ANALISIS KUALITAS BIOBRIKET KARBONISASI LIMBAH BAMBU DENGAN PEREKAT TEPUNG SINGKONG DAN TEPUNG NASI AKING

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Ropiudin Ropiudin
Kavadya Syska

Abstrak

Ketergantungan yang besar pada sumber bahan bakar fosil telah menyebabkan terjadinya eksploitasi besar-besaran pada sumber bahan bakar fosil, sehingga dikhawatirkan bahan bakar fosil akan cepat habis karena tidak dapat diperbaharui. Perlu dicari alternatif bahan bakar non fosil agar tidak tergantung pada bahan bakar tersebut. Pemanfaatan limbah pertanian ataupun limbah industri merupakan salah satu alternatif pengganti bahan bakar fosil dengan mengubahnya menjadi briket karbonisasi. Limbah bambu termasuk ke dalam kategori limbah pertanian yang banyak dijumpai dari hasil industri bambu. Limbah bambu ini belum dimanfaatkan dan mempunyai potensi digunakan menjadi briket karbonisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik briket karbonisasi limbah bambu, mengetahui pengaruh jenis perekat dan persentase perekatĀ  dalam pembuatan briket karbonisasi limbah bambu serta mengetahui kombinasi yang tepat antara jenis perekat dan persentase perekat yang sesuai untuk briket karbonisasi limbah bambu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi perlakuan sebanyak 6 variasi percobaan. Ulangan dilakukan sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Faktor perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis perekat (J) dan persentase perekat (P). Faktor jenis perekat (J) terdiri dari jenis perekat tepung gaplek (J0) dan tepung nasi aking (J1) sedangkan faktor persentase perekat terdiri dari persentase perekat 5% (P0), persentase perekat 7% (P1) dan persentase perekat 9% (P2). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon, nilai kalor, kerapatan dan kuat tekan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT 5% untuk mengetahui perbedaan pada faktor tersebut. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik briket karbonisasi limbah bambu menggunakan perekat tepung gaplek dan tepung nasi aking yaitu kadar air (5,07-5,16%), kadar abu (2,74-2,86%), volatile matter (1,17-1,25%), fixed carbon (90,74-91,02%), nilai kalor (6078,40-7348,23 kal/g), kerapatan (0,45-0,53 g/cm3) dan kuat tekan (2,32-6,74 kg/cm2). Jenis perekat dan persentase perekat memberikan pengaruh nyata terhadap kadar abu, volatile matter dan fixed carbon dan kuat tekan. Briket karbonisasi limbah bambu terbaik yaitu menggunakan perekat tepung gaplek dengan persentase perekat 5%.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
ANALISIS KUALITAS BIOBRIKET KARBONISASI LIMBAH BAMBU DENGAN PEREKAT TEPUNG SINGKONG DAN TEPUNG NASI AKING. (2023). Jurnal Agritechno, 16(1), 1-12. https://doi.org/10.70124/at.v16i1.999

Cara Mengutip

ANALISIS KUALITAS BIOBRIKET KARBONISASI LIMBAH BAMBU DENGAN PEREKAT TEPUNG SINGKONG DAN TEPUNG NASI AKING. (2023). Jurnal Agritechno, 16(1), 1-12. https://doi.org/10.70124/at.v16i1.999

Referensi

  1. Abdullah, K. (2002). Biomass Energy Potential and Utilization in Indonesia. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  2. Harlina, A.C., Ropiudin, Ritonga, A.M. (2021). Pengaruh Kadar Perekat Molase dan Lama Pengeringan terhadap Kualitas Biobriket dari Tempurung Kelapa dan Sekam Padi. Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research, 2(2): 19-27.
  3. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. (2001). Rencana Pengembangan Industri Anyaman Bambu di Indonesia dengan Sistem Cluster. Direktorat Jenderal dan Industri dan Dagang Kecil Menengah, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Republik Indonesia.
  4. Favan, O., Sudarja, M., dan Budi, N.R., (2010). Pengukuran nilai kalor bahan bakar briket karbonisasi kombinasi cangkang pala (Myristica Fragan Houtt) dan limbah sawit (Elaeis Guenensis). UMY. Yogyakarta.
  5. Hanandito, L. dan S. Willy. (2012). Pembuatan Briket Karbonisasi Tempurung Kelapa dari sisa Bahan Bakar Pengasapan Ikan Kelurahan Bandarharjo Semkarbonisasi. Artikel Ilmiah. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.
  6. Iskandar, N., Nugroho, S., & Feliyana, M.F. (2019). Uji Kualitas Produk Briket Arang Tempurung Kelapa Berdasarkan standar Mutu SNI. Jurnal, 15(2): 103-108.
  7. KESDM. (2021). Outlook Energi Indonesia Tahun 2020. Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral. Jakarta.
  8. Lestari, L., Aripin., Yani., Zainudin., Sukmawati, dan Marliani. (2010). Analisis Kualitas Briket Karbonisasi Tongkol Jagung yang Menggunakan Bahan Perekat Sagu dan Kanji. Jurnal Penelitian Aplikasi Fisika. 6: 93-96.
  9. Listiowati, R.D., Ropiudin, dan Ritonga, A.M. (2022). Karakterisasi Kualitas Biobriket Campuran Tempurung Kelapa dan Sekam Padi dengan Variasi Perekat dan Ukuran Serbuk. Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research, 3(2): 13-26.
  10. Orbani, S.W. (2019). Karakteristik Briket Arang Cangkang Pangi (Pangium Edule Reiwn) dengan Menggunakan Perekat Tepung Tapioka dari Ekstraksi Ampas Ubi Kayu dan Penambahan Getah Pinus. Skripsi. Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar.
  11. Parinduri, L., dan Parinduri, T. (2020). Konversi Biomassa Sebagai Sumber Energi Terbarukan. JET (Journal of Electrical Technology), 5(2): 88-92.
  12. Ropiudin dan Syska, K. (2022). Analisis Kualitas Biobriket Karbonisasi Tempurung Kelapa dan Kulit Singkong dengan Perekat Tepung Singkong. Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research. 3(1): 19-38.
  13. Yani, A.P. (2014). Keanekaragaman Bambu dan Manfaatnya di Desa Tabalagan Bengkulu Tengah. Jurnal Gradien 10(2): 987-991.
  14. Yuliah, Y., Suryaningsih, S., dan Ulfi, K. (2017). Penentuan Kadar Air Hilang dan Volatile Matter pada Biobriket dari Campuran Arang Sekam Padi dan Batok Kelapa. Jurnal Ilmu dan Fisika, 1(1): 51-57.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2