Pengaruh Ketebalan dan Frekuensi Pembalikan dalam Penjemuran Rumput Laut Gracilaria sp
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Pemasaran rumput laut saat ini masih dalam bentuk rumput laut kering, namun pada kenyataanya
kualitas rumput laut kering yang dipasarkan oleh petani belum memenuhi standar yang dibutuhkan
oleh industri pengolahan rumput laut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki mutu
rumput laut kering yaitu dengan mengoptimalkan penjemuran yaitu dengan mengatur ketebalan dan
frekuensi pembalikan. Ketebalan tumpukan akan menentukan lama penjemuran yang dilakukan
sedangkan frekuensi pembalikan akan menentukan penyebaran panas yang terjadi pada tumpukan
rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan pengeringan dalam penjemuran
rumput laut Gracilaria sp dan kualitas dari rumput laut kering. Penelitian dilakukan dengan dua
perlakuan yaitu ketebalan penjemuran 12, 16 dan 20 cm dan perlakuan frekuensi pembalikan dengan
selang waktu 3 janm, 4 jam dan 5 jam. Parameter yang di amati dalam penelitian ini yaitu penurunan
kadar air, laju pengerigan, dan uji sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjemuran rumput
laut Gracilaria sp dengan ketebalan 12 cm dengan frekuensi pembalikan setiap 3-4 jam menjadi
perlakuan yang terbaik dari segi warna/kecerahan dan teksur yang baik dengan laju pengeringan yaitu
0.462 kg H2O/kg padatan jam.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
Cara Mengutip
Referensi
- Abdillah (2018) ‘Model Pengeringan Lapisan Tipis Irisan Pare (Momordica charantia L)’, Skripsi. Makassar: Universitas Hasanuddin.
- Angriani, A. (2020) ‘Kinerja Mesin Pengering Tipe Rak Bertenaga Hybrid Surya dan LPG dengan Sistem Kendali Fuzzy Expert untuk Pengeringan Sagu’, Skripsi. Makassar: Universitas Hasanuddin.
- Lestari, N. Samsuar, Novitasari, E. and Rahman, K. (2020) ‘Kinerja Cabinet Dryer pada Pengeringan Jahe Merah dengan Memanfaatkan Panas Terbuang Kondensor Pendingin Udara’, Jurnal Agritechno, 13(1), pp. 57–70. doi: 10.20956/at.v13i1.250.
- Rahayuningtyas, A. and Kuala, S. I. (2016) ‘Rahayuningtyas, Ari Kuala, Seri Intan’, Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 4(1), pp. 99–104.
- SNI 2690:2015 (2015) Rumput laut kering. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
- Sulistiyowati, E. (2015) ‘Pengaruh Umur Panen dan Metode Penjemuran Terhadap Mutu Fisik Rumput Laut Eucheuma cottonii sp’, Tesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
- Wibowo, A. (2019) ‘Rumput Laut, Komoditas Penting yang Belum Dioptimalkan’. Cipayung: Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan. Available at: https://kkp.go.id/djpdspkp/bbp2hp/artikel/14127-rumput-laut-komoditas-penting-yang-belum-dioptimalkan.
- Yulianti, N. L., Wijaya, I. M. A. S. and Setiyo, Y. (2015) ‘Studi komparasi pengeringan rumput laut (Eucheuma cottonii) dengan metode dan tebal lapisan yang berbeda’, Jurnal Agrotekno, 17(2), pp. 56–60.