Article Information
Published 2026-10-31
Pages 60-66
Abstract Views 2
PDF Downloads 1
Full Text ⬇ PDF
Hak Cipta (c) 2026 Annisa, Annisa Syamsuddin, Setyo Erna Widiyanti, M Ilham Nurdin
Keywords
Biokoagulan, Larutan NaCl, Optimasi
Vol 19 No 2 (2026): Jurnal Agritechno

Optimization of NaCl Solution in the Manufacture of Biocoagulants from Papaya Seeds (Carica papaya L.) and Moringa Seeds (Moringa oleifera)

Authors
A
Annisa
Indonesia
A
Annisa Syamsuddin
Indonesia
S
Setyo Erna Widiyanti
Indonesia
M
M Ilham Nurdin
Indonesia
Abstract

Biji-bijian pada prinsipnya mengandung protein yang berperan sebagai biokoagulan yang digunakan untuk mengurangi unsur polusi udara dalam proses koagulasi-flokulasi. Efektivitas koagulasi meningkat jika menggunakan koagulan yang diekstrak. Ekstraksi protein dari koagulan alami umumnya menggunakan larutan NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi larutan NaCl yang paling efektif sebagai pelarut biokoagulan dan menentukan efektivitas antara biokoagulan biji pepaya dan biji kelor. Penelitian ini menggunakan pelarut NaCl dengan variasi konsentrasi 0,5M; 1 juta; 1,5 juta; dan 2M dalam pembuatan biokoagulan biji pepaya dan biji kelor. Pemberian dosis biokoagulan sebanyak 80 mL ekstrak biokoagulan/300 mL sampel limbah tahu dengan perlakuan koagulasi 200 rpm 4 menit, flokulasi 50 rpm 30 menit dan sedimentasi selama 1 jam. Penentuan konsentrasi optimum berdasarkan %efektivitas kedua biokoagulan pada pengaplikasian air limbah pabrik tahu terhadap penurunan Total Suspendid Solid (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD) dan kekeruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi larutan NaCl yang optimum sebagai pelarut biokoagulan biji pepaya ( Carica papaya L.) dan biji kelor ( Moringa oleifera ) yaitu larutan NaCl dengan konsentrasi 1M dan biokoagulan yang paling efektif dalam menurunkan parameter TSS, COD dan kekeruhan pada pengaplikasian air limbah pabrik tahu adalah biokoagulan biji kelor (Moringa oleifera).


Download Statistics
How to Cite
Optimization of NaCl Solution in the Manufacture of Biocoagulants from Papaya Seeds (Carica papaya L.) and Moringa Seeds (Moringa oleifera). (2026). Jurnal Agritechno, 19(2), 60-66. https://doi.org/10.70124/at.v19i2.1419
References
Ariati, N. K., & Ratnayani, K.-. (2017). Skrining Potensi Jenis Biji Polong-Polongan (Famili Fabaceae) Dan Biji Labu-Labuan (Famili Cucurbitaceae) Sebagai Koagulan Alami Pengganti Tawas. Jurnal Kimia, 15–22. https://doi.org/10.24843/jchem.2017.v11.i01.p03
Azevedo, L. A., & Campagnol, P. C. B. (2014). Papaya seed flour (Carica papaya) affects the technological and sensory quality of hamburgers. International Food Research Journal, 21(6), 2141–2145.
Desta, W. M., & Bote, M. E. (2021). Wastewater treatment using a natural coagulant (Moringa oleifera seeds): optimization through response surface methodology. Heliyon, 7(11), e08451. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e08451
Hendriarianti, E. (2013). Perbandingan Efektifitas Biokoagulan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica L) Dan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Menurunkan Cod Dan Tss Air Limbah Industri Penyamakan Kulit. Lingkungan Tropis.
Ningsih, N. R. (2020). Efektivitas Biji Melon ( Cucumis Melo L.) Dan Biji Pepaya ( Carica Papaya L.) Sebagai Koagulan Alami Untuk Menurunkan Parameter Pencemar Air Limbah Industri Tahu.
Novita, E., Hasanah, T. L., & Jember, U. (2014). Optimasi penggunaan koagulan alami biji kelor (Moringa oleifera) pada pengolahan limbah cair mocaf. Jurnal Agroteknologi, 08(02), 171–178. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JAGT/article/view/3050
Okuda, T., Baes, A. U., Nishijima, W., & Okada, M. (1999). Improvement of extraction method of coagulation active components from Moringa oleifera seed. Water Research, 33(15), 3373–3378. https://doi.org/10.1016/S0043-1354(99)00046-9
Oloibiri, V., C, I. U., Chys, M., & Audenaert, W. T. M. (n.d.). Treatment Of Landfill Leachate By Coupling Coagulation-Flocculation Or Ozonation To Granular Activated Carbon Adsorption.
Ritonga, H. (2021). Pengolahan Air Terproduksi Dengan Metode Koagulasi-Flokulasi Menggunakan Koagulan Lidah Buaya ( Aloe Vera ) Dan Biji Kelor ( Moringa oleifera).
Roman, M., Bunyani, N. A., & Naisanu, J. (2020). Utilization of Moringa Seed Flour as a coagulant, palm fiber, and activated charcoal in an effort to improve domestic wastewater. Jurnal Biologi Tropis, 20(3), 467–474. https://doi.org/10.29303/jbt.v20i3.2061
Salsabila, U. (2018). Perbedaan Penurunan Chemical Oxygen Demand (Cod) Melalui Pemberian Tawas Dan Poly Aluminium Chloride (Pac) Pada Limmbah Cair Rumah Pemotongan Hewan Penggaron Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(4), 525–531.
Sunarno, Kasiyati, & Djaelanii, Muhammad AnwarRossida, K. F. P. (2019). Pengaruh imbuhan tepung daun kelor (Moringa oleiferaLam.) dalam pakanpada kandungan protein dan kolesterol telur itik pengging (Anas platyrhyncos domesticus L.). Jurnal Biologi Tropika, 2(2),41–47. cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/71079/Manfaat-Bayam-Syarat-Tumbuh--Dan--Cara-Mudah-Untuk-Menanamnya-Di-Lahan-Yang-Sempit/