 100 biji selama penyimpanan, kadar jamur dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan yang digunakan, seperti kelembaban dan suhu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar jamur biji kakao yang disimpan pada 4 jenis penyimpanan yaitu kotak penyimpanan tanpa perlakuan, sirkulasi (exhaust), AC 25 °C dan 20 °C selama 3 bulan penyimpanan berdasarkan pada kadar air awalnya, biji kakao yang digunakan yaitu fermentasi 3 dan 5 hari serta tanpa fermentasi dengan kadar air awal 7% dan 10 % masing-masing sampel. Berdasarkan pengujian yang dilakukan diperoleh kadar jamur paling rendah yaitu biji kakao pada kotak penyimpanan menggunakan AC dengan suhu 20 ºC, karena pada penyimpanan ini RH dapat dipertahankan sekitar 70% dan suhu juga saangat rendah mengakibatkan jamur tidak mudah berkembang, dan berdasarkan nilai yang diperoleh pada tabel korelasi menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pertumbuhan jamur dengan kondisi penyimpanan, dimana tanda negatif pada kolom nilai menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyimpanan maka pertumbuhan jamur semakin rendah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/80</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v8i2.80</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015; 149 - 166</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v8i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/80/71</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2015 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/82</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:25:13Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Desain dan Pengujian Mekanisme Pemindah Benih Padi dengan Metode Hisap</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Astuty, Astuty</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salengke, Salengke</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Alat Tanam Padi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Jumlah Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tekanan Hisap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Needle Seeder</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Vacuum Seeder</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kebutuhan tenaga kerja merupakan salah satu penyebab penggunaan atabela sehingga banyak digunakan oleh petani. Dengan menggunakan alat tanam, proses penanaman dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. Alat tanam padi sebaiknya mampu memberikan bibit ataupun benih dengan jumlah 1 batang per titik. Hal ini dapat mengefisienkan penggunaan benih selain dapat meningkatkan produktifitas tanaman padi. Vacuum seeder merupakan alat yang digunakan untuk penyemaian benih, alat ini memanfaatkan tekanan udara untuk menghisap dan menempatkan benih secara tepat 1 benih per titik. Pengembangan dari vacuum seeder adalah needle seeder. Penabur benih ini menghasilkan tingkat presisi yang lebih baik. Namum belum ada penerapan pada benih padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penerapan sistem needle seeder dalam menjatah benih padi khususnya pada mekanisme pemindah benih padi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengembangkan sistem alat tanam benih langsung yang telah ada. Berdasarkan pengujian tanpa perlakuan pada posisi benih pada tekanan hisap 61 - 14 kPa persentase 1 benih terhisap sebanyak 59%, persentase 2 benih sebanyak 34%, persentase 3 benih sebanyak 3% dan persentase 0 benih terhisap sebanyak 3%. Pengujian dengan perlakuan pada posisi benih pada tekanan hisap 61 - 3 kPa diperoleh persentase 1 benih terhisap sebanyak 100%, persentase 2 benih sebanyak 0% dan persentase 0 benih terhisap sebanyak 0%. Sedangkan pengujian dengan perlakuan pada wadah pada tekanan hisap 61 - 2 kPa persentase 2 benih terhisap sebanyak 4%, persentase 1 benih terhisap sebanyak 96% dan persentase 0 benih terhisap sebanyak 0%. Sehingga tekanan hisap yang dibutuhkan untuk menarik tepat satu benih adalah pada tekanan hisap 61 - 2 kPa atau 0,5586 - 0,0196 atm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mekanisme pemindah benih padi menghasilkan keluaran yang presisi dengan jumlah benih terhisap 1 benih.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/82</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i1.82</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018; 1 - 10</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/82/72</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Agritechno Unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/83</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:24:58Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Dampak Pemompaan Air Tanah Terhadap Profil Resistivitas Lapisan Tanah Di Lahan Persawahan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Aprilia, Trialita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Air Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Geolistrik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Res2dinv</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah pada wilayah jenuh atau semua pori-pori dan ruang antar partikel tanah jenuh berisi air, yang terdapat pada bagian atas disebut water table dan bagian bawah disebut ground water. Konsep lain mengatakan, bahwa air tanah terdiri atas dua zona, yaitu zona tidak jenuh (unsaturated zone) dan zona jenuh (saturated zone) atau ground water. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan nilai resistivitas atau nilai tahanan jenis batuan lapisan bawah permukaan tanah sepanjang lintasan pengambilan data sebelum dan sesudah pemompaan dengan menggunakan geolistrik. Dalam metode penelitian terdapat beberapa tahap, dimana tahap pertama yaitu pengumpulan data dimana data yang dikumpul adalah data skunder, tahap kedua yaitu pengukuran resistivitas dimana pengukuran resistivitas ini menggunakan alat geolistrik multichanel, dan tahap ketiga yaitu pengolahan data dimana terdapat dua langkah yang pertama pengolahan data excel dan langkah kedua pengolahan data software res2dinv. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan nilai pada pengukuran 1 lintasan 1 sebelum dipompa nilainya dari 1,53 - 215 Ωm, lintasan 1 sesudah pompa 1,20 – 29,5 Ωm, kemudian pada lintasan 2 sebelum pompa nilainya 1,13 - 206 Ωm, lintasan 2 sesudah pompa 1,22 – 41,2 Ωm, pada pengukuran 2, lintasan 1 sebelum pompa nilainya 1,07 - 203 Ωm, lintasan 1 sesudah pompa nilainya 0,599 – 84,9 Ωm, kemudian pada lintasan 2 sebelum pompa 0,413 – 83,3 Ωm, pada lintasan 2 sesudah pompa nilainya 0,528 – 49,0 Ωm, pada pengukuran 3 lintasan 1 sebelum pompa nilainya 0,837 - 202 Ωm, lintasan 1 sesudah pompa nilainya 0,454 – 38,3 Ωm, kemudian pada lintasan 2 sebelum pompa nilainya 1,11 – 157 Ωm, pada lintasan 2 sesudah pompa nilainya 0,737 – 61,7 Ωm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwah keberadaan clay berada direntang nilai resistivitas 1-100 Ωm, keberadaan material air tanah berada di rentang nilai resistivitas sangat rendah yaitu 0,5-300 Ωm, dan keberadaan material alluvial berada di rentang nilai resistivitas dari 10-800 Ωm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/83</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i1.83</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018; 11 - 25</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/83/73</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 agritechno unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/84</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:24:44Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Ketersediaan Air pada DAS Kelara dalam Mendukung Program Percetakan Sawah Baru di Kabupaten Jeneponto</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Samsuar, Samsuar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">DAS Kelara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Percetakan Sawah Baru</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Neraca Air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Upaya pemerintah dalam mendukung pencapaian swasembada pangan khususnya untuk komoditi beras, diturunkan melalui program ekstensifikasi lahan dalam bentuk percetakan sawah baru. Namun program tersebut tidak diiringi dengan analisis ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air pertanian pada daerah percetakan sawah baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air pada DAS Kelara dalam upaya pemenuhan kebutuhan air pada areal pertanian khususnya pada daerah percetakan sawah baru. Selain itu, penelitian ini dapat memberikan gambaran pola tanam yang sesuai pada DAS Kelara sesuai dengan ketersediaan air pada DAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air pada DAS Kelara untuk budidaya padi atau jagung dengan mengandalkan curah hujan, hanya mampu memenuhi kebutuhan air tanaman sekali dalam setahun. Namun, untuk meningkatkan pemanfaatan lahan budidaya, kekurangan air pada DAS Kelara dapat diambil dari sungai Kelara. Hasil analisis ketersediaan air di DAS Kelara, maka direkomndasikan sistem pertanaman yang paling efektif yaitu Padi – Jagung – Bero, dimana awal pertanaman dilakukan di Bulan Desember dan priode bero di bulan Agustus – Oktober</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/84</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i1.84</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018; 26 - 34</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/84/74</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 agritechno unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/85</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:24:30Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Sifat Fisik Tanah dan Sistem Perakaran Vegetasi Terhadap Imbuhan Air Tanah</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Musdalipa, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faridah, Sitti Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Infiltrasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Vegetasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tekstur Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Air Tanah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Infiltrasi merupakan suatu proses masuknya air kedalam tanah secara vertikal melalui permukaan tanah yang tergantung kepada karakteristik tanah dan perakaran vegetasi. Oleh karena itu, dalam pengujian infiltrasi pada suatu lahan pertanian perlu dilakukan identifikasi karakteristik tanah (tekstur) dan karakteristik perakaran vegetasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh akar vegetasi dan tekstur tanah terhadap laju infiltrasi. Untuk menentukan hubungan antara vegetasi terhadap laju infiltrasi dilakukan pengukuran tekstur tanah, kadar air, berat akar vegetasi, dan proses terjadinya laju infiltrasi masing-masing sampel yang dilakukan dalam empat kali pengujian. Berdasarkan data yang diperoleh, besarnya pengaruh vegetasi terhadap laju infiltrasi yang dipengaruhi oleh sifat fisik tanah dapat dilihat pada hasil yang didapatkan. Data untuk tekstur tanah cenderung berpasir untuk masing-masing sampel yaitu 90,3%, 96,2%, 96,0%, dan 84,5%. Hal tersebut berpengaruh teradap laju infiltrasi karena semakin besar pori-pori tanah maka laju infiltrasi ketanah juga semakin cepat. Sedangkan pada berat akar vegetasi masing-masing nilainya adalah 1,5 g (sampel I), 1,8 g (sampel II), 1,7 g (sampel III), dan 1,3 g (sampel IV). Dari data pengukuran akar vegetasi jika dihubungkan dengan laju infiltrasi menunjukkan bahwa semakin berat akar vegetasi maka proses laju infiltrasi akan semakin cepat dan pengisian air tanah akan semakin tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengaruh sifat fisik tanah dan sistem perakaran vegetasi sangat mempengaruhi proses terjadinya laju infiltrasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/85</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i1.85</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018; 35 - 39</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/85/75</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 agritechno unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/86</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:24:16Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Uji Kinerja Mesin Pemecah Kulit Gabah (Husker) Tipe Rol Karet pada Penggilingan Gabah Kecil</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mulyawan, Diah Pramana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iqbal, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Penggilingan Gabah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Efisiensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Husker</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mutu Beras</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Rendemen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penggilingan gabah sangat berperan nyata dalam memajukan perberasan nasional. Mutu beras yang rendah dan harga yang fluktuatifcenderung tidak memberikan insentif kepada petani. Tingginya kebutuhan akan beras, menyebabkan kebutuhan alat mesin pertanian pun meningkat. Mesin pengupas gabah yang banyak dipakai dewasa ini adalah tipe roll karet. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung efesiensi mesin pemecah kulit gabah (husker) dan mengetahui mutu beras. Penelitian ini juga bertujuan untuk menghitung rendemen yang dihasilkan dari mesin pemecah kulit gabah (husker).Penelitian dilakukan, dilokasi penggilingan gabah kecil yang bertempat di kelurahan laikang, kecamatan biringkanaya, makassar, sulawesi selatan.Pada penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap diantaranya tahap pengumpulan alat dan bahan. Parameter untuk menganalisis kapasitas giling, mutu beras dan rendemen beras dilakukan pengamatan untuk bobot gabah yang akan digiling, bobot beras hasil gilingan, dan waktu menggiling gabah menjadi beras. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan bahwa nilai rendemen giling meningkat pada kecepatan putaran 1354 rpm. Hasil dari efisiensi pengupasan pada kecepatan putaran mesin 1237 rpm&amp;nbsp; persentase rata-rata efisiensi pengupasan 46,3%, pada rpm 1354 diperoleh hasil rata-rata efisiensi pengupasan berkisar 46,7% dan pada kecepatan putaran mesin 1395 rpm diketahui persentase rata-rata efisiensi pengupasan 46,6%.Mutu beras yang dihasilkan dari kualitas pengupasan pada kecepatan putaran mesin 1237 rpm persentase butir utuh 70,03 %, butir patah 3,58%, butir menir 1,51%. Persentase butir utuh pada kecepatan putaran 1354 rpm yaitu 67,75%, butir patah 5,16% dan butir menir 2,89%. Sedangkan pada kecepatan putaran mesin 1395 rpm persentase butir patah 56,26%, butir patah 4,80%, butir menir 1,27%.Mutu gabah yang diperoleh dari pengamatan derajat kebersihan gabah butir hijau termasuk kategori mutu III, butir kuning termasuk mutu IV, butir rusak mutu IV, butir asing mutu IV dan butir kapur termasuk kategori mutu II. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa standar mutu pada kecepatan putaran 1237 rpm termasuk mutu beras paling baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/86</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i1.86</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018; 40 - 48</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/86/76</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 agritechno unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/87</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:24:02Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Perubahan Lahan Tambak di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar  Menggunakan Citra Satelit Resolusi MenengahTahun 2010 dan 2016</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Malik, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Prawitosari, Totok</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faridah, Sitti Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">SIG</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Citra Satelit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Peta</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Lahan tambak merupakan salah satu jenis dari lahan pertanian. Secara umum, Tambak merupakan kolam yang dibangun di daerah pasang surut dan digunakan untuk memelihara bandeng, udang laut dan hewan air lainnya yang biasa hidup di air payau. Dalam kegiatan alih fungsi lahan sangat erat kaitannya dengan permintaan dan penawaran lahan, dimana penawaran atau persediaan lahan sangat terbatas sedangkan permintaan lahan yang tidak terbatas. Perubahan lahan dapat di lihat dengan pendekatan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menambah informasi yang akan didapat, seperti sistem input data peta yang baik. Pendekatan ini menerapkan teknologi berbasis geospasial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan dan mengidentifikasi penyebaran lahan tambak dengan menggunakan citra satelit resolusi menengah di kecamatan Biringkanaya kota Makassar pada tahun 2010 dan 2016. Adapun prosedur dalam penelitian ini dilaksanakan dengan tahapan pengumpulan data batas administrasi Kecamatan. Citra Satelit Landsat 8 tahun 2016 dan Citra Satelit SPOT 4 tahun 2010. Kemudian Komposit Citra, Koreksi Radiometrik, Koreksi Geometrik, Pengambilan Lokasi Sampel (Training Area) dan Analisis Keakuratan. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh Perubahan lahan di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar pada tahun 2010 hingga 2016 yaitu lahan tambak yang tetap sebagai lahan tambak sebesar 161,8 ha (5%), lahan tambak menjadi lahan pemukiman sebesar 160,37 ha (4%), lahan pemukiman menjadi lahan tambak sebesar 31,4 ha (1%) dan lahan pemukimantetap sebagai lahan pemukiman sebesar 3321,83 ha (90%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/87</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i1.87</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018; 49 - 58</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/87/77</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 agritechno unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/88</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:23:48Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Uji Kinerja Aplikator Pupuk Organik Dan Pengaruh Bahan Organik Terhadap Sifat  Fisik Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Melon (Cucumis melo L.)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hartono, Hartono</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iqbal, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Useng, Daniel</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Aplikator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">BAhan Organik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pertumbuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sifat Fisik Tanah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Salah satu cara untuk memperbaiki struktur tanah adalah dengan penggunaan bahan organik. Penggunaan bahan organik pada lahan petanian menggunakan aplikator memiliki beberapa kelebihan yaitu menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu pengerjaan. Aplikator pupuk organik dirancang khusus untuk menyalurkan pupuk organik ke lahan pertanian utamanya di sekitar tanaman baik di antara tanaman ataupun di sela tanaman dengan kedalaman dan dosis tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari aplikator pupuk organik pada lahan tanaman hortikultura (melon) dan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik menggunakan aplikator terhadap pertunbuhan tanaman melon dan sifat fisik tanah. Untuk mendapatkan kapasitas lapang aplikator dilakukan pengujian pada lahan pertanian dan pengambilan sampel tanah pada awal penelitian dan setelah panen untuk mengetahui sifat fisik tanah serta dilakukan pengukuran pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil pengujian aplikasi pupuk organik menggunakan aplikator pupuk organik pada lahan tanaman melon diperoleh tingkat aplikasi pupuk organik sebanyak 12 ton/ha, sedangkan kebutuhan tanaman melon sebesar 16 ton/ha sehingga rasio aplikasi pupuk organik terhadap dosis yang diharapkan adalah 3 : 4. Pemberian bahan organik menggunakan aplikator memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman melon serta sifat fisik tanah (kadar air dan bulk density).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/88</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i1.88</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018; 59 - 66</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/88/78</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 agritechno unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/89</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:23:34Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Daya Dukung Tanah Pada Lahan Sawah Siap Tanam</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Suparding, Suparding</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Supratomo, Supratomo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Plat Pembebanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Daya Dukung Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tekstur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kadar Air Tanah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Daya dukung tanah merupakan daya yang dibutuhkan oleh tanah untuk menahan beban yang berada diatasnya. Daya dukung tanah sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah seperti kadar air tanah, berat isi, struktur, kelembaban, bahan organik tanah, dan tekstur tanah. Metode plat pembeban merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui daya dukung tanah. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya dukung tanah pada lahan persawahan yang siap tanam dengan menggunakan plat pembeban. Tahapan dari penelitian ini yaitu pengujian daya dukung tanah menggunakan Plat besi pembebeban dengan luas permukaan 50 cm2, 120 cm2, dan 150 cm2 dengan pemberat 1 kg, 2 kg, dan 3 kg. Dengan kadar air tanah 56,7% dan fraksi pasir 11% diperoleh hubungan antara daya dukung tanah (y) dengan bobot pemberat (x) adalah y = 0,8592x dan daya dukung tanah (y) dengan luas penampang alat (x) adalah y = 20,00e0,04x. Sedangkan daya dukung tanah (y) pada kadar air 48,6 % dengan fraksi pasir 4 % dengan luas penampang alat (x) menghasilkan rumus y = 41,57e0,04xdan daya dukung tanah (y) dengan bobot pemberat (x) menghasilkan rumus y = 0,8592x.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/89</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i1.89</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018; 67 - 80</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/89/79</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 agritechno unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/90</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:23:20Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Rancang Bangun Sistem Kendali Kecepatan Putar Motor DC menggunakan PID  Controller pada Mesin Pengaduk</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kasmira, Kasmira</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Waris, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kecepatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">PID</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kestabilan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kegiatan pengadukan bahan-bahan pertanian menjadi berbagai macam produk pangan ataupun non pangan membutuhkan mesin pengaduk. Mesin pengaduk dalam penelitian ini memiliki masalah saat digunakan yaitu bahan yang diaduk melumpah dari wadah, suara yang dihasilkan berisik dan motor cepat panas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sistem kendali yang baik pada mesin pengaduk agar dapat meningkatkan kinerja dari mesin pengaduk. Metode yang dilakukan yaitu perancangan sistem perangkat keras dan perangkat lunak. Sistem perangkat keras menggunakan komponen mikrokontroler, Solid State Relay (driver motor), Motor DC (aktuator), rotary encoder (sensor) dan power supplay (sumber tegangan) sedangkan sistem perangkat lunak berisi algoritma bahasa program kendali PID. Prinsip kerja sistem yaitu lup tertutup dimana kecepatan motor akan terbaca oleh sensor dan diinformasikan ke mikrokontroler untuk membandingkan dengan kecepatan yang diinginkan, kemudian memperbaiki kesalahan yang terjadi. Berdasarkan hasil tuning dengan menggunakan metoda internal control (MIC) diperoleh konstanta PID sebesar Kp: 0.259, Ki:5.647 dan Kd: 0.200. Nilai konstanta yang diperoleh sudah dapat memberikan kestabilan pada berbagai kecepatan (62,130,190 dan 252 rpm). Pengujian kecepatan motor DC pada mesin pengaduk dengan mengunakan beban yaitu adonan roti dan kedelai menghasilkan kecepatan yang dapat mengikuti set point (kecepatan yang diinginkan) dan respon sistem menunjukkan settling time yang pendek, overshoot bernilai 0 dan nilai error steady state yang masih berada pada batas toleransi yaitu 2% atau 5%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/90</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i1.90</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018; 81 - 92</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/90/80</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 agritechno unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/91</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:23:06Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Mempelajari Tingkat Kerusakan Gabah yang di Panen Dengan Menggunakan Combine Harvester Tipe Kubota DC 70</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhammad, Fachry</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pemanenan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Combine Harvester</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Gabah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kerusakan Panen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pemanenan merupakan salah satu proses utama dalam budidaya, Pemanenan padi bertujuan untuk mendapatkan gabah dari lapangan pada tingkat kematangan optimal, mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin. Salah satu teknologi pemanenan yang sering digunakan sekarang ini yaitu comabine harvester, yaitu alat pemanen padi yang dapat memotong bulir tanaman yang berdiri, merontokkan dan membersihkan gabah sambil berjalan dilapangan. Namun dalam penggunaanya juga terjadi kerusakaan pada padi. Untuk mengetahui tingkat kerusakan pada penggunaan comabine harvester digunakan metode sampling pada hasil panen. Dengan cara mengambil 1 kg dari setiap karung setelah itu dari 1kg diambil lagi 100 gram. Kemudian memilih gabah yang rusak, patah, yang masih ada malainya, dan yang masih ada kotorannya. Dari hasil penelitian didapatkan persentase gabah utuh, gabah patah, gabah rusak, gabah yang memiliki malai masing-masing sebesar 95%, 0,07%, 0,713%, 3,735% sementara untuk kotoran yang ikut bersama gabah sebesar 0,414%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa comabine harvester memeliki kinerja yang bagus dalam pemanenan dengan persentase gabah utuh yang besar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/91</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i1.91</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018; 93 - 97</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/91/81</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 agritechno unhas</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/114</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:17:28Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Suhu dan Konsentrasi Larutan Gula Terhadap Proses Dehidrasi Osmosis Buah Pisang Kepok Mengkal (Musa Paradisiaca Forma Typica)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Saputra, Andyka</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Supratomo, Supratomo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Dehidrasi osmosis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pisang kepok</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Suhu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Konsentrasi larutan gula</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Dehidrasi Osmosis merupakan salah satu bentuk pretreatment pada bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perlakuan yang terbaik dalam proses dehidrasi osmosis pada buah pisang kepok mengkal. Buah pisang kepok mengkal akan direndam selama 5 jam dengan pengaruh suhu 40oC, 50oC dan 60oC. Dan dengan pengaruh konsentrasi larutan gula 50 Brix, 60 Brix dan 70 Brix. Perlakuan suhu 60oC dan konsentrasi larutan gula 70 Brix menghasilkan kadar air yang paling rendah yakni sebesar 33.59% basis basah, Weight Reduction (WR) yang paling tinggi yakni sebesar 1.1947 dan efektivitas yang paling tinggi yakni sebesar 1.1116. Adapun pada perlakuan suhu 60oC secara individu menghasilkan Solid Gain (SG) yang paling rendah sebesar 2.79 g dan perlakuan konsentrasi larutan gula 60 Brix secara individu menghasilkan Solid Gain (SG) yang paling rendah yakni sebesar 2.83 g. Perlakuan konsentrasi larutan gula 70 Brix secara individu menghasilkan Water Loss (WL) yang paling tinggi sebesar 1.16 g.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/114</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i2.114</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 2, Oktober 2018; 98-112</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/114/97</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/115</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:17:14Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Uji Kinerja Dan Analisis Biaya Mesin Pencacah Pakan Ternak (Chopper)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sari, Novita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salim, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Mesin pencacah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Rumput gajah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Uji kinerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Analisis biaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">ABSTRAK
Rumput gajah merupakan tanaman rumput-rumputan yang banyak dimanfaatkan pada bidang peternakan karena memiliki nutrisi yang dapat mempercepat pertumbuhan ternak. Mesin pencacah rumput gajah merupakan suatu mesin yang dapat membantu peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2018 di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja mesin pencacah pakan ternak yang meliputi kapasitas mesin, persentase panjang cacahan bahan dan konsumsi bahan bakar serta menghitung biaya pokok pengoperasian alat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecepatan putaran 740 rpm diperoleh nilai rata rata kapasitas kerja mesin pencacah rumput gajah sebesar 121,4 kg/jam. Hasil persentase panjang cacahan rumput gajah (&amp;lt;5cm) (W1) diperoleh nilai rata-rata sebesar 45,28 %, Sedangkan hasil persentase panjang cacahan rumput gajah (&amp;gt;5cm) (W2) diperoleh nilai rata-rata sebesar 54,62 %. Untuk konsumsi bahan bakar pada mesin pencacah rumput gajah diperoleh nilai rata-rata sebanyak 1,24 ℓ/jam. Analisis biaya pokok terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap. Untuk biaya tetap mesin pencacah chopper model PC-700 sebesar Rp 4.272/jam, sedangkan biaya tidak tetap yaitu Rp 24.678/jam. Jadi total dari biaya pokok pengoperasian mesin pencacah chopper model PC-700 sebesar Rp 28.950/jam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/115</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i2.115</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 2, Oktober 2018; 113 - 120</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/115/98</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/130</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:17:01Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Uji Kinerja Micro sprinkler Tipe G 360 Degree Rotary</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Endrayanti, Kadek</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Samsuar, Samsuar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Irigasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Micro Sprinkler</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Micro sprinkle tipe G 360 degree rotary</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Permasalahan air sangat berpengaruh terhadap lahan pertanian, pada musim kemarau kekurangan air dan kekeringan diberbagai wilayah. Permasalahan lainnya yaitu terbatasnya jumlah air yang dapat dieksplorasi dan dikonsumsi, sedangkan jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah menyebabkan kebutuhan air baku meningkat secara drastis. Irigasi mikro dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan produktivitas lahan kering. Sistem irigasi ini hanya mengaplikasikan air disekitar perakaran tanaman. Salah satunya adalah micro sprinkler tipe G 360 degree rotary. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui efisiensi keseragaman irigasi berdasarkan bentuk pola peletakan micro sprinkle tipe G 360 degree rotary sehingga dapat menjadi acuan bagi petani setempat dalam mengelola pemberian air pada tanaman untuk mengefisiensikan penggunaannya. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai rata-rata koefisien keseragaman (CU) pada pola segi empat sebesar 57,21% dan nilai rata-rata distribusi keseragaman (DU) sebesar 31,96 % sedangkan pada pola segi tiga menunjukkan nilai rata-rata koefisien keseragaman (CU) sebesar 50,34% dan nilai rata-rata distribusi keseragaman (DU) sebesar 21,05 % Kecilnya nilai CU dan DU disebabkan oleh rendahnya tekanan dan jarak tumpang tindih (overlapping) sehingga pendistribusian tidak merata.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/130</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i2.130</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 2, Oktober 2018; 121 - 128</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/130/99</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/133</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:16:47Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Web-Based Computer Assisted Design Dimensi Bangunan Talang &amp; Gorong-Gorong</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Jasmila, Jasmila</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Bangunan Irigasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bangunan Pelengkap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Dimensi Bangunan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Website</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Salah satu aspek sarana dan prasana yang penting untuk pertanian adalah bangunan irigasi. Bangunan irigasi berfungsi untuk menyediakan aliran air pada areal persawahan. Pada bangunan irigasi terdapat berbagai jenis bangunan termasuk bangunan pelengkap. Secara umum proses perancangan bangunan irigasi terkhusus pada bangunan talang dan gorong-gorong masih dilakukan secara manual dimana membutuhkan analisis perhitungan dimensi dan perancangan yang rumit. Berdasarkan hal tersebut, didukung dengan kemajuan teknologi informasi (TI) maka dapat diterapkan sistem perancangan secara online melalui sistem website yaitu web based computer assisted design. Tujuan website ini yaitu dapat digunakan untuk membantu perhitungan secara umum atau perancangan bangunan irigasi dalam melakukan pekerjaan perhitungan dimensi bangunan pelengkap irigasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Web Development Life Cycle (WDLC) yang meliputi analisis kebutuhan, website planning, pengembangan web dan implementasi. Hasil penelitian menampilkan website yang terdiri dari beberapa menu yaitu menu home, konversi, kalkulator, referensi, bantuan dan tentang. Dari enam menu yang ada terdapat dua menu utama dan empat menu tambahan, yang menjadi menu utama yaitu menu konversi dan kalkulator. Pada menu konversi dapat digunakan untuk mengkonversi jenis satuan Panjang, kecepatan, dan volume sedangkan pada menu kalkulator terdapat kalkulator untuk perhitungan dimensi gorong-gorong dan talang yang terdiri dari luas penampang (A), jari-jari hidrolis (R), keliling basah (P) lebar saluran (b), kedalaman saluran (h). Dengan demikian para perancang dapat dengan mudah melakukan perencanaan dan perancangan bangunan yang ekonomis dengan memperhitungankan dimensi yang sesuai dengan perhitungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/133</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i2.133</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 2, Oktober 2018; 129 - 138</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/133/100</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/135</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:16:33Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Pemanasan Ohmic Terhadap Kadar Antosianin Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahyuni, M</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salengke, Salengke</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Ohmic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ekstraksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kulit Buah Naga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Antosianin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Konduktivitas Listrik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Warna merupakan salah satu sifat organoleptik yang penting bagi makanan mempengaruhi persepsi konsumen. Zat pewarna alami yang berpotensi untuk diekstrak adalah antosianin dari kulit buah naga. Antosianin adalah pigmen yang sifatnya polar dan larut dengan baik dalam pelarut-pelarut polar. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi antosianin dengan pelarut air. Pemanasan Ohmic merupakan salah satu teknologi alternatif yang dapat digunakan pada proses ekstraksi pada suhu tinggi. Ohmic merupakan proses pemanasan, dimana arus listrik dilewatkan melalui bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik pemanasan Ohmic dan konduktivitas listrik bubur (puree) kulit buah naga, dan mengetahui perubahan kadar antosianin dalam kulit buah naga setelah pemanasan ohmic. Proses pemanasan dilakukan pada tiga suhu yaitu 70 °C, 90 °C, 110 °C. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa laju pemanasan dan perubahan konduktifitas listrik relatif konstan sampai mencapai suhu setting point. Kadar antosianin pada kulit buah naga sangat dipengaruhi oleh suhu dan lama pemanasan, dimana semakin tinggi suhu pemanasan dan waktu pemanasan semakin lama maka semakin rendah antosianin dalam produk yang dihasilkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/135</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i2.135</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 2, Oktober 2018; 139 - 146</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/135/101</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/136</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:16:19Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Kecepatan Combine Harvester pada Roda Sebelah Dalam dan Luar Terhadap Pemadatan Tanah pada Saat Pembelokan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Muluk, Sitti Munawarah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faridah, Sitti Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Combine Harvester</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bulk Density</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pemadatan Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Roda dan Kecepatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pemadatan tanah adalah perubahan keadaan dimana terjadi penyusutan volume tanah atau terjadi kenaikan berat tanah pada satu satuan volume tertentu. Pemadatan tanah dipengaruhi oleh besar kecilnya energi pemadatan yang diberikan, seperti penggunaan combine harvester. Pada saat pemanenan akan memberikan dampak negatif berupa terjadinya perubahan sifat fisik dan mekanik tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lintasan combine harvester terhadap pemadatan tanah serta mengetahui pengaruh kecepatan combine harvester pada roda sebelah dalam dan luar terhadap pemadatan tanah yang terjadi. Metode yang digunakan adalah mengambil sampel tanah sebelum dan setelah dilintasi combine harvester dalam proses pemanenan tanaman padi (Oryza sativa L.). Sampel dianalisis untuk mengetahui nilai kadar air tanah, bulk density, partikel density, dan porositas. Parameter tersebut digunakan untuk mengetahui nilai pemadatan tanah yang terjadi pada saat pembelokan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa lintasan dalam proses pembelokan mengakibatkan terjadinya perbedaan nilai bulk density pada roda sebelah dalam dan luar. Hal ini disebabkan pengaruh tekanan pada roda sebelah dalam lebih besar dibandingkan pada roda sebelah luar. Perbedaan terjadi karena jarak tempuh pada roda sebelah luar lebih jauh dibandingkan pada roda sebelah dalam, sehingga kecepatan pada roda sebelah luar lebih besar dibandingkan pada roda sebelah dalam. Hal ini disebabkan combine harvester berputar pada arah kanan maka titik kuat alat cenderung pada roda sebelah dalam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/136</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i2.136</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 2, Oktober 2018; 147 - 154</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/136/102</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/138</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:16:05Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Web-Based Computer Assisted Design untuk Dimensi Bangunan Saluran Irigasi</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurmila, Nurmila</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Website</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Dimensi Saluran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sistem Informasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kalkulator</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Di era digital saat ini, hampir seluruh kegiatan masyarakat menggunakan internet dalam memenuhi kebutuhannya. Sama halnya dalam bidang pertanian, diperlukan sebuah media yang dapat diakses oleh masyarakat yang dapat memberikan informasi mengenai perencanaan dimensi saluran. Dengan adanya web assisted design ini, diharapkan dapat memudahkan dalam perencanaan dimensi saluran. Website ini dibangun berdasarkan metode Web Development Life Cycle (WDLC) yang meliputi tahapan website planning, analisi kebutuhan, tahapan pengembangan web, dan implementasi. perangkat lunak yang digunakan untuk membangun dan menjalankan web ini yaitu visual studio code, server yang digunakan adalah Apache dan browser berupa Chrome 28.0.1469.0. Bahasa pemograman yang digunakan yaitu javascript dengan bahasa markup HTML. Web assisted design ini terdiri dari 6 menu yaitu home, kalkulator, referensi, konversi, bantuan, dan Tentang. Dengan menginput nilai debit rencana, maka menghasilkan nilai luas penampang saluran dengan nilai koefisien Manning. Dengan nilai koefisien ini maka dapat ditentukan bahan saluran yang digunakan dalam pembangunan saluran. Menu kalkulator menghitung luas penampang saluran baru, keliling basah, dan jari-jari hidrolis. Dimensi saluran yang dihasilkan dapat diaplikasilan pada perencanaan dimensi saluran irigasi yang ekonomis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-10-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/138</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v11i2.138</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 2, Oktober 2018; 155 - 162</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v11i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/138/104</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/181</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:15:51Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Lintasan Combine Harvester Terhadap Pemadatan Tanah Saat Beroperasi</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Darmawati, Darmawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Combine Harvester</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pemadatan Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bulk Density</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Combine harvester sebagai alat panen sudah digunakan sampai saat ini, namun penggunaan alat ini hanya difokuskan kepada kinerja produktivitasnya. Sementara dampak penggunaan alat combine harvester yang dapat menimbulkan kerusakan tanah seperti pemadatan tanah kurang diperhatikan. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian terhadap pengujian combine harvester untuk mengetahui pengaruh lintasan combine harvester terhadap pemadatan tanah saat beroperasi. Metode yang digunakan adalah dengan mengambil sampel tanah sebelum dan sesudah lintasan pada saat pemanenan untuk menganalisis nilai kadar air, bulk density, partikel density dan porositas guna melihat pengaruh lintasan combine harvester terhadap pemadatan tanah pada saat beroperasi. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa dari ketiga sampel perlakuan lintasan combine harvester pada saat beroperasi mengakibatkan nilai kadar air dan nilai porositas menurun sehingga nilai bulk density setiap sampel bertambah akibat dari tekanan combine harvester.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/181</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v12i1.181</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 12, Nomor 1, April 2019; 1 - 8</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v12i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/181/106</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/182</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:15:37Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Uji Kinerja Mesin Pemipil Jagung Berekelobot Produksi BBPP Batangkaluku</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ardianto, Dhedy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salim, Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Waris, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Jagung Berkelebot</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kapasitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mesin Pemipil</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Jagung tergolong tanaman serealia yang memiliki nilai jual tinggi, bernilai strategis, dan memiliki peluang untuk pengembangan karena jagung merupakan sumber utama protein dan karbohidrat setelah beras. Salah satu proses penanganan pasca panen jagung yang sangat penting terhadap hasil panen adalah proses pemipilan, di mana dalam proses pemipilan biji jagung dapat berpengaruh terhadap jumlah biji jagung rusak, kotoran, dan berperan dalam mempercepat proses pengeringan. Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku telah mengembangkan mesin pemipil jagung dengan tenaga penggerak motor bakar yang dapat digunakan untuk memipil jagung tanpa memisahkan kelobotnya terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas kerja mesin pemipil jagung berkelobot. Proses penelitian meliputi pengukuran dan perhitungan kapasitas pemipilan, tingkat kebersihan, persentase biji jagung rusak, serta konsumsi bahan bakar pada tiga kecepatan putaran poros pemipil yaitu 500 rpm, 600 rpm, dan 700 rpm dengan bahan masing-masing 10 kg jagung berkelobot. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas pemipilan dipengaruhi oleh kecepatan putaran poros pemipil, dimana semakin tinggi kecepatan putaran poros pemipil maka kapasitas pemipilannya semakin besar. Kapasitas pemipilan tertinggi ditunjukkan oleh kecepatan putaran poros pemipil 700 rpm yaitu sebesar 132,21 kg/jam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/182</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v12i1.182</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 12, Nomor 1, April 2019; 9 -16</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v12i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/182/107</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/183</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:15:23Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Rancang Bangun dan Kinerja Irigasi Sprinkler Hand Move Pada Lahan Kering</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fajar, Fajar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Prawitosari, Totok</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Irigasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sprikler</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sawah Tadah Hujan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Irigasi adalah pemberian air pada tanaman untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertumbuhannya. Lahan kering umumnya berproduksi pada musim hujan dan sangat sulit untuk berproduksi pada musim kemarau, hal ini di karenakan lahan tersebut sangat tergantung pada curah hujan sebagai sumber air bagi tanaman. Teknologi irigasi yang efektif pada lahan kering adalah teknologi irigasi yang dapat mengefisienkan atau menghemat air yakni sistem irigasi sprinkler atau curah. Teknologi irigasi sprinkler atau curah dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi dan keseragaman irigasi yang diberikan lebih dari 85% dengan sistem yang terpenuhi seperti tekanan, kecepatan angin dan jarak antar sprinkler. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang irigasi sprinkler hand move dan melakukan analisis kinerja sistem irigasi tersebut berdasarkan pengunaan efisiensi sprinkler pada lahan kering. Penelitian ini merancang sebuah alat irigasi sprinkler evaluasi kinerja alat dengan 3 parameter waktu yakni pagi, siang dan sore hari. Hasil nilai koefisien keseragaman (CU) 44,02 – 46,87% maka dapat diartikan bahwa penyiraman menggunakan sprinkler memiliki keseragaman penyiraman yang kurang baik karena lebih rendah dari 85%, dan begitu pula dengan nilai distribusi keseragaman (DU) yang kurang baik yang berkisar antara 10,99 - 15,54% memiliki distribusi keseragaman penyiraman yang kurang baik karena lebih rendah dari 25%. Berdasarkan dari hasil nilai koefisien keseragaman (CU) dan nilai distribution uniformit (DU) maka dapat disimpulkan bahwa perancangan kurang efektif dan kurang baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/183</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v12i1.183</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 12, Nomor 1, April 2019; 17 - 27</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v12i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/183/108</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/184</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:15:09Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Mempelajari Penerapan Sistem Fuzzy Pada Alat Pemupuk Granula</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fahdrianty, Nur Amaliya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Waris, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pemupukan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Alat Penjatah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sistem Kontrol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Fuzzy Logic</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Peningkatan produksi jagung dapat dilakukan dengan program intensifikasi berupa pemupukan yang efektif dan efisien. Pemupukan yang efektif dan efisien sangat penting bagi hara tanaman untuk peningkatan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja alat pemupuk dengan menggunakan sistem kendali fuzzy logic. Metode yang digunakan perancangan software, uji fungsional, uji kinerja alat dengan beban. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan system kendali fuzzy logic dapat bekerja dengan baik dimana sett point (SP) tercapai, tidak terjadi overshoot dan error steady state, serta setlling time pendek yaitu ± 5 detik. Pada pengujian menggunakan pupuk hasil yang didapatkan sesuai dengan putaran kecepatan motor (RPS) dimana dapat dilihat pada uji RPS=10 (SP=10) yaitu 11.99 g/s, SP=30 yaitu 30.64 g/s ,SP=50 yaitu 50.70 g/s ,SP=60 yaitu 62.12 g/s ,dan SP= 80 yaitu 80.14 g/s. Pada RPS=10 (SP=10) hasil tersebut cocok untuk tanaman jagung pada umur 28 hari setelah tanam dimana kecepatan yang diinginkan sudah bekerja dengan baik, yang ditandai dengan keadaan stabil dengan steady state error tidak melebihi 5% dan semua bahan keluar dari alat dan tidak ada yang tercecer.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/184</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v12i1.184</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 12, Nomor 1, April 2019; 28 - 35</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v12i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/184/109</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/185</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:14:55Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Rancang Bangun Sistem Kendali Kecepatan Putaran Motor Dc Berbasis Logika Fuzzy Untuk Mesin Pengaduk Hasil Pertanian (Studi Kasus Pengadukan Biji Kedelai)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Pratiwi, Reni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Waris, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salengke, Salengke</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Logika fuzzy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kinerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sistem Kontrol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan kontrol kecepatan putaran motor dc dengan kinerja yang baik untuk mesin pengaduk milik UKM Arbi. Metode penelitian ini yaitu metode rancang bangun yang terdiri identifikasi masalah, studi literatur, perancangan sistem hardware dan software, serta pengujian dengan menggunakan biji kedelai sebagai beban. Perlakuan pengujian dilakukan dengan menetapkan setting point pada kecepatan 130 rpm, 190 rpm, dan 252 rpm pada beban 2.23 Nm dan 3.73 Nm. Hasil pengujian tanpa kontrol menunjukkan kecepatan motor tidak mampu mencapai nilai setting point pada ketiga kecepatan tersebut. Hasil pengujian dengan menggunakan kontrol logika fuzzy menghasilkan kecepatan motor yang mampu mencapai nilai setting point, kecepatan putaran yang naik secara bertahap (soft-starting), tidak terjadi overshoot atau tidak terjadinya lonjakan arus, tidak memiliki offset, dan mampu menghasilkan kinerja sistem kontrol yang stabil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/185</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v12i1.185</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 12, Nomor 1, April 2019; 44 - 55</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v12i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/185/110</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/186</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:14:41Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Suhu dan Konsentrasi Larutan Gula Terhadap Proses Dehidrasi Osmosis Bengkuang (Pachyrhizus erosus)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rum, Reski Ramadhani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Supratomo, Supratomo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Dehidrasi Osmosis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Suhu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Konsentrasi Larutan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bengkuang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Bengkuang merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang memiliki kandungan kadar air yang tinggi. Diketahui bengkuang memiliki kadar air 86-90% yang menyebabkan bengkuang mudah rusak dan ditumbuhi jamur sehingga masa simpannya singkat padahal memiliki potensi industri yang cukup besar. Dehidrasi osmosis merupakan teknik pengurangan kadar air yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan cara perendaman bahan pada larutan berkonsentrasi tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 sampai bulan Oktober 2018 di Laboratorium Pengolahan Pangan dan Analisis Kimia Universitas Hasanuddin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh suhu dan konsentrasi larutan gula terhadap kadar air akhir, penurunan bobot (WR), jumlah padatan yang masuk (SG), jumlah air yang keluar dari bahan (WL) pada bengkuan selama proses dehidrasi osmosis dan mengetahui suhu dan konsentrasi yang optimal dalam proses dehidrasi bengkuang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara factorial dengan 2 faktor dan masing-masing faktor terdiri atas 3 level yaitu kadar gula 50 Brix, 60 Brix, 70 Brix dan suhu perendaman 30C, 40C, 50C dengan 3 kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan suhu 50&amp;nbsp;dan konsentrasi larutan 70 Brix menghasilkan kadar air yang paling rendah yakni 33,8% basis basah dan mempunyai peningkatan nilai Solid Gain paling tinggi dengan nilai 1,0234 g namun suhu perendaman dan konsentrasi larutan tidak memberikan pengaruh pada peningkatan Weight Reduction dan Water Loss.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/186</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v12i1.186</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 12, Nomor 1, April 2019; 56 - 65</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v12i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/186/111</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/187</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:14:27Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Penilaian Kinerja Sistem Irigasi Utama Daerah Irigasi Bantimurung Kabupaten Maros</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fachrie, Sitti Masyita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Samsuar, Samsuar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">DI Bantimurung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kinerja Irigasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Daerah Irigasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Bangunan irigasi mengalami penurunan fungsi akibat bertambahnya umur bangunan atau pengaruh ulah manusia. Sesuai dengan amanat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 12/PRT/M/2015 bahwa evaluasi kinerja sistem irigasi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kinerja sistem irigasi, agar kebutuhan air tanaman dapat tercapai dengan optimal. Sistem irigasi dipengaruhi oleh beberapa aspek, yaitu: prasarana fisik, produktifitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi, dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan penilaian tentang kinerja sistem irigasi Utama Bantimurung Kabupaten Maros yang berguna untuk menyusun program tindak lanjut seperti perbaikan, rehabilitasi, dan pemeliharan jaringan irigasi. Metode penelitian dilakukan dengan cara obeservasi langsung ke lapangan dengan melakukan penelusuran jaringan irigasi DI Bantimurung, wawancara dan analisis data sekunder. Penelusuran jaringan irigasi ini dilakukan untuk mendapatkan data kondisi prasarana fisik. Metode wawancara dan analisis data sekunder digunakan untuk mendapatkan data produktivitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi dan P3A. Hasil yang diperoleh menunjukkan kinerja sistem irigasi utama daerah irigasi Bantimurung ialah Kurang dan Perlu Perhatian (55,41%). Perhitungan penilaian kinerja sistem irigasi Bantimurung meliputi 6 aspek indikator yaitu kondisi prasarana fisik, produktivitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/187</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v12i1.187</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 12, Nomor 1, April 2019; 66 - 77</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v12i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/187/112</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/188</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:14:13Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Prediksi Laju Erosi dengan Menggunakan Metode RUSLE dan Penginderaan Jauh pada Sub DAS Bangkala</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fitriani, Fitriani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faridah, Sitti Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Useng, Daniel</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Erosi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">RUSLE</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Daerah Aliran Sungai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">DAS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Sungai merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia yaitu sebagai penampung air hujan, pusat dari ekosistem, mencegah terjadinya banjir dan sebagai sumber air irigasi. Daerah aliran sungai ini dapat menyebabkan terjadinya erosi tanah. Erosi adalah suatu proses alam yang terjadi secara alami, tetapi pada umumnya dipercepat oleh berbagai aktivitas-aktivitas manusia. Efek yang ditimbulkan dari erosi tanah adalah kerugian terhadap hilangnya lapisan subur permukaan tanah untuk kegiatan pertanian, terjadinya penggerusan lapisan tanah, lepasnya partikel tanah yang menyebabkan terjadinya sedimentasi ke arah muara sesuai arah aliran sungai. Pendugaan erosi dapat dilakukan dengan menggunakan metode RUSLE. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi laju erosi di Sub DAS Bangkala dengan menggunakan metode RUSLE dan penginderaan jauh. Erosi dengan kelas sangat ringan memiliki persentase yang lebih besar yaitu 36,50% dengan luas wilayah 391,12 ha dibandingkan dengan tingkat erosi lainnya. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa laju erosi rata-rata yang terjadi pada sub DAS Bangkala yaitu 56,05 ton/ha/tahun dimana faktor yang paling berpengaruh terhadap besarnya erosi pada penelitian ini adalah faktor kemiringan lereng dan faktor penutupan lahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/188</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v12i1.188</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 12, Nomor 1, April 2019; 36 - 43</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v12i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/188/113</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/194</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:13:59Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pola Perubahan Dimensi Biji Kopi Arabika (Coffea arabica) Selama Proses Pengeringan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ramadhani, Sari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kopi Arabika</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pengkerutan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Dimensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kopi arabika (Coffea arabica) merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Biji kopi yang dihasilkan berwarna hijau hingga merah gelap. Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India dan Indonesia. Secara umum, kopi ini dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1.700 m dpl, suhu tumbuh optimalnya adalah 16-200C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan dimensi biji kopi selama proses pengeringan akibat adanya perubahan kadar air untuk dijadikan sebagai bahan informasi bagi petani kopi dan industri pengolahan biji kopi serta desain mesin pascapanen kopi. Penelitian ini menggunakan biji kopi yang diperoleh dari desa Kalimbua, kecamatan Baroko, kabupaten Enrekang. Parameter yang diamati adalah perubahan panjang, lebar dan tebal yang digunakan untuk menghitung diameter geometri, berat biji kopi dan kadar air. Pengeringan dilakukan dengan menggunakan alat pengering tray dryer dengan variasi suhu (500C dan 600C) dan kecepatan udara 1,0 m/s. Pengukuran dimensi dan berat dilakukan pada 0 jam sampai dengan 12 jam. Penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan dimensi (panjang, lebar dan tebal) biji kopi arabika sejalan dengan bertambahnya waktu pengeringan dan penurunan kadar air bahan. Pola penurunan dimensi ini seiring dengan lama pengeringan dan perubahan kadar air mengikuti pola logarithmic dengan nilai R2 lebih besar dari 0,90. Pola penurunan diameter geometri pada saat kadar air basis kering menurun mengikuti pola logarithmic.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/194</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v12i1.194</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal AgriTechno Vol. 12, Nomor 1, April 2019; 78 - 84</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v12i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/194/129</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/215</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:13:45Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Application of Fuzzy Logic System in Nutrition Level Measurement in Hydroponic Systems</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Penerapan Sistem Fuzzy Logic pada Alat Ukur Kadar Nutrisi pada Sistem Hidroponik</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Azizah, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Waris, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Fuzzy Logic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Sensor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kadar Nutrisi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Sistem hidroponik merupakan cara produksi tanaman yang sangat efektif. Pada umumnya pemberian nutrisi pada sistem ini tidak menyesuaikan banyak sedikitnya nutrisi yang dibutuhkan dari masa penanaman hingga waktu pemanenan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan alat ukur nutrisi berbasis fuzzy logic yang dapat digunakan pada sistem hidroponik. Pembuatan program fuzzy logic terdiri dari fuzzifikasi, aplikasi fungsi implikasi dan komposisi aturan, serta defuzzifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa sensor memenuhi kriteria yaitu tanggapan waktunya cepat, relatif stabil, pengaruh suhu yang relatif kecil, sensitif, linear dengan nilai R2= 0.996, kesalahan pembacaan yang relatif kecil yaitu 7.75%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/215</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v0i0.215</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019; 85-93</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v0i0</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/215/139</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/217</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:13:31Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Evaluation the Service Level of Tomatoppe weir in the Bajo Irrigation Area,  Luwu District</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Evaluasi Tingkat Pelayanan Bendung Tomatoppe pada Daerah Irigasi Bajo Kabupaten Luwu</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Anryana, Erna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Prawitosari, Totok</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Bendung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tingkat Pelayanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Debit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Evaluasi merupakan kesatuan sistem manajemen baik itu perencanaan, pelaksanaan, maupun monitoring. Bendung merupakan salah satu dari sekian banyak aset negara yang seringkali dilakukan evaluasi guna mengetahui kondisi asset tersebut. Evaluasi tingkat pelayanan Bendung Tomatoppe dilakukan untuk mengetahui tingkat pelayanan Daerah Irigasi Bajo dengan membandingkan tingkat pelayanan rencana atau desain awal pada tahun 2009/2010 dan tingkat pelayanan pada tahun 2016 dan 2018. Di Sulawesi Selatan tepatnya Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu sebagian besar mayoritas penduduknya merupakan petani, untuk menjamin ketersediaan air di daerah mereka pada tahun 2010 Pemerintah Pusat telah melakukan membangun Bendung Tomatoppe yang berpotensi mengaliri lahan persawahan sebesar 5.829 Ha yang tersebar di beberapa Kecamatan. Prosedur evaluasi dilakukan dengan pengamatan dan pengambilan debit pada saluran primer, sekunder dan tersier terpilih guna mengetahui perbedaan debit rencana dan debit evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan pelayanan Bendung Tomatoppe pada tingkat luas tanam dengan jumlah maksimum sebesar 5.691 Ha. Hal ini berbeda dengan rencana awal pembangunan pada tahun 2009 sebesar 5.829 ha. Perubahan nilai debit penelitian dengan dengan debit rencana dapat di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu adanya proses sedimentasi, kehilangan air irigasi yang di sebabkan oleh penguapan (evaporasi), serta adanya perubahan desain awal terhadap saluran dan luas area layanan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/217</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v0i0.217</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019; 94-101</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v0i0</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/217/140</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/218</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:13:16Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Rainfed Rice Fields Water Requirement based on The Planting Schedule of Deliberation of Peasant and Katam in Maniangpajo Subdistrict Wajo Regency</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Kebutuhan Air Tanaman Padi (Oryza sativa) Sawah Tadah Hujan berdasarkan Jadwal Tanam Hasil Musyawarah Tani dan Katam di Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Hasnuri, Fitriyanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Samsuar, Samsuar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Kebutuhan Air Tanaman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tadah Hujan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Jadwal Tanam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Cropwat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penentuan jadwal tanam dapat dilakukan dengan musyawarah tani atau dengan rekomendasi Kalender Tanam (Katam) dari Kementerian Pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kebutuhan air tanaman dan pemenuhan air tanaman dengan jadwal tanam yang ditentukan pada musyawarah tani dan katam dan menentukan jadwal tanam yang paling sesuai. Jadwal tanam yang paling sesuai dapat dinilai dari pemenuhan air pada fase-fase pertumbuhan tanaman dan dampak yang ditimbulkan. Kebutuhan air tanaman diperoleh dengan mengolah data iklim, tanah, dan tanaman menggunakan software Cropwat. Hasil penelitian menunjukkan jadwal tanam yang sesuai untuk Desa Abbanuangnge dan Minangatellue pada musim tanam rendengan 2018 adalah 10-30 April yang merupakan rekomendasi musyawarah tani dan katam dan tanggal tanam yang lebih sesuai untuk Desa Abbanuangnge dan Minangatellue pada musim tanam gadu 2018/2019 adalah 15 Oktober yang merupakan hasil musyawarah tani.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/218</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v0i0.218</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019; 102-109</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v0i0</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/218/141</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/219</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:13:02Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Effect of Temperature and Concentration of Sugar Solution in The Process of Osmotic Dehydration of Papaya (Carica papaya L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Pengaruh Suhu Dan Konsentrasi Larutan Gula Terhadap Proses Dehidrasi Osmosis Pepaya (Carica papaya L.)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Aras, Liem</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Supratomo, Supratomo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Salengke, Salengke</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Dehidrasi Osmosis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Suhu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Konsentrasi Larutan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pepaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Buah pepaya (Carica papaya L.) tergolong buah yang populer dan digemari oleh hampir seluruh masyarakat di dunia. Pepaya banyak dibudidayakan oleh masyarakat baik sebagai hobi ataupun usaha komersil. Hal ini karena pepaya memiliki banyak kelebihan. Buah pepaya menjadi salah satu komoditi yang sangat mudah rusak, hal tersebut terjadi akibat beberapa faktor, seperti: aktivitas dan pertumbuhan mikroba pada buah pepaya, aktivitas enzim-enzim di dalam buah pepaya, perlakuan suhu, serta beberapa faktor lainnya yang dapat merusak buah pepaya. Dehidrasi osmosis merupakan teknik pengurangan kadar air yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan cara perendaman bahan pada larutan berkonsentrasi tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 hingga bulan Oktober 2018 di Laboratorium Pengolahan Pangan dan Analisis Kimia Universitas Hasanuddin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh suhu dan konsentrasi larutan gula terhadap kadar air akhir, penurunan bobot (WR), jumlah padatan yang masuk (SG) dan jumlah air yang keluar dari bahan (WL) pada pepaya selama proses dehidrasi osmosis dan mengetahui suhu dan konsentrasi yang optimal dalam proses dehidrasi pepaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor dan masing-masing faktor terdiri atas 3 level yaitu kadar gula 40 Brix, 50 Brix, 60 Brix dan suhu perendaman 40 C, 50 C, 60 C dengan 3 kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan suhu 60 &amp;nbsp;dan konsentrasi larutan 60 Brix menghasilkan kadar air yang paling rendah, dan sama halnya seperti peningkatan nilai Solid Gain (SG) paling tinggi juga terjadi pada suhu 60 C dan konsentrasi 60 Brix. Perlakuan suhu perendaman 50 C dan konsentrasi larutan gula 50 Brix menghasilkan Weight Reduction (WR) yang paling tinggi, sedangkan nilai Water Loss (WL) yang paling tinggi juga berada pada kombinasi perlakuan suhu perendaman 50 C dan konsentrasi larutan gula 50 Brix.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/219</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v0i0.219</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019; 110-120</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v0i0</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/219/142</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/220</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:12:49Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Starfruit (Averrhoa carambola L.) Grading using Digital Image Processing Based on Artificial Neural Network</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Pemutuan Belimbing Manis (averrhoa carambola l.) Menggunakan Pengolahan Citra Digital Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Firmansyah, Moh Ruky Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Soedibyo, Dedy Wirawan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Wahyuningsih, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Belimbing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Jaringan Syaraf Tiruan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pengolahan Citra</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pemutuan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penanganan pasca panen belimbing perlu dilakukan agar kualitas buah tetap terjaga, salah satu contohnya adalah melakukan pemutuan sebelum proses penjualan. Pemutuan buah belimbing di Indonesia umumnya masih dilakukan dengan cara manual yang memiliki keterbatasan dari segi waktu, tenaga dan penilaian (subjektif). Pengolahan citra (image processing) dan jaringan syaraf tiruan (JST) dapat dijadikan sebagai salah satu metode penanganan pasca panen yang dapat membantu memutukan buah belimbing lebih seragam dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan menghasilkan sebuah program pengolahan citra pemutuan buah belimbing serta mengetahui tingkat keakuratan program tersebut dalam pendugaan mutu. Sampel bahan yang digunakan yaitu belimbing dengan kelas mutu A, B, C dan Reject yang dimutukan secara manual terlebih dahulu. Total sampel 200 buah, terdiri atas 160 buah (40 buah per kelas mutu) untuk training dan 40 buah (10 per kelas mutu) untuk testing. Tahapan penelitian meliputi image aquisition, pengambilan gambar citra, penentuan variabel mutu citra, pembuatan program pengolahan citra, ektraksi citra, analisis statistik dan pembuatan grafik boxplot, penentuan input JST, penentuan variasi arsitektur JST, training semua variasi JST, simulasi data testing dengan propagasi maju, penentuan variasi terbaik, integrasi model JST dengan program pengolahan citra, serta validasi program. Hasil penelitian menunjukkan variasi JST terbaik untuk menyusun program pemutuan belimbing adalah variasi dengan 10 node hidden layer dan 7 input variabel (area, tinggi, perimeter, area cacat, indeks warna R, G dan B). Hasil validasi menunjukkan, program pemutuan belimbing memiliki tingkat akurasi dalam menduga mutu sebesar 85 %.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/220</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v0i0.220</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019; 121-130</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v0i0</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/220/143</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/221</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:12:35Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analysis of the Effect of Temperature and Humidity of Room on Rice Seed Water Content in PT. Sang Hyang Seri (Persero)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Analisis Pengaruh Suhu dan Kelembaban Ruang terhadap Kadar Air Benih Padi di Gudang Penyimpanan PT. Sang Hyang Seri</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Fachruri, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Penyimpanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Suhu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kelembaban</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kadar Air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Peningkatan produksi pangan membutuhkan ketersediaan benih yang bermutu. Salah satu masalah dalam penyediaan benih bermutu yaitu viabilitas benih yang menurun dalam masa penyimpanan, penelitian mengenai hal tersebut masih jarang dilakukan, Selama proses penyimpanan suhu dan kadar air benih merupakan faktor penting yang mempengaruhi masa simpan benih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan kelembaban terhadap kadar air pada benih selama penyimpanan pada gudang&amp;nbsp; PT Sang Hyang Seri (Persero). Benih padi merupakan benih orthodox yaitu benih yang dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama dengan kadar air dapat diturunkan sampai dibawah 10%, Dalam pengumpulan data khususnya data temperatur gudang penyimpanan digunakan area sampling, area sampling merupakan cara pengambilan sampel dengan menetapkan area secara equally spaced (bagian yang sama). Data sampel yang diperoleh terdiri dari sejumlah nilai-nilai pengamatan yang rata-rata hitungnya (arithmatic mean) dapat langsung dicari dari data yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi suhu interstisial bulk benih 28-29˚C dan suhu ruang penyimpanan tidak menunjukkan pengaruh terhadap kadar air benih padi 13-14% selama 15 hari penyimpanan, tingkat kelembaban ruang 45-50% merupakan faktor yang berpengaruh terhadap penurunan kadar air benih sebesar 1% selama penyimpanan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/221</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v0i0.221</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019; 131-137</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v0i0</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/221/144</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/222</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:12:21Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Study of Land Use as A Conservation Efforts in Calendu River Area of Bantaeng Regency</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Studi Pemanfaatan Lahan Sebagai Upaya Konservasi  pada Bantaran Sungai Calendu Kab. Bantaeng</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Sudarmin, Sudarmin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Munir, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">DAS Calendu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Analisis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kebijakan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk (1) menanggulangi erosi di DAS Calendu (2) Mengurangi pengendapan sedimentasi&amp;nbsp; (3) Menunjang langkah konservasi lahan, memperlambat laju erosi dan mengurangi sedimentasi selama kegiatan konservasi lahan berjalan. Penelitian ini dilaksanakan di daerah tangkapan hujan DAS Calendu. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei lapangan&amp;nbsp; dengan mewawancarai petani sebagai responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan secara acak yang mewakili lokasi penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan Fuzzy Multi Attribute Decision Making. &amp;nbsp;Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG) dan software ArcView. Software tersebut digunakan untuk keperluan digitasi dan analisis peta secara komputasi dan overlay peta untuk menetapkan unit lahan. &amp;nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki tingkat kesadaran dan kemampuan yang rendah dalam penerapan teknologi konservasi tanah. Konsep kebijakan yang ditemukan pada penelitian ini untuk meminimalkan laju erosi pada DAS adalah penerapan mulsa alami dan agroforestry. Rencana tindak yang dapat mendukung adalah peningkatan keahlian petani, menjamin adanya ketersediaan bahan untuk konservasi, peningkatan kemampuan teknologi, kesesuaian budaya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/222</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v0i0.222</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019; 138-146</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v0i0</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/222/145</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/227</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:12:07Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Physical Characteristic of Shells Coconut Briquette using Tapioca Flour Adhesive</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Karakteristik Fisik Briket Tempurung Kelapa Menggunakan Perekat Tepung Tapioka</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ansar, Ansar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Setiawati, Diah Ajeng</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Murad, Murad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muliani, Baiq Sulasi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ansar, Ansar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Setiawati, Diah Ajeng</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Murad, Murad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Muliani, Baiq Sulasi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Briquette</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Coconut Shell</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pumping</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Water Content</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Flame</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Briket</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tempurung Kelapa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pemompaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kadar Air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Nyala Api</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Briquette is one of the alternative biomass fuels as a substitute for fossil energy. To produce high-quality briquettes is requires printing equipment effectively and efficiently.&amp;nbsp;Therefore, this study aims to obtain the best treatment to make briquettes from coconut shells. Briquetting is made by using 4 pumping variations, namely 4, 6, 8, and 12 times. The parameters observed were hardness, percentage of destruction, moisture content, and the flame of briquettes. The results showed that the best coconut shell briquettes were found in pumping treatment 12 times with an average hardness of 27.7 kg / cm2, percentage of destruction 18.50%, moisture content of 4.55% and the flame of 112.61 minutes. While the worst quality was obtained at pumping 4 times with an average hardness of 16.5 kg / cm2, the percentage of destruction was 43.36%, moisture content was 7.92%, and flame 111.34 minutes.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Briket merupakan salah satu biomassa bahan bakar alternatif sebagai pengganti energi fosil. Untuk menghasilkan briket yang berkualitas tinggi dibutuhkan alat cetak yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan yang terbaik pada pembuatan briket dari tempurung kelapa. Pembuatan briket dilakukan dengan menggunakan 4 variasi pemompaan, yaitu 4, 6, 8, dan 12 kali. Parameter yang diamati adalah kekerasan, persentase kehancuran, kadar air, dan nyala api briket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket tempurung kelapa yang paling baik terdapat pada perlakuan pemompaan 12 kali dengan kekerasan 27,7 kg/cm2, persentase kehancuran 18,50%, kadar air 4,55% dan nyala api 112,61 menit. Sedangkan kualitas paling jelek diperoleh pada pemompaan 4 kali dengan kekerasan 16,5 kg/cm2, persentase kehancuran 43,36%, kadar air 7,92%, dan nyala api 111,34 menit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/227</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i1.227</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020; 1-7</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i1</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/227/146</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/228</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:11:53Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Isothermy Sorpsion And Broken Power Of Pulut Corn Chip</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Sorpsi Isotermi dan Daya Patah Pada Emping Jagung Pulut</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kaslam, Kaslam</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salengke, Salengke</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">A. Koto, Helmi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kaslam, Kaslam</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Salengke, Salengke</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">A. Koto, Helmi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Balance Water Content</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Isothermic Sorption</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Corn Pulping</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kadar Air Keseimbangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Sorpsi Isotermi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Emping Jagung Pulut</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Corn production in Indonesia is quite high, namely 18,364,430 tons with a total harvest area of ​​4,131,676 ha and productivity of 41.18% (BPS, 2010). One type of corn that is potential and widely developed is pulut corn. This type of corn is very suitable in making corn chips because it has a high amylopectin content (&amp;gt; 80%). Pulut corn chips are produced by many small to medium scale industries as snack food products. The problem that then occurs is the handling of post-production, corn chips have a high ability of water absorption so that when fried, it does not bloom perfectly so that it is less tasty to consume. The aim of this research is to test the sorption isotherm equations of corn chips that provide the approximate balance of water content that is closest to the measured equilibrium water content. By using temperatures of 25°C, 30°C and 35°C with a combination of 40%, 60% and 80% RH, this study shows that the Henderson equation provides an estimate of the behavior of isotermic soring sorut corn chips that is at a temperature condition of 30°C closer to the results experiment and also at a temperature of 35˚C. Whereas the Chung &amp;amp; Pfost equation best describes the behavior of isothermic absorption at 25OC. In addition, this study also aims to determine the fragility (fracture) of pulut corn chips in various storage conditions. Research shows that the higher the RH environment, the higher the fracture value.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Produksi jagung di Indonesia cukup tinggi, yaitu 18.364.430 ton dengan total luas panen 4.131.676 ha dan produktivitas sebesar 41,18% (BPS, 2010). Salah satu jenis jagung yang potensial dan banyak dikembangkan adalah jagung pulut. Jenis jagung ini sangat cocok dalam pembuatan emping jagung karena memiliki kandungan amilopektin tinggi (&amp;gt;80%). Emping jagung pulut banyak diproduksi oleh industri skala kecil hingga menengah sebagai produk makanan ringan. Permasalahan yang kemudian terjadi adalah penanganan pasca produksi, emping jagung memiliki kemampuan penyerapan air yang tinggi sehingga saat digoreng, tidak mekar dengan sempurna sehingga kurang enak dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji persamaan sorpsi isotermi emping jagung yang memberikan perkiraan kadar air keseimbangan yang paling mendekati kadar air keseimbangan terukur. Dengan menggunakan suhu 25˚C, 30˚C dan 35˚C dengan kombinasi RH 40%, 60% dan 80%, penelitian ini menunjukkan bahwa Persamaan Henderson memberikan perkiraan perilaku sorpsi isotermi emping jagung pulut yaitu pada kondisi suhu 30˚C lebih mendekati hasil percobaan dan juga pada suhu 35˚C. Sedangkan Persamaan Chung &amp;amp; Pfost paling baik menggambarkan perilaku sorpsi isotermi pada suhu 25˚C. Selain itu, Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kerapuhan (daya patah) emping jagung pulut pada berbagai beberapa kondisi penyimpanan. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi RH lingkungan maka Nilai daya patah semakin tinggi pula. Kata kunci : Kadar air keseimbangan, Sorpsi isotermi, emping jagung pulut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/228</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i1.228</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020; 16-23</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i1</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/228/149</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/242</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:11:39Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Utilization of Global Precipitation Measurement (GPM) and Standardized Precipitation Index (SPI) for Meteorological Drought Detection in West Papua - Indonesia</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Pemanfaatan Data Global Precipitation Measurement (GPM) dan Standardized Precipitation Index (SPI) untuk Deteksi Kekeringan Meteorologis di Provinsi Papua Barat</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">faisol, Arif</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Budiyono, Budiyono</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Indarto, Indarto</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Novita, Elida</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">faisol, Arif</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Budiyono, Budiyono</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Indarto, Indarto</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Novita, Elida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Global Precipitation Measurement (GPM)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Standardized Precipitation Index (SPI)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Drought</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Global Precipitation Measurement (GPM)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Standardized Precipitation Index (SPI)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kekeringan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Drought is a natural disaster in Indonesia. The National Disaster Management Agency (BNPB) reports that West Papua Province has a moderate to high threat of drought. This study aims to analyze the level of drought in West Papua Province using Global Precipitation Measurement (GPM) data and the Standardized Precipitation Index (SPI) method. The results showed that throughout 2019 there was no meteorological drought in West Papua, only a few areas in Kaimana were rather dry in the January-March 2019 SPI. In general, the GPM data and the SPI method have quite good accuracy in describing the level of meteorological drought in The Province of West Papua is compared with the analysis of rainfall data and drought level maps released by the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG), so that the GPM data and SPI method can be used to monitor the level of drought in West Papua Province especially in agricultural areas.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Kekeringan merupakan salah satu bencana alam di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa Provinsi Papua Barat memiliki ancaman kekeringan yang sedang hingga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kekeringan di Provinsi Papua Barat menggunakan data Global Precipitation Measurement (GPM) dan metode Standardized Precipitation Index (SPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2019 di Papua Barat tidak terjadi kekeringan meteorologis, hanya beberapa wilayah di Kabupaten Kaimana yang agak kering pada SPI bulan Januari – Maret 2019. Secara umum data GPM dan metode SPI memiliki akurasi yang cukup baik dalam menggambarkan tingkat kekeringan meteorologis di Provinsi Papua Barat dibandingkan dengan analisis data hujan dan peta tingkat kekeringan yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sehingga data GPM dan metode SPI dapat digunakan untuk memantau tingkat kekeringan di Provinsi Papua Barat khususnya pada kawasan pertanian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/242</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i1.242</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020; 8-15</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i1</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/242/148</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/243</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:11:25Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Beta Carotene and Vitamin Analysis on the Peel and Pulp of Tongka Langit Banana (Musa Troglodytarum L.) in Ambon Island</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Analisis Beta Karoten dan Vitamin pada Kulit dan Daging Buah Pisang Tongka Langit (Musa Troglodytarum L.) di Kota AmbonAROTEN DAN VITAMIN PADA KULIT DAN DAGING BUAH PISANG TONGKA LANGIT (Musa troglodytarum L.) DI KOTA AMBON</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Paul Letelay, Owend</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hiariej, Adriana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Pesik, Anneke</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Paul Letelay, Owend</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hiariej, Adriana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Pesik, Anneke</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Beta Carotene</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">HPLC</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tongka Langit Banana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Beta Karoten</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">HPLC</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pisang Tongka Langit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Banana Tongka Langit with fruit bunches soaring up has varied morphological characters including fruit size (long and short), fruit flesh color (yellow to orange) and different banana peel colors (yellow, yellowish orange, reddish orange, reddish brown, and brown) brownish orange) which indicates the presence of beta carotene content. The purpose of the study was to analyze the content of beta carotene and vitamins in the skin and flesh of the Tongka Langit banana using the High Performance Liquid Chromatography method. The results of the analysis of the highest beta carotene content in long fruit flesh is 65.33 mg / 100 and the lowest in short fruit meat is 22.31 mg / 100g. The most vitamin A found in short fruit skin 2260.63 mg / 100g and long fruit skin has the lowest value. The highest value of Vitamin B content is found in long fruit peels at 0.11 mg / 100g and the lowest in long fruit flesh and short fruit peels at 0.09 mg / 100g. The most vitamin C found in long fruit flesh is 28.48 mg / 100g, and the lowest in long fruit skin is 11.99 mg / 100g. The highest vitamin E was found in long fruit peels at 0.41 mg / 100g and the lowest was in short fruit flesh at 0.21 mg / 100g, while vitamin D was not found in all samples.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pisang Tongka Langit dengan tandan buah menjulang ke atas memiliki karakter morfologi yang bervariasi diantaranya ukuran buah (panjang dan pendek), warna daging buah (kuning sampai oranye) dan warna kulit pisang yang berbeda (kuning, oranye kekuningan, oranye kemerahan, merah kecoklatan, dan oranye kecoklatan) yang mengindikasikan adanya kandungan beta karoten. Tujuan penelitian untuk menganalisis kandungan beta karoten dan vitamin pada kulit dan daging buah pisang Tongka Langit menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography. Hasil analisis kandungan beta karoten tertinggi pada daging buah panjang sebesar 65,33 mg/100 dan terendah pada daging buah pendek 22,31 mg/100g. Vitamin A yang terbanyak terdapat pada kulit buah pendek 2260,63 mg/100g dan kulit buah panjang memiliki nilai yang paling rendah. Nilai kandungan Vitamin B yang tertinggi terdapat pada kulit buah panjang sebesar 0,11 mg/100g dan yang terendah pada daging buah panjang dan kulit buah pendek sebesar 0,09 mg/100g. Vitamin C yang terbanyak terdapat pada daging buah panjang sebesar 28,48 mg/100g, dan yang terendah pada kulit buah panjang 11,99 mg/100g. Vitamin E yang tertinggi terdapat pada kulit buah panjang sebesar 0,41 mg/100g dan yang terendah terdapat pada daging buah pendek sebesar 0,21 mg/100g, sedangkan vitamin D tidak ditemukan pada semua sampel.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/243</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i1.243</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020; 24-33</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i1</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/243/150</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/249</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:11:11Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Variable Rate Granular Fertilizer for Corn Plants</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Penjatah Pupuk Granular Laju Variabel Untuk Tanaman Jagung</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Samsuar, Samsuar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Samsuar, Samsuar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">NPK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Metering Device</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Corn</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">PID</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">NPK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Metering Device</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Jagung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">PID</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The need for corn has increased along with population growth. The increase in needs must of course be accompanied by an increase in corn production, one of which is by meeting the needs of plant nutrients during growth. In order to optimize plant growth, precision fertilization Need to be apply. However, the unavailability of precision fertilizer applicator for corn plants is an obstacle. This research is expected to be able to provide a precision rationing unit design for granular fertilizer in corn cultivation. The rationing unit is built using a 24 V 200 rpm DC motor and is controlled using an Arduino mega module. Allotment uses a rotor with a volume of 26.52 cm3 / rotation. Control using PID. The fertilizer used is NPK fertilizer. The test results show that the system can control fertilizer rationing with a 96% determination coefficient. And able to aplly NPK fertilizer up to 2 tons / ha.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Kebutuhan jagung mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan penduduk. Peningkatan kebutuhan tersebut tentunya harus dibarengi dengan peningkatan produksi jagung, salah satunya dengan pemenuhan kebutuhan hara tanaman selama pertumbuhan. Perlu pengaplikasian pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman (pemupukan presisi) agar dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Namun demikian belum tersedianya aplikator pemupukan presisi tanaman jagung menjadi kendala. Penilitan ini diharapkan mampu memberikan desain unit penjatah presisi untuk pupuk granular pada budidaya tanaman jagung. Unit penjatah dibuat menggunakan motor DC 24 V 200 rpm dan dikontrol menggunakan modul Arduino mega. Penjatahan menggunakan rotor dengan volume 26.52 cm3/rotasi. Pengontrolan menggunakan PID. Pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK. Hasil pengujian menunjukkan bahwa system dapat mengontrol penjatahan pupuk dengan koefisien determinisasi sebesar 96 %. Dan dapat menjatah pupuk NPK hingga 2 ton/ha.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/249</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i1.249</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020; 51-56</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i1</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/249/152</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/250</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:10:57Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Performance of Cabinet Dryer in the Red Ginger Drying by Utilizing the Waste Heat of Air Conditioner Condenser</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Kinerja Cabinet Dryer pada Pengeringan Jahe Merah dengan Memanfaatkan Panas Terbuang Kondensor Pendingin Udara </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Nunik</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Samsuar, Samsuar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Novitasari, Ervi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahman, Khaidir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Nunik</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Samsuar, Samsauar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Novitasari, Ervi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rahman, Khaidir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Cabinet Dryer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Drying</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Red Ginger</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Air Conditioner Condensor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">waste heat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Cabinet dryer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Jahe merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Panas terbuang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kondensor pendingin udara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Red ginger is rich in antioxidants and active ingredients, so the drying process should be carried out using low temperatures. Drying red ginger at low temperatures can be done using a cabinet dryer whose heating source comes from the wasted heat of the AC condenser. The purpose of this study was to test the performance of cabinet dryer with a heating source derived from the wasted heat of an AC condenser, on drying red ginger, and with several different levels of drying load. Performance testing was carried out with 600, 900, and 1200 grams of red ginger, which were then divided into 6 drying racks. Data observations and analyzes include drying temperature, relative humidity, moisture content, drying rate, heat used to increase material temperature, heat used to evaporate material water, energy requirements for the drying process, and energy efficiency. The results show that the cabinet dryer with a heating source from the wasted heat of the AC condenser is able to dry the red ginger to reach a moisture content of 9.24-10.71% in accordance with SNI standards, with a drying time of 6.5-8.7 hours. The energy used to dry red ginger ranges from 1281.67-2583.86 kJ. Drying efficiency achieves from each treatment ranges from 14.04-21.15%.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Jahe merah kaya akan kandungan antioksidan dan bahan aktif, sehingga proses pengeringannya sebaiknya dilakukan dengan menggunakan suhu rendah. Pengeringan jahe merah pada suhu rendah dapat dilakukan dengan menggunakan cabinet dryer yang sumber pemanasnya berasal dari panas terbuang kondensor AC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kinerja cabinet dryer dengan sumber pemanas berasal dari panas terbuang kondensor AC, pada pengeringan jahe merah, dan dengan beberapa tingkat beban pengeringan yang berbeda. Pengujian kinerja dilakukan dengan bahan jahe merah sebanyak 600, 900, dan 1200 gram yang kemudian dibagi ke dalam 6 buah rak pengering. Pengamatan dan analisis data meliputi suhu pengeringan, kelembaban udara, kadar air, laju pengeringan, panas yang digunakan untuk meningkatkan suhu bahan, panas yang digunakan untuk menguapkan air bahan, kebutuhan energi untuk proses pengeringan, serta efisiensi energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cabinet dryer dengan sumber pemanas berasal dari panas terbuang kondensor AC mampu mengeringkan jahe merah hingga mencapai kadar air 9.24-10.71% sesuai dengan standar SNI, dengan waktu pengeringan selama 6.5-8.7 jam. Energi yang terpakai untuk mengeringkan jahe merah berkisar antara 1281.67- 2583.86 kJ. Efisiensi pengeringan yang dicapai dari tiap perlakuan berkisar antara 14.04-21.15%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/250</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i1.250</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020; 57-70</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i1</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/250/153</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/251</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:10:43Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Physical Characteristics of Clove (Syzygium aromaticum)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Karateristik Fisik Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Jannah, Miftahul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jannah, Miftahul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Cloves</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Stickiness</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Physical Characteristic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Cengkeh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Daya Lekat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Karakteristik Fisik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Clove (Syzygium aromaticum), belongs to the Myrtaceae family and is one of Indonesia&#039;s native spice plants originating from the Maluku Islands. Clove post-harvest handling at the farm level is still done manually, one of which is the separation of flowers from the stems that are still using their hands. Flowers and clove stems need to be separated because they have different prices and qualities. The purpose of this study was to determine the attachment of cloves to their stems and physical characteristics (dimensions, weight and moisture content) of clove flowers in the varieties of Zanzibar, Si-Putih and Si-Kotok. Adhesiveness is intended as the force needed to release the clove flower from the stem so that it can be a reference and basic reference in the design of the clove flower separator from the stem or other processing equipment. This study used samples of clove flower varieties of Zanzibar, Si-Putih and Si-Kotok based on the color of the flower (level of maturity). The results of this study indicate that the adhesiveness of the clove Si-Kotok variety is 0.22 kg, the Zanzibar variety is 0.17 kg and the Si-Putih variety is 0.15 kg. In terms of color, the adhesiveness of red clove flowers is 0.22 kg, red green is 0.17 kg and green is 0.16 kg. The adhesiveness of cloves does not have a consistent correlation with the parameters of the physical properties of cloves.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Cengkeh (Syzygium aromaticum), termasuk dalam famili Myrtaceae dan merupakan salah satu tanaman rempah asli Indonesia yang berasal dari Kepulauan Maluku. Penanganan pasca panen cengkeh di tingkat petani masih dilakukan dengan cara manual, salah satunya pemisahan bunga dari tangkainya yang masih menggunakan tangan. Bunga dan tangkai cengkeh perlu dipisahkan karena mempunyai harga dan mutu yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya lekat bunga cengkeh terhadap tangkainya dan karateristik fisik (dimensi, berat dan kadar air) bunga cengkeh pada varietas Zanzibar, Si-Putih dan Si-Kotok. Daya lekat dimaksudkan sebagai gaya yang dibutuhkan untuk melepaskan bunga cengkeh dari tangkainya agar dapat menjadi acuan dan referensi dasar dalam perancangan alat pemisah bunga cengkeh dari tangkainya atau alat processing lainnya. Penelitian ini menggunakan sampel bunga cengkeh varietas Zanzibar, Si-Putih dan Si-Kotok berdasarkan warna bunga (tingkat kematangan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daya lekat yang diperoleh bunga cengkeh varietas Si-Kotok sebesar 0.22 kg, varietas Zanzibar sebesar 0.17 kg dan varietas Si-Putih sebesar 0.15 kg. Dari sisi warna, daya lekat bunga cengkeh warna merah sebesar 0.22 kg, warna merah hijau sebesar 0.17 kg dan warna hijau sebesar 0.16 kg. Daya lekat bunga cengkeh tidak memiliki korelasi yang konsisten dengan parameter sifat fisik bunga cengkeh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/251</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i1.251</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020; 34-41</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i1</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/251/147</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/254</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:10:29Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Identification of Aquifer Characteristics and Potential Groundwater for Irrigation in the Data Sub-watershed of Wajo Regency, South Sulawesi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Identifikasi Karakteristik akuifer dan Potensi Air Tanah untuk Irigasi pada Sub DAS Data Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Suhardi, Suhardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Aquifer Characteristic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Groundwater Potential</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Solver Add Ins</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Darcy&#039;s</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Karakteristik Akuifer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Potensi Air Tanah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Solver Add Ins</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Darcy&#039;s</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Sustainable groundwater extraction can be achieved if there is a balance between the amount of groundwater extracted and recharge. The ability of aquifers to release groundwater that affects groundwater extraction and recharge depends on aquifer characteristics. Therefore, aquifer characteristics need to be known so that the amount of extraction does not exceed groundwater recharge. This study aims to determine the position, thickness, type, specific yield and hydraulic conductivity of aquifers and identify catchment areas as sources of groundwater and groundwater potential. This research was conducted by interpolating lithology data and measuring aquifer hydraulic conductivity by pumping test methods. Hydraulic conductivity values were processed using Solver Add Ins in Microsoft Excel to get optimal conductivity values. The source of groundwater recharge was predicted based on a flownet of groundwater surface contour data and groundwater potential calculated using the Darcy’s approach. The results showed that the hydraulic conductivity in the study area was 16.13 m / day, the specific result was 0.32 with aquifer in the form of sand. Based on the flownet, the source of recharge comes from the western side of the watershed which flows eastward with a potential of 14,517 m3 / day ≈ 168.02 lt / sec.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pengambilan airtanah secara berkelanjutan dapat dicapai jika terjadi keseimbangan antara pengambilan dan pengisian airtanah. Kemampuan akuifer dalam pelepasan airtanah yang mempengaruhi pengambilan dan pengisian airtanah tergantung pada karakteristik akuifer. Untuk itu, maka karakteristik suatu akuifer perlu diketahui agar jumlah pengambilan tidak melebihi daripada pengisian airtanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui posisi, ketebalan, jenis, hasil spesifik dan konduktifitas hidraulik akuifer serta mengidentifikasi&amp;nbsp; daerah resapan sebagai sumber pengisian airtanah.dan potensi airtanah. Penelitian dilakukan dengan menginterpolasi data litologi dan pengukuran konduktivitas hidraulik akuifer dengan metode uji pemompaan. Nilai konduktivitas hidraulik diolah dengan menggunakan Solver Add Ins pada Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai konduktivitas optimal. Sumber resapan airtanah diprediksi berdasarkan jejaring aliran data kontur muka airtanah dan potensi airtanah dihitung dengan pendekatan Darcy’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konduktivitas&amp;nbsp; hidraulik pada daerah penelitian sebesar 16,13 m/hari, hasil spesifik sebesar 0,32 dengan akuifer berupa pasiran. Berdasarkan jejaring aliran, sumber resapan berasal dari sisi Barat DAS mengalir ke arah timur dengan potensi sebesar 14.517 m3/hari ≈&amp;nbsp;&amp;nbsp; 168,02 lt/dt.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/254</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i1.254</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020; 42-50</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i1</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/254/151</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/255</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:10:15Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Prediction of Flow Discharge of Bantimurung Watershed Using HEC-HMS Model</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Prediksi Debit Aliran Sub-DAS Bantimurung Menggunakan Model HEC-HMS</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Zulaeha, Sitti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nur Faridah, Sitti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mubarak, Husnul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Zulaeha, Sitti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nur Faridah, Sitti </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Mubarak, Husnul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Discharge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Rainfall</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">HEC-HMS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Validation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Debit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Hujan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">HEC-HMS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Validasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Bantimurung watershed is the resource of irrigation water for the surrounding communities and the last few years the change in the magnitude of the maximum discharge and the minimum discharge fluctuates considerably. This study aimed to predict the flow discharge and investigate the validity of HEC-HMS model (Hydrologic Engineering Center&#039;s Hydrologic Modeling System) in predicting the flow discharge in the Bantimurung watershed of Maros Regency. The method used in this study was a quantitative method which included data collection of the research data in the field, such as rainfall data, discharge flow rate, soil texture and land use as well as the characteristics of Bantimurung watershed. Data analysis was done using HEC-HMS software. This software performed empirical simulation using rainfall, land slope, land use, soil physical characteristics and generate predicted discharge flow rate. The HEC-HMS model was calibrated using data from Public Work (PU) which were collected in 2006. The calibrated model was then validated using 2014 data. The calibration and validation results indicated that the predicted data were in good agreement with measured data R2 and NSE value of 0,546 and 0,595 respectively from the calibration process and 0,512 and 0,490 from the validation process. These results suggest that the HEC-HMS model can predict the measured discharge flow rate adequately</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Sub-DAS Bantimurung merupakan sumber air irigasi bagi masyarakat di sekitarnya dan beberapa tahun terakhir perubahan besarnya debit maksimum dan debit minimum mengalami fluktuasi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi debit aliran dan mengetahui tingkat kevalidan model HEC-HMS (Hydrologic Engineering Center’s Hydrologic Modeling System) dalam memprediksi besarnya debit aliran pada Sub-DAS Bantimurung Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang meliputi pengumpulan data di lapangan seperti : data curah hujan, debit, tekstur tanah dan penggunaan lahan serta karakteristik Sub-DAS Bantimurung. Data dianalisis menggunakan aplikasi HEC-HMS. Aplikasi ini melakukan simulasi empiris menggunakan data curah hujan, kemiringan tanah, penggunaan lahan, karakteristik tanah dan secara umum memprediksi laju debit aliran. Pemodelan HEC-HMS melakukan kalibrasi menggunakan data dari Dinas Pekerjaan Umum dengan data tahun 2006. Proses kalibrasi dan validasi model menggunakan data tahun 2014. Proses kalibrasi dan validasi menunjukkan bahwa data simulasi hasil prediksi mendekati nilai hasil pengukuran dimana nilai R2 dan NSE masing-masing adalah sebesar 0,546 dan 0,595 sedangkan hasil validasi menunjukkan nilai 0,512 dan 0,490. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model HEC-HMS cukup valid digunakan untuk memprediksi debit aliran</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/255</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i1.255</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020; 71-76</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i1</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/255/154</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/261</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:10:01Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Application of Aloe Vera Gel as an Edible Coating at Jackfruit</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Aplikasi Gel Lidah Buaya Sebagai Edible Coating pada Daging Buah Nangka</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ansar, Ansar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sukmawaty</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Putra, Guyub Mahardiawan Dwi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Najat, Nurul Hafizah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">color, edible coating, jackfruit, temperature, water content</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">daging buah nangka, edible coating, kadar air, suhu, warna</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Jackfruit has a short shelf life, can only last between 2-3 days at room temperature. Several ways can be done to maintain the shelf life of jackfruits, such as storage in the cold room, pressurized space, or modification of the atmosphere of the room. But this method requires expensive operational costs. The purpose of this study was to examine the effect of using aloe vera gel as an edible coating to be applied to the jackfruit. The study was conducted with the stages of making aloe vera gel as an edible coating, coating the edible coating on the sample, then the sample was stored at 10 and 29oC for 10 days. The research parameters observed were water content, texture, and color. The results showed that the water content of jackfruit could be maintained using an edible coating. The shelf life of jackfruit was longer stored at 10oC than stored at 29oC. The best edible coating results obtained on the treatment of aloe vera gel with a concentration of 0.5% CMC because it can inhibit the increase in water content, maintain texture, and the color of jackfruit is still like fresh fruit. To improve the results of this study, it is necessary to conduct further research by examining the effect of aloe vera gel on the taste and aroma of jackfruit.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Buah nangka yang sudah matang memiliki umur simpan yang pendek, hanya bisa bertahan antara 2-3 hari pada suhu kamar. Beberapa cara dapat dilakukan untuk mempertahankan umur simpan daging buah nangka, seperti penyimpanan pada ruang pendingin, ruang bertekanan, atau modifikasi atmosfer ruangan. Namun metode ini membutuhkan biaya operasional yang mahal. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh penggunaan gel lidah buaya sebagai edible coating untuk diaplikasikan pada daging buah nangka. Penelitian dilakukan dengan tahapan pembuatan gel lidah buaya sebagai edibe coating, melakukan pelapisan edible coating pada sampel, kemudian sampel disimpan pada suhu 10 dan 29oC selama 10 hari.&amp;nbsp; Parameter penelitian yang diamati adalah kadar air, tekstur, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air daging buah nangka dapat dipertahankan menggunakan edible coating. Umur simpan daging buah nangka lebih lama yang disimpan pada suhu 10oC dibandingkan yang disimpan pada suhu 29oC. Hasil edible coating terbaik diperoleh pada perlakuan gel lidah buaya dengan konsentrasi CMC 0,5% karena dapat menghambat peningkatan kadar air, mempertahankan tekstur, dan warna daging buah nangka masih seperti buah segar. Untuk menyempurnakan hasil penelitian ini, maka perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan mengkaji pengaruh gel lidah buaya terhadap rasa dan aroma daging buah nangka.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/261</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i2.261</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 2, Oktober 2020; 77-83</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/261/161</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/339</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:09:47Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kinetic Analysis of Physical Quality Change on Eggplant (Solanum melongena L.) during Storage</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Analisis Kinetika Perubahan Kualitas Fisik Terung Ungu (Solanum Melongena L.) Selama Penyimpanan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Hanis Adila </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Prabowo, Amas Agung Pandu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Soolany, Christian</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Lestari, Hanis Adila </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Eggplant</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Calcium Chloride</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Storage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Terung Ungu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kalsium klorida</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Penyimpanan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Eggplant is one of fruit much like by many people. Postharvest handling of eggplant could reduce losses due to short shelf life. One of the method to extend the shelf life of eggplant was stored at low temperature and soaked into solution of calcium cloride. The purpose of this research was to study kinetics eggplant quality during storage. Treatment to research was eggplant soaked in solution of calsium clorida (CaCl2) with concentration 0%, 1% and 2% then stored at 28°C and low temperature (9°C). Rate of quality is analyzed using kinetic equation. The kinetics of weight losses use zero-order, first-order was for hardness change and total dissolved solids. The research result showed that soaked into solution of calcium chloride (CaCl2) was capable of inhibiting the rate of change the quality of eggplant.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Terung ungu merupakan salah satu buah yang banyak digemari oleh masyarakat. Adanya penanganan pascapanen pada terung ungu bertujuan untuk mengurangi kerugian karena umur simpan yang pendek. Salah satu upaya untuk memperpanjang umur simpan terung ungu yaitu dengan penyimpanan pada suhu rendah dan perlakuan perendaman larutan kalsium klorida (CaCl2). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kinetika kualitas terung ungu selama penyimpanan. Perlakuan pada penelitian ini yaitu terung ungu direndam dalam larutan kalsium klorida (CaCl2) konsentrasi 0%, 1% dan 2% kemudian disimpan pada suhu ruang (28°C) dan suhu rendah (9°C). Laju penurunan kualitas dianalisis dengan menggunakan persamaan kinetika. Kinetika perubahan susut bobot menggunakan orde nol, orde satu untuk kinetika perubahan tekstur dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan perendaman dengan larutan kalsium klorida (CaCl2) mampu menghambat laju perubahan kualitas terung ungu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/339</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i2.339</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 2, Oktober 2020; 84-89</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/339/162</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/346</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:09:33Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Passive Drying of Yum Tuber Slices (Dioscorea alata L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Pengeringan Passive Irisan Umbi Uwi (Dioscorea alata L.)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">T, Irwan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iqbal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">T, Irwan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Iqbal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Yum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Drying</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Drying Model</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Water Content</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Uwi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Model Pengeringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kadar Air</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">ABSTRACT
Passive drying is a drying mechanism that utilizes sunlight in a drying chamber with natural air flow mechanism. The tool used is direct passive solar box dryer. Direct type passive drying is a drying mechanism in a drying chamber with an air flow mechanism where direct sunlight enters the drying chamber. This study was intended to determine the pattern of decreasing water content and moisture ratio of yum (Dioscorea alata L.) and the appropriate drying model. Passive drying of yum tuber slices is done in two stages. The first drying data is used to determine the most suitable drying model (biggest R2). While the second drying data is used to validate the accuracy of the model predictions obtained. The drying process is carried out by placing the sample at the top, middle, and bottom of the drying chamber. The samples used are two types of yum namely white yum and purple yum with a size of 3x3x1 cm. The models evaluated for compatibility are Newton, Henderson &amp;amp; Pabis, and Page. The results of the analysis show that the Page model with the equation MR = exp (-ktn) is the most suitable model to describe the pattern of decreasing water content and moisture ratio of yum. The values ​​of the Page equation constants are obtained as follows: k = 0.187249, n = 1.17272 and R2 = 0.999403.
Keywords: Yum, Drying, Drying Model, Water Content</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pengeringan passive merupakan mekanisme pengeringan yang memanfaatkan sinar matahari pada suatu ruang pengering dengan mekanisme aliran udara secara alami. Alat yang digunakan adalah passive solar box dryer tipe direct. Pengeringan passive tipe direct merupakan mekanisme pengeringan pada suatu ruang pengering dengan mekanisme aliran udara dimana sinar matahari masuk secara langsung pada ruang pengering. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pola penurunan kadar air dan moisture ratio uwi (Dioscorea alata L.) serta model pengeringan yang sesuai. Pengeringan passive irisan umbi uwi dilakukan dengan dua tahap. Data pengeringan pertama digunakan untuk menentukan model pengeringan yang paling sesuai (R2 terbesar). Sedangkan data pengeringan kedua digunakan untuk memvalidasi keakuratan prediksi model yang diperoleh. Proses pengeringan dilakukan dengan menempatkan sampel pada bagian atas, tengah, dan bawah ruang pengering. Sampel yang digunakan dua jenis uwi yakni uwi putih dan uwi ungu dengan ukuran 3x3x1 cm. Model yang dievaluasi kesesuaiannya adalah model Newton, Henderson &amp;amp; Pabis, dan Page. Hasil analisis menunjukkan bahwa model Page dengan persamaan MR = exp (-ktn) merupakan model yang paling sesuai untuk menggambarkan pola penurunan kadar air dan moisture ratio uwi. Nilai-nilai konstanta&amp;nbsp; persamaan&amp;nbsp; Page&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; diperoleh&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; berikut:&amp;nbsp; k&amp;nbsp; =&amp;nbsp;&amp;nbsp; 0,187249,&amp;nbsp;&amp;nbsp; n = 1,17272 dan R2 = 0,999403.
Kata Kunci: Uwi, Pengeringan, Model Pengeringan, Kadar Air.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/346</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i2.346</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 2, Oktober 2020; 127-134</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/346/168</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/356</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:09:19Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Performance Comparison of Corn Seed Planter and Tugal In Dry Land Sigi District Central Sulawesi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">KOMPARASI KINERJA ALAT TANAM JAGUNG DAN TUGAL PADA LAHAN KERING KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fitri Amalia, Anugerah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahayu, Heni SP</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muchtar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Actual Work Capacity</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Seed Planter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tugal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Theoretical Work Capacity</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kapasitas Kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Alat Tanam Benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tugal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">One of the efforts to accelerate the achievement of corn self-sufficiency is the efficiency of farming through the use of agricultural machinery. The use of agricultural machinery at the farm level especially in planting and fertilizingis still scarcely done, while the availability of agricultural labor is decreasing recently. Innovations will be adopted by farmers based on its performance in the field which should be applicable and efficient. The study aims to determine the performance of seed planters as planting and fertilizing tool on dry land in Sigi Regency. The research method uses agro technical studies that measure theoretical work capacity (Kt), actual work capacity (Ka), as well as the efficiency of seed planter and tugal performance. The results shows that seed planter’s performance is higher than tugal. The seed planter has an average theoretical field capacity 1.92 ha/hour with an advanced speed of 6.42 km/hour and has an actual field capacity 0.625 ha/hour, whiletugal toolhas theoretical capacity 0.50 ha/hour with an average actual field capacity 0.167 ha/hour. However, the accuracy of the volume of seed and fertilizer fallfrom the seed planter have to be improved.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Salah satu upaya percepatan pencapaian swasembada jagung adalah efisiensi usaha tani melalui penggunaan alat mesin pertanian (alsintan). Penggunaan alsintan di tingkat petani terutama penanaman dan pemupukan masih jarang dilakukan, sedangkan ketersediaan tenaga kerja pertanian semakin berkurang. Inovasi teknologi baru akan dapat diadopsi petani apabila kinerja di lapangan efficient dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja alat seed planter dan tugal jika digunakan sebagai alat tanam dan pemupukan pada lahan kering di Kabupaten Sigi. Metode penelitianmenggunakan kajian agroteknis yang mengukur kapasitas kerja teoritis (Kt), kapasitas kerja aktual (Ka), serta efisiensi kinerja seed planter dan tugal. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kinerja alatseed planter lebih tinggi dari tugal. Seed plantermemiliki rata-rata kapasitas lapang teoritis sebesar 1,92 ha/jam dengan kecepatan maju 6,42 km/jam dan kapasitas lapang aktual 0,625 ha/jam, sedangkan pada tugal kapasitas teoritis rata-rata sebesar 0,50 ha/jam dengan kapasitas lapang aktual sebesar 0,167 ha/jam. Namun keakuratan volume jatuhnya benih dan pupuk pada seed planter masih harus ditingkatkan.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/356</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i2.356</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 2, Oktober 2020; 97-104</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/356/164</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/358</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:09:05Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Total Bacteria of Lactic Acid, Total Acid, pH Value, Syneresis, Total Dissolved Solids and Organoleptic Properties of Yoghurt Back Slooping Method</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT, TOTAL ASAM, NILAI pH, SINERESIS, TOTAL PADATAN TERLARUT DAN SIFAT ORGANOLEPTIK YOGHURT METODE BACK SLOOPING</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Adrianto, Rizki</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wiraputra, Damar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jyoti, Masmulki Daniro</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Andaningrum, Arifia Zulaika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Adrianto, Rizki</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Wiraputra, Damar </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jyoti, Masmulki Daniro</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Andaningrum, Arifia Zulaika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Yoghurt</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Back Sloop</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lactic Acid Bacteria</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Yoghurt</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Back Sloop</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bakteri Asam Laktat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">This study aims to determine the total lactic acid bacteria, total acid, pH value, syneresis, and organoleptic properties of yogurt using the back slooping method. Experiments were made by taking bacteria from yogurt products (biocul) with variations in the incubation time of room temperature, 37 oC, 40 oC, 45 oC, and 37 oC to 40 oC. The results of the analysis on total lactic acid bacteria, total acid, pH value, and viscosity of yoghurt with the back slooping method gave different results. Meanwhile, the organoleptic test used the hedonic level of preference, which included aroma, color, texture, and overall acceptance. Total lactic acid bacteria 8,03-8,29 log CFU / ml; total acid 0.95-1.26%; pH value 3.70-4.78; total dissolved solids 10.1-12.0%; Organoleptic test with the level of preference including color, aroma, texture and overall acceptance, obtained a preference score of 4, which means like. Based on the organoleptic test, it can be concluded that the best quality of yogurt with the back-loop method of incubation temperature of yogurt B5 with an incubation temperature of 37 oC to 40 oC</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan dalam mengetahui total bakteri asam laktat, total asam, nilai pH, sineresis, dan sifat organoleptik pada yoghurt secara metode back slooping. Percobaan dibuat dengan mengambil bakteri dari produk yoghurt (biokul) dengan variasi waktu inkubasi suhu ruang, 37oC, 40oC, 45oC, dan suhu 37oC ke suhu 40oC. Hasil analisis pada total bakteri asam laktat, total asam, nilai pH, dan viskositas yoghurt metode back slooping memberikan hasil yang berbeda-beda. Sedangkan uji organoleptik dengan uji hedonik tingkat kesukaan yang meliputi aroma, warna, tekstur, dan penerimaan secara keseluruhan. Total bak&amp;nbsp; teri asam laktat 8,03-8,29 log CFU/ml; total asam 0,95-1,26%; nilai pH 3,70-4,78; total padatan terlarut 10,1-12,0%; Uji organoleptik dengan tingkat kesukaan meliputi warna, aroma, tekstur dan penerimaan keseluruhan diperoleh skor hasil kesukaan skala 4 yang berarti suka. Berdasarkan uji organoleptik dapat disimpulkan bahwa kualitas yoghurt yang paling baik dengan metode back sloop suhu inkubasi yoghurt B5 dengan suhu inkubasi 37oC ke suhu 40oC</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/358</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i2.358</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 2, Oktober 2020; 105-111</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/358/165</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/359</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:08:51Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Soft Cheese Yield, Flavor, Taste, Overall Texture Made of Cow’s Milk Added Rennet and Lactid Acid Bacteria Yoghurt Biokul</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">RENDEMEN, AROMA, RASA, PENAMPILAN KEJU LUNAK DARI SUSU SAPI DENGAN PENAMBAHAN RENNET DAN STARTER BAL YOGHURT BIOKUL</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Adrianto, Rizki</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wiraputra, Damar </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jyoti, Masmulki Daniro</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Andaningrum, Arifia Zulaika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Adrianto, Rizki</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Wiraputra, Damar </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jyoti, Masmulki Daniro</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Andaningrum, Arifia Zulaika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Lactid Acid Bacteria</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Soft Cheese</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Direct Acidifaction</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Rennet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Bakteri Asam Laktat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Keju Lunak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pengemasan Langsung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Rennet</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Cheese is a product of milk, mostly imported from other countries. Therefore it is very important to develop using locally available materials. This study was conducted to compare the effects of a given treatment. Soft cheese composition made from cow&#039;s milk using direct pickling techniques. This research used fresh cow&#039;s milk from Lampung State Polytechnic, LAB starter from “biokul” brand and rennet as a coagulant. The treatment consisted of 2 treatments, namely making cheese with the addition of rennet and adding rennet + starter LAB. The variables measured were yield, aroma, taste, and overall appearance. The results showed that the direct acidification technique using the LAB starter is feasible for use in the process of making soft cheese from cow&#039;s milk. The advantage of this technique is that it is fast, easy and cheap. The yield and composition of soft cheese from cow&#039;s milk varies depending on the treatment at the time of cheese making. To produce soft cheese with high yield, good aroma, taste, and overall appearance, it is recommended to use the rennet + starter LAB treatment.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Keju adalah produk dari susu yang sebagian besar bersumber dari impor negara lain. Oleh karena itu sangat penting untuk&amp;nbsp; dikembangkan&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; menggunakan&amp;nbsp; bahan&amp;nbsp; lokal&amp;nbsp; yang tersedia. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pengaruh dari perlakuan yang diberikan. Komposisi keju lunak yang terbuat dari susu sapi dengan menggunakan teknik pengasaman langsung. Penelitian ini menggunakan susu sapi segar dari Politeknik Negeri Lampung, starter BAL dari produk merk “biokul” dan rennet sebagai koagulan. Perlakuan terdiri dari 2 perlakuan yaitu pembuatan keju dengan penambahan rennet dan penambahan rennet + starter BAL. Variabel yang diukur adalah rendemen, aroma, rasa, dan penampilan secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengasaman langsung menggunakan starter BAL adalah layak untuk digunakan dalam proses pembuatan keju lunak dari susu sapi. Keuntungan dari teknik ini sangat cepat, mudah dan murah. Hasil dan komposisi keju lunak dari susu sapi bervariasi tergantung dari perlakuan saat pembuatan keju. Untuk menghasilkan keju lunak&amp;nbsp; dengan rendemen tinggi, aroma, rasa, dan penampilan secara keseluruhan baik, dianjurkan&amp;nbsp; menggunakan perlakuan rennet + starter BAL.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/359</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i2.359</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 2, Oktober 2020; 120-126</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/359/167</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/362</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:08:37Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Designing Lai Pie Product by Using Kano Model and QFD Method</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">PERANCANGAN PRODUK PAI BUAH LAI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KANO DAN METODE QFD</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rif&#039;ah, Ainun</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sitania, Farida Djumiati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Gunawan, Suwardi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rif&#039;ah, Ainun</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sitania, Farida Djumiati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Gunawan, Suwardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">House of Quality</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">HOQ</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kano Model</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lie Pai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Quality Function Development</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Buah Lai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">House of Quality</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kue Pai Lai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Model Kano</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">QFD</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Quality Function Development</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Lai is the original fruit of Borneo. Lai has the potential as a superior tropical fruit to accompany durian with its unique properties. Lai has yellow and orange flesh, fresh taste, and soft fragrant. The utilization of lai fruit is still not maximum, it can be seen that the fruit is only sold when the fruit is ripe and consumed directly without any processing innovation so that the selling value of the fruit is low and the shelf life is short. The purpose of this research is to design processed lai fruit into pie products according to consumer needs using the Kano Model and The Quality Function Deployment (QFD) Method at the product planning stage. Data collection was carried out by distributing Kano questionnaires and the level of importance questionnaires. Questionnaires were distributed to people who lived in Samarinda who have an age range between 20 to 30 years who have consumed pies and lai fruit. The Kano questionnaire was used to determine the characteristics required by consumers. While the importance level questionnaire was used to obtain data on the level of consumer interest. The Kano model and Quality Function Development (QFD) Method were used to process the data in the product planning stage by compiling the House of Quality (HOQ). Based on data processing by using The Kano Model, obtained there were 12 statements classified as one dimensional, 2 statements classified as must be, and 7 statements classified as indifferent. There were 14 statements related to consumer’s characteristics classified into Quality Function Development (QFD), they were included in the category one dimensional and must be. Based on data processing by using Quality Function Development (QFD), obtained 12 technical parameters which could be developed based on consumers’ need. The marketable design of the Lai pie product that is preferred by consumers is the one with dough mixing process, baking process, and quality control process.Those three technical parameters are closely related to the five priorities of consumers’ characteristics. The dough mixing process is associated with the existed genuine taste of Lai and the smoothness of Lai vla (custard). The baking process is affiliated with the crispiness of Lai pie crust and its delicious aroma. The Quality Control process is related to product sorting before it is marketed.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/362</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i2.362</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 2, Oktober 2020; 112-119</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/362/166</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/364</identifier>
				<datestamp>2023-04-09T11:08:55Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Study of Engineering Properties of Carrot Puree (Daucus carrota L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Kajian Sifat Enjiniring Puree Wortel (Daucus carrota L.)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Muti, Nanda Ikhtiar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Purbasari, Dian</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Muti, Nanda Ikhtiar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Purbasari, Dian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Engineering Properties</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">carrots</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Puree</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Two-Way Anova</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Sifat enjiniring</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">wortel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">puree</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">anova dua arah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The Post-harvest processing of carrots in Indonesia is still limited to being processed into the main ingredients of soup or vegetable of cap cay and sometimes blended to drink as juice and currently, there are still trying to make flour from carrots. This study uses a Complete Randomized Design (RAL) with two factors, namely the comparison of carrots and water and the length of grinding time. The measurement stages of technical properties begin from the preparation of raw materials, washing, cutting, purification, then measured of technical properties. The technical properties measured are viscosity, total solids, density, color, and thermal conductivity. The comparison of carrots and water used are 3:1 (450 gr:150 ml), 2:1 (400 gr:200 ml), and 1:2 (200 gr:400 ml) for a long time period of 150 seconds, 210 seconds, and 270 seconds. The Data analysis using two-way ANOVA statistical test with two factors that affect the comparison of carrots and water and length of life. Viscosity values range from 1697.78 cP to 4661.44 cP. The total value of solids ranges from 3.11% to 7.20%. Density values range from 1,004 g/ml to 1,015 g/ml. The L color index value ranges from 34.33 to 42.77. Color index values range from -1.06 to 6.44. The color index value b ranges from 12.65 to 26.95. Thermal conductivity values range from 0.577 W/m.K to 0.682 W/m.K. The more proportions of carrots in a puree solution, the higher of viscosity value, total solids, density, and color indexes L, a, and b. While the value of thermal conductivity does not affect the comparison of carrots and water. At purification, time treatment does not affect solid total values, color index values L, a, and b. However, it affects the density and viscosity value of carrot puree. The longer the milling time, the greater the viscosity value and density.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pengolahan wortel pasca panen di Indonesia masih sebatas diolah menjadi bahan utama sup atau sayur cap cay dan kadang diblender untuk diminum sebagai jus dan saat ini masih ada yang mencoba membuat tepung dari wortel. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu perbandingan wortel dan air serta lama waktu penggilingan. Tahapan pengukuran sifat keteknikan yaitu dimulai dari penyiapan bahan baku, pencucian, pemotongan, pemurnian, kemudian dilakukan pengukuran sifat keteknikan. Sifat keteknikan yang diukur adalah viskositas, total padatan, densitas, warna, dan konduktivitas termal. Perbandingan wortel dan air yang digunakan masing-masing adalah 3: 1 (450 gr: 150 ml), 2: 1 (400 gr: 200 ml), dan 1: 2 (200 gr: 400 ml) untuk lama waktu pemakaian yaitu 150 detik, 210 detik, dan 270 detik. Analisis data menggunakan uji statistik ANOVA dua arah dengan dua faktor yang mempengaruhi yaitu perbandingan wortel dan air serta lama waktu pakai. Nilai viskositas berkisar antara 1697,78 cP hingga 4661,44 cP. Nilai total padatan berkisar antara 3,11% sampai 7,20%. Nilai kepadatan berkisar dari 1,004 g / ml hingga 1,015 g / ml. Nilai indeks warna L berkisar antara 34,33 hingga 42,77. Nilai indeks warna berkisar antara -1,06 hingga 6,44. Nilai indeks warna b berkisar antara 12,65 hingga 26,95. Nilai konduktivitas termal berkisar antara 0,577 W / m.K hingga 0,682 W / m.K. Semakin banyak proporsi wortel dalam larutan haluskan, semakin tinggi nilai viskositas, total padatan, massa jenis, dan indeks warna L, a, dan b. Sedangkan nilai konduktivitas termal tidak berpengaruh terhadap perbandingan wortel dan air. Pada perlakuan waktu pemurnian tidak berpengaruh terhadap nilai total solid, nilai indeks warna L, a, dan b. Namun, hal itu mempengaruhi nilai densitas dan viskositas puree wortel. Semakin lama waktu penggilingan, semakin besar nilai viskositas dan densitasnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/364</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v14i1.364</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 14, Number 1, April 2021; 1 - 7</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v14i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/364/182</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/365</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:08:23Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Ohmic Heating Characteristic and Anthocyanin Contained in Mangosteen Rind (Grarcinia mangostana L)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">PENGARUH PEMANASAN OHMIC DAN KANDUNGAN ANTOSIANIN PUREE KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ariyati, Komang</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salengke</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Supratomo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Mangosteen rind</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">spectrophotometer uv-vis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">ohmic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">anthocyanin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kulit manggis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">ohmic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">spektrofotometer uv-vis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">antosianin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Anthocyanin compound in mangosteen (Gracinia Mangostana L) rind can be used as a natural coloring to replace synthetic coloring and also a solution to reduce rind waste from mangosteen as well. Aim of this research is to know the characteristic of ohmic heating, degradation kinetics, and anthocyanin activation energy of mangosteen rind puree. Method the research is done by ohmic heating mangosteen (Gracinia Mangostana L) rind puree at 70°C, 90°C, and 110°C for period time 30, 60, and 90 minutes. The samples of these ohmic heating will be seen under spectrophotometer uv-vis to know amount of anthocyanin from different treatments. This research shows that at 70°C for 30 minutes, the anthocyanin is at its peak shown by number 4585.860 mg/l. Meanwhile at 110°C for 90 minutes, the anthocyanin is at its lowest shown by number 1787.568 mg/l. Result reveals that anthocyanin level is affected a lot by different temperature and time length of mangosteen rind heating. The higher and longest the heating, the lower level of anthocyanin consisted. Anthocyanin shows high temperature dependency by number 62.1812 kJ/mol as activation energy.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Kandungan antosianin pada kulit buah manggis (Gracinia Mangostana L) dapat digunakan sebagai pewarna alami pengganti pewarna sintetis serta menjadi solusi untuk mengurangi limbah kulit manggis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pemanasan ohmic, kinetika degradasi dan energi aktivasi antosianin pada puree kulit buah manggis. Metode penelitian ini dilakukan dengan pemanasan ohmic pada suhu 700C, 900C dan 1100C dengan waktu 30,60 dan 90 menit pada puree kulit manggis (Gracinia Mangostana L). Sampel yang telah diohmic akan diuji dengan spektrofotometer uv-vis untuk mengetahui kandungan antosianin pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu 700C dengan waktu 30 menit diperoleh antosianin tertinggi sebanyak 4585.860 mg/L sedangkan pada suhu 1100C dengan waktu 90 menit diperoleh antosianin terendah sebanyak 1787.568 mg/L. Hasil tersebut memperlihatkan kadar antosianin sangat dipengaruhi oleh suhu dan lama pemanasan pada kulit buah manggis, semakin tinggi suhu dan semakin lama waktu pemanasan maka semakin rendah kadar antosianin yang didapatkan. Antosianin menunjukan ketergantungan suhu yang relatif tinggi dengan nilai energi aktivasi 62.1812 kJ/mol.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/365</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i2.365</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 2, Oktober 2020; 135-142</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/365/169</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/368</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T16:08:08Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Evaluation of Land Suitability of Food Crops Commodities Based on Spatial Data in Tanete Riaja District, Barru Regency </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PENGEMBANGAN  KOMODITI TANAMAN PANGAN BERBASIS SPASIAL  DI KEC. TANETE RIAJA, KAB. BARRU </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Samsuar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sapsal, Muhammad Tahir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Achmad, Mahmud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mubarak, Husnul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Nunik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Land Suitability</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Food Crop</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">GIS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Spatial Data</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kesesuaian Lahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tanaman Pangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">SIG</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Data Spasial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Increasing land productivity, especially in the agricultural sector, are absolutely necessary at this time. One effort that can be done is by evaluating the characteristics of the land in order to obtain suitable information for the development of agricultural commodities in an area. The purpose of this study was to provide information on land characteristics and to analyze the level of land suitability for the development of food crop commodities (rice, corn, soybeans and cassava). The land characteristic parameters observed included climate, land morphology, soil physical and chemical properties. The results show that it is possible to develop food crops in Tanete Riaja District, even though only in the S2 and S3 categories. The slope factor is the main obstacle in the development of this commodity, so that crop management such as terracing and intercropping systems is an alternative cropping model that can be implemented. Low soil fertility and acidic soil pH are manageable factors that can be improved to increase soil quality.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Usaha peningkatan produktivitas lahan, khususnya pada bidang pertanian, mutlak untuk diterapkan saat ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mengevaluasi karakteristik lahan sehingga diperoleh informasi yang cocok untuk pengembangan komoditi pertanian di suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi karakteristik lahan serta menganalisis tingkat kesesuaian lahan untuk pengembangan komoditi tanaman pangan (padi, jagung, kedelai dan ubi kayu). Parameter karakteristik lahan yang diamati meliputi iklim, morfologi lahan, sifat fisik dan kimia tanah. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan tanaman pangan sangat memungkinkan untuk dikembangkan di Kec. Tanete Riaja meskipun hanya dalam kategori S2 dan S3. Faktor kemiringan lereng merupakan penghambat utama pengembangan komoditi tersebut, sehingga manajemen pertanaman seperti terasering dan sistem tumpang sari merupakan alternatif model pertanaman yang dapat dilakukan. Tingkat kesuburan tanah yang rendah dan pH tanah yang masam merupakan faktor yang manageable sehingga dapat diperbaiki untuk meningkatkan kualitas lahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/368</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v13i2.368</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 2, Oktober 2020; 90-96</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v13i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/368/170</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/389</identifier>
				<datestamp>2023-04-09T11:08:55Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">The Effect of Thickness and Reversal Frequency of Seaweed Gracilaria sp Drying</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Pengaruh Ketebalan dan Frekuensi Pembalikan dalam Penjemuran Rumput Laut Gracilaria sp</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">aisah, sitti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Samsuar, Samsuar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Mursalim, Mursalim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Samsuar, Samsuar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Gracilaria SP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pile Thicness</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Reversal Frequency</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Gracilaria SP</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ketebalan Tumpukan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Frekuensi Pembalikan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Marketing of seaweed is still in the form of dried seaweed, but in fact the quality of the dried seaweedthat is sold by farmers has not met the standards required by the seaweed processing industry. One ofthe efforts that can be made to improve the quality of dried seaweed is by optimizing drying, namelyby adjusting the thickness and reversal frequency. Pile thickness of will determine the length of timedrying is carried out, while the frequency of reversal will determine the spread of heat that occurs inthe seaweed pile. The aim of this study was to determine the drying speed in seaweed Gracilaria spdrying and quality of dried sweaweed. The study was conducted with two treatments, namely pilethickness of 12, 16 and 20 cm and treatment of reversal frequency with an interval of 3 hours, 4 hoursand 5 hours. The parameters observed in this study were a decrease in water content, drying rate, andsensory test. The results showed that the drying of Gracilaria sp seaweed with a thicknessof 12 cm with a reversal frequency of each 3-4 hours is the best treatment in terms of color / brightnessand good texture with a drying rate of 0.462 kg H2O/kg solids hour.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pemasaran rumput laut saat ini masih dalam bentuk rumput laut kering, namun pada kenyataanyakualitas rumput laut kering yang dipasarkan oleh petani belum memenuhi standar yang dibutuhkanoleh industri pengolahan rumput laut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki muturumput laut kering yaitu dengan mengoptimalkan penjemuran yaitu dengan mengatur ketebalan danfrekuensi pembalikan. Ketebalan tumpukan akan menentukan lama penjemuran yang dilakukansedangkan frekuensi pembalikan akan menentukan penyebaran panas yang terjadi pada tumpukanrumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan pengeringan dalam penjemuranrumput laut Gracilaria sp dan kualitas dari rumput laut kering. Penelitian dilakukan dengan duaperlakuan yaitu ketebalan penjemuran 12, 16 dan 20 cm dan perlakuan frekuensi pembalikan denganselang waktu 3 janm, 4 jam dan 5 jam. Parameter yang di amati dalam penelitian ini yaitu penurunankadar air, laju pengerigan, dan uji sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjemuran rumputlaut Gracilaria sp dengan ketebalan 12 cm dengan frekuensi pembalikan setiap 3-4 jam menjadiperlakuan yang terbaik dari segi warna/kecerahan dan teksur yang baik dengan laju pengeringan yaitu0.462 kg H2O/kg padatan jam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/389</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v14i1.389</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 14, Number 1, April 2021; 42 - 50</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v14i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/389/187</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/399</identifier>
				<datestamp>2023-04-09T11:08:55Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Evaluation of Page Model Performance on Thin Layer Drying of Iles-Iles Roots</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">The Evaluasi Kinerja Model Page Pada Pengeringan Lapisan Tipis Umbi Iles-Iles</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mukmin, Mukmin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Azis, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Mukmin, Mukmin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Muhidong, Junaedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Azis, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Iles-Iles</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Thin Layer Drying</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Page Model</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Iles-Iles</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pengeringan Lapisan Tipis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Model Page</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The iles-iles is an umber plant having a high economic potential. This plant can only grow in tropical and subtropical areas. This study aims to evaluating the accuracy of the page model in estimating the moisture ratio of the iles-iles in the form of slice during the thin layer drying process. This research uses 450C and 550C drying temperature as well as the thickness of iles-iles 1,0 cm and 0,5 cm. Drying air velocity was used at 1,0 m/s. The observation parameters used on this study were the weight of the sample and the drying time. Results of this study are the water-level drop pattern, moisture ratio drop pattern, the value of page model drying, and page model evaluations. Those results describe that the relation between the predictive value and the observation value of moisture ratio create regression equations without the intersept with R2 approaching value. Consequently, the acquired page model is preferred to give partial predictions of iles-iles. Meanwhile the R2 value is 0.998, the chi-squared, value is 5.202x102, and the RMSE value is. &amp;nbsp;The concise of R2, Chi-Squared, and RMSE with the previous research had relatively small value that indicated that a page model drying performance on the study was also quite good</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Tanaman iles-iles (Amorphophallus muelleri) merupakan jenis umbi-umbian dengannilaipotensial ekonomi yang cukuptinggi. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah tropis dan sub-tropis.Penelitian ini dimaksudkan&amp;nbsp; untuk mengevaluasi keakuratan model Page dalam menduga moisture ratio umbi iles-iles (Amorphophallus muelleri)yang berbentuk irisan selama proses pengeringan lapisan tipis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan suhu pengeringan 45oC dan 55 oC dengan ketebalan sampel iles-iles 1.0 cm dan 0.5 cm. Kecepatan udara pengeringan digunakan sebesar 1.0 m/s. Parameter pengamatan yang digunakan berat sampel selama proses pengeringan dan waktu pengeringan. Sehingga diperoleh hasil seperti pola penurunan kadar air, pola penurunan moisture rasio, nilai konstanta pengeringan Model Page, dan evaluasi kinerja Model Page yang menggambarkan hubungan antara nilai prediksi dan nilai observasi moisture ratio yg menghasilkan persamaan regresi tanpa intersept dengan nilai R2 yang mendekati 1.0, maka Model Page yang diperoleh dianggap baik dalam melakukan prediksi moisture ratio umbi iles-iles. Adapun nilai R2 yaitu 0.998, nilai Chi-squared yaitu 5.202x10-2 dan nilai RMSE yaitu 0.006. Selisih nilai R2, &amp;nbsp;Chi-squared, dan RMSE antara berbagai penelitian yg dilakukan terdahulu dengan penelitian ini yg relatif sangat kecil mengindikasikan bahwa kinerja Model Page pada penelitian ini juga cukup baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/399</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v14i1.399</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 14, Number 1, April 2021; 18 - 25</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v14i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/399/184</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/400</identifier>
				<datestamp>2023-04-09T11:08:55Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Thermal Characteristic of Shortening with Rubber Seed Oil, Fish Tilapia Oil and Palm Stearin Using Differential Scanning Calorimetry (DSC) </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Karakteristik Thermal Shortening Minyak Biji Karet, Minyak Ikan, dan Stearin Sawit Menggunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC) </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sumartini, Sumartini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hasibuan, Nirmala Efri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Gurusmatika, Sellen</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sumartini, Sumartini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hasibuan, Nirmala Efri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Gurusmatika, Sellen</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Chemical interesterification</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mixing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Melting Point</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Thermal Profile</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Interesterifikasi kimiawi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Pencampuran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Titk Leleh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Profil Thermal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The purpose of this research&amp;nbsp; is often faced in making spreads products such as shortening is the difficulty of producing products with the expected melting point. Chemical interesterification is considered cheaper, simpler, easier to control, the temperature used is not too high, thereby reducing the possibility of trans fatty acids forming. The purpose of this study was to determine the characteristics of the thermal profile and melting point of shortening through two different lipid modifications, blending (NIE) and chemical interesterification (CIE). The research method used was a completely randomized design (CRD) with 10 treatment ratios to determine the melting characteristics of shortening using DSC (Differential Scanning Calorimetry). The results showed that the melting point value was in the melting temperature range (40-49 ° C). Based on the Thermal Characteristics the ratio 90/5/5 (CIE 4) and 80/10/10 (CIE 3) have 3 and 4 low melting point peaks. Based on these data it can be concluded that the melting point and thermal profile of chemical interesterification are lower than blending, this proves that chemical intereterification is able to create new shortening fats with certain plasticity and provide melting characteristics according to commercial shortening.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Kendala yang sering dihadapi pada pembuatan produk spreads seperti shortening adalah sulitnya menghasilkan produk dengan titik leleh yang diharapkan. Interesterifikasi kimiawi dianggap lebih murah, sederhana, mudah dikontrol, suhu yang digunakan tidak terlampau tinggi sehingga memperkecil kemungkinan terbentuknya asam lemak trans. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik&amp;nbsp; profil thermal dan melting point dari shortening melalui dua modifikasi lipid yang berbeda, blending (NIE) dan interesterifikasi kimiawi (CIE). Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 10 rasio perlakuan untuk mengetahui karakteristik leleh shortening menggunakan DSC (Differential Scanning Calorimetry). Hasil penelitian menunjukkan nilai melting point berada dalam kisaran leleh suhu (40-49°C). Berdasarkan Karakteristik Thermal rasio 90/5/5 (CIE 4) dan 80/10/10 (CIE 3) memiliki 3 dan 4 puncak titik leleh yang yang rendah. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa melting point dan profil thermal interesterifikasi kimiawi lebih rendah jika dibandingkan blending, hal ini membuktikan bahwa intereterifikasi kimiawi mampu menciptakan lemak shortening baru dengan plastisitas tertentu dan memberikan karakteristik leleh sesuai dengan shortening komersial.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/400</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v14i1.400</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 14, Number 1, April 2021; 26 - 35</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v14i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/400/185</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.agritech.unhas.ac.id:article/409</identifier>
				<datestamp>2023-04-09T11:08:55Z</datestamp>
				<setSpec>at:ART</setSpec>
				<setSpec>driver</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Calculation of Infiltration Rate in Pilot Garden of Faculty Agricultural Technology, Papua University</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Perhitungan Laju Infiltrasi pada Kebun Percontohan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Paga&#039;, Bertha Ollin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Reniana, Reniana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Paga&#039;, Bertha Ollin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Reniana, Reniana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Infiltration Rate</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ring Infiltrometer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Horton</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Laju Infiltrasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Ring Infiltrometer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Horton</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Water conditions for agricultural crops are very fluctuating as seen by the season, the location of water sources, and air conservation efforts. The provision of water for agricultural land can be endeavored by providing irrigation, in which the provision of irrigation water to the land must know the infiltration rate so that no run-off occurs. Infiltration is an important part in the hydrological cycle as well as in the process of diversifying rain into streams in rivers. Measurement of the infiltration rate is carried out by many methods, one of which is the direct measurement method, namely using the Double Ring Infiltrometer and the Horton method. The purpose of this study was to determine the infiltration rate that occurred in the Fateta Unipa demonstration plot. The method to be used is a descriptive analysis method with a quantitative approach. Measurement of the infiltration rate in the field was carried out at 1 (one) point with 3 (three) replications. Data processing is carried out by using 2 (two) processing techniques, namely the method of processing data directly from field measurements and data processing using the Horton Model. After that, a comparison is made between the direct measurement results and the measurement results using the Horton model. Based on the results of data processing, it was found that the infiltration rate at the study site, both with infiltration and horton models, was respectively 39.7 mm / minute and 21.7 mm / minute. The infiltration rates of the two methods were not significantly different.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Ketersediaan air bagi tanaman pertanian sangat fluktuatif yang dipengaruhi oleh musim, lokasi sumber air, serta usaha-usaha konservasi air. Penyediaan air bagi lahan pertanian dapat diusahakan dengan pemberian irigasi, yang dimana dalam pemberian air irigasi pada lahan harus mengetahui laju infiltrasinya agar tidak terjadi run-off. Infiltrasi merupakan bagian yang penting dalam siklus hidrologi maupun dalam proses pengalihragaman hujan menjadi aliran di sungai. Pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan banyak metode salah satunya adalah dengan metode pengukuran langsung yaitu menggunakan Double Ring Infiltrometer dan dengan metode Horton. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui laju infiltrasi yang terjadi di kebun percontohan Fateta Unipa. Metode yang akan digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Pengukuran laju infiltrasi di lapangan dilakukan pada 1 (satu) titik dengan 3 (tiga)kali ulangan. Pengolahan data dilakukan dengan 2 (dua) teknik pengolahan, yaitu dengan metode pengolahan data hasil pengukuran lapang secara langsung dan pengolahan data dengan menggunakan Model Horton. Setelah itu dilakukan perbadingan antara hasil pengukuran langsung dengan hasil pengukuran menggunakan model Horton. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa laju infiltrasi pada lokasi penelitian, baik dengan infiltrasi maupun model horton adalah masing-masing sebesar 39,7 mm/menit dan 21,7 mm/menit. Laju infiltrasi dari dua metode tersebut tidak berbeda siqnifikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/409</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70124/at.v14i1.409</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agritechno; Jurnal Agritechno, Vol. 14, Number 1, April 2021; 36 - 41</dc:source>
	<dc:source>2656-2413</dc:source>
	<dc:source>1979-7362</dc:source>
	<dc:source>10.70124/at.v14i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/409/186</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Agritechno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-05-18T10:34:56Z"
			completeListSize="207"
			cursor="0">5eb3654b18491dd6d64a86583ab3636b</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
