ANALISA KUALITAS BIOBRIKET NON KARBONISASI BIJI BUAH MERAH DENGAN PEREKAT PATI SAGU
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Ketergantungan bahan bakar fosil belum bisa terindahkan sehingga permintaan terhadap bahan bakar ini semakin besar dan dikhawatirkan akan cepat habis. Oleh sebab itu perlu alternafit bahan bakar non fosil seperti biobriket yang berasal dari limbah organisme. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik biobriket non karbonisasi biji buah merah serta mengetahui pengaruh variasi konsentrasi jumlah perekat terhadap kualitas biobriket. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Teknik pengambilan sampel berupa teknik simple random sampling. Pengambilan data dilakukan secara langsung melalui pengujian dan pengukuran terhadap variabel penelitian. Data yang diperoleh kemudian diuji dan dianalisis dengan menggunakan microsoft excel serta disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar air biobriket berkisar antara 10,75% hingga 11,04 %, density antara 0,39-0,45 gr/cm3, kadar abu antara 4,49 – 4,67 % dan laju pembakaran antara 3,31 – 4,25 gr/ menit. Semakin tinggi formulasi perekat semakin tinggi pula kadar air dan density biobriket yang dihasilkan. Namun kadar abu dan laju pembakaran semakin menurun jika formulasi perkat ditingkatkan
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
Cara Mengutip
Referensi
- Abdullah, K., (2002). Biomassa Energy Potensial and Utilization in Indonesia. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
- Dewi, R. P., & Kholik, M. (2019). Pengaruh Konsentrasi Perekat Terhadap Karakteristik Briket Arang Campuran Serbuk Gergaji Dan Tempurung Kelapa. Jurnal SIMETRIS, 10 (2), 713-716.
- Hendra, D., & Pari, D., (2020) Penyempurnaan Teknologi Pemgolahan Arang. Laporan Hasil Penelitian Hasil Hutan. Bogor: Balai Penelitian & Pengembangan Kehutanan
- Ismayana, A., & Afriyanto, M. R. (2011). Pengaruh Jenis Dan Kadar Bahan Perekat Pada Pembuatan Briket Blotong Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 21(3), 186-193.
- Jahiding, M., Mashumi, E.S., Hasan., Gangganora, A.S. (2014). Pengaruh Jenis dan Komposisi Perekat Terhadap Kualitas Briket Batu Bara Muda. Jurnal Aplikasi Fisika. 10(20), 67-76.
- Lamanda, D. D., dkk. (2015). Karakteristik Biopellet Berdasarkan Komposisi Serbuk Batang Kelapa Sawit Dan Arang Kayu Laban Dengan Jenis Perekat Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan. Jurnal Hutan Lestari, 313-321
- Orbani, S. W., (2019). Karakteristik Briket Arang Cangkang Pangi (Pangium Edule Reiwn) dengan Menggunakan Perekat Tepung Tapioka dan Ekstrak Ampas Ubi Kayu dan Penambahan Getah Pinus. Skripsi, Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, universitas Muhammadiyah Makassar.
- Paga', B. O., Reniana, & Renjaa, J. C. (2024). Pengaruh Variasi Ukuran Partikel Terhadap Laju Pembakaran dan Kerapatan Massa pada Biopelet Biji Buah Merah. Agritechnology, 7(1), 26-33.
- Parinduri, Luthfi & Parinduri, Taufik. (2020). Konversi Biomassa sebagai Sumber Energi Terbarukan. Jurnal of Electrical Technologi, 5(2), 88-92
- Ridjayanti, S. M., Bazenet, R. A., Hidayat, W., Banuwa, I. S., & Riniarti, M. (2021). Pengaruh Variasi Kadar Perekat Tapioka Terhadap Karakteristik Briket Arang Limbah Kayu Segon (Falcataria moluccana). Perennial, 17(1), 5-11.
- Riseanggara, R. (2008). Optimalisasi Kadar Perekat pada Briket Limbah Biomassa. Bogor: Pustaka Institut Pertanian Bogor.
- Sunyata, A. (2004). Pengaruh Kerapatan dan Suhu Pirolisa terhadap Kualitas Briket Arang Serbuk Kayu Segon. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan Institut Pertanian (INTAN).
- Syarifhidayahtullah, Cahyono, R. B., & Hidayat, M. (2019). Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Menjadi Briket Arang sebagai Bahan Bakar Alternatif dengan Penambahan Ampas Buah Merah. Rekayasa Proses, 57-64.