Bangun kesadaran kolektif melalui workshop gender diplomacy from the ground Wonorejo against child marriage

Main Article Content

Andi Ahmad Hasan
Aisyah Putri Haris
Syarifuddin Mabe Parenreng

Abstract

Pernikahan usia dini di Desa Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menjadi isu sosial yang signifikan, dipicu oleh rendahnya pendidikan, kurangnya informasi kesehatan reproduksi, tekanan sosial-budaya, dan kondisi ekonomi. Praktik ini menyebabkan tingginya angka putus sekolah, kehamilan berisiko, dan penurunan kualitas sumber daya manusia. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertajuk Gender Diplomacy From the Ground: Wonorejo Against Child Marriage, tim mahasiswa menawarkan solusi berbasis edukasi dan partisipasi. Program ini mencakup penyuluhan menggunakan presentasi, diskusi santai, pelaksanaan pre-test dan post-test, dan pembentukan Pojok Konsultasi Remaja sebagai ruang aman bagi remaja untuk berbagi. Kegiatan juga melibatkan masyarakat terkhususnya remaja melalui seminar untuk meningkatkan kesadaran kolektif. Dengan pendekatan kontekstual, program ini bertujuan memutus rantai pernikahan dini, meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya pendidikan dan perencanaan masa depan, serta membangun lingkungan suportif. Manfaatnya meliputi peningkatan kesadaran remaja, ruang konsultasi yang aman, dan pemberdayaan masyarakat. Program ini menjadi langkah awal untuk perubahan pola pikir kolektif guna mendukung perkembangan optimal generasi muda di Desa Wonorejo.

Article Details

How to Cite
Andi Ahmad Hasan, Aisyah Putri Haris, & Syarifuddin Mabe Parenreng. (2025). Bangun kesadaran kolektif melalui workshop gender diplomacy from the ground Wonorejo against child marriage . Hasanuddin Journal of Community Engagement, 1(1), 21–30. Retrieved from https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/hjce/article/view/2238
Section
Articles