
Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Optimization of NaCl Solution in the Manufacture of Biocoagulants from Papaya Seeds (Carica papaya L.) and Moringa Seeds (Moringa oleifera)
Biji-bijian pada prinsipnya mengandung protein yang berperan sebagai biokoagulan yang digunakan untuk mengurangi unsur polusi udara dalam proses koagulasi-flokulasi. Efektivitas koagulasi meningkat jika menggunakan koagulan yang diekstrak. Ekstraksi protein dari koagulan alami umumnya menggunakan larutan NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi larutan NaCl yang paling efektif sebagai pelarut biokoagulan dan menentukan efektivitas antara biokoagulan biji pepaya dan biji kelor. Penelitian ini menggunakan pelarut NaCl dengan variasi konsentrasi 0,5M; 1 juta; 1,5 juta; dan 2M dalam pembuatan biokoagulan biji pepaya dan biji kelor. Pemberian dosis biokoagulan sebanyak 80 mL ekstrak biokoagulan/300 mL sampel limbah tahu dengan perlakuan koagulasi 200 rpm 4 menit, flokulasi 50 rpm 30 menit dan sedimentasi selama 1 jam. Penentuan konsentrasi optimum berdasarkan %efektivitas kedua biokoagulan pada pengaplikasian air limbah pabrik tahu terhadap penurunan Total Suspendid Solid (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD) dan kekeruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi larutan NaCl yang optimum sebagai pelarut biokoagulan biji pepaya ( Carica papaya L.) dan biji kelor ( Moringa oleifera ) yaitu larutan NaCl dengan konsentrasi 1M dan biokoagulan yang paling efektif dalam menurunkan parameter TSS, COD dan kekeruhan pada pengaplikasian air limbah pabrik tahu adalah biokoagulan biji kelor (Moringa oleifera).