Bangun kesadaran kolektif melalui workshop gender diplomacy from the ground Wonorejo against child marriage
Main Article Content
Abstract
Pernikahan usia dini di Desa Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menjadi isu sosial yang signifikan, dipicu oleh rendahnya pendidikan, kurangnya informasi kesehatan reproduksi, tekanan sosial-budaya, dan kondisi ekonomi. Praktik ini menyebabkan tingginya angka putus sekolah, kehamilan berisiko, dan penurunan kualitas sumber daya manusia. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertajuk Gender Diplomacy From the Ground: Wonorejo Against Child Marriage, tim mahasiswa menawarkan solusi berbasis edukasi dan partisipasi. Program ini mencakup penyuluhan menggunakan presentasi, diskusi santai, pelaksanaan pre-test dan post-test, dan pembentukan Pojok Konsultasi Remaja sebagai ruang aman bagi remaja untuk berbagi. Kegiatan juga melibatkan masyarakat terkhususnya remaja melalui seminar untuk meningkatkan kesadaran kolektif. Dengan pendekatan kontekstual, program ini bertujuan memutus rantai pernikahan dini, meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya pendidikan dan perencanaan masa depan, serta membangun lingkungan suportif. Manfaatnya meliputi peningkatan kesadaran remaja, ruang konsultasi yang aman, dan pemberdayaan masyarakat. Program ini menjadi langkah awal untuk perubahan pola pikir kolektif guna mendukung perkembangan optimal generasi muda di Desa Wonorejo.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.