
Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Analisis Kelayakan Tekno-Ekonomi Pabrik Monosodium Glutamat dari Molase dengan Kapasitas 76.000 Ton/Tahun
Monosodium glutamat (MSG) merupakan bahan tambahan pangan yang banyak digunakan dengan permintaan yang terus meningkat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan teknis dan ekonomi pembangunan pabrik MSG dengan memanfaatkan molase (tetes tebu) sebagai bahan baku dengan kapasitas 76.000 ton per tahun. Proses produksi meliputi tiga tahap utama: fermentasi menggunakan Corynebacterium glutamicum, pemurnian, dan kristalisasi. Dilakukan perhitungan neraca massa dan energi, penentuan ukuran peralatan, serta evaluasi ekonomi komprehensif. Pabrik memerlukan molase sebanyak 219.096 ton per tahun dengan yield konversi keseluruhan 35%. Kebutuhan utilitas meliputi steam 271.584 ton, listrik 4,78 GWh, dan air 3,09 juta m³ per tahun. Analisis ekonomi menunjukkan total investasi modal sebesar Rp 6.444 miliar dengan biaya produksi tahunan Rp 3.943 miliar. Pabrik menunjukkan kelayakan ekonomi yang kuat dengan Net Present Value Rp 1.350 miliar, Internal Rate of Return 14,3% (melebihi discount rate 10,8%), Return on Investment 9,73%, dan Payback Period 5,07 tahun. Break-even point tercapai pada kapasitas 56,82% (43.183 ton/tahun). Proyek ini layak secara teknis dan ekonomis, menawarkan potensi signifikan untuk substitusi impor, valorisasi molase, dan penguatan kemandirian industri pangan Indonesia.