Food Bar Formulation Based on Local Soy Tempe Flour and Kepok Banana Flour Food Bar Bagian Articles
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Food bar adalah jenis makanan dengan kalori tinggi dan dihasilkan dari bermacam bahan atau biasa disebut blended food, bersifat kaya akan nutrisi, dan berbentuk padat serta kompak. Food bar umumnya mengandung protein, karbohidrat dan serat yang tinggi. Sebagai salah satu aplikasi program diversifikasi pangan, perlu dikembangkan pembuatan food bar dari bahan-bahan lokal seperti tempe kedelai dan pisang kepok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik kimia dan sensori food bar dengan perbedaan formulasi tepung tempe kedelai dan tepung pisang kepok, serta mendapatkan formulasi yang menghasilkan karakteristik kimia dan sensori terbaik. Rancangan penelitianyang digunakan adalah Rancang Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor (p) yaitu formulasi tepung tempe kedelai dan tepung pisang kepok (p) yang terdiri dari 5 taraf dan 5 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung tempe dan tepung pisang kepok mempengaruhi kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein, namun tidak mempengaruhi kadar serat kasar food bar yang dihasilkan. Formula yang menghasilkan karakteristik kimia dan sensori terbaik adalah formulasi tepung tempe dan tepung pisang kepok (45:55) dengan kadar air 12,66%, kadar abu 2,44%, kadar lemak 31,64%, kadar protein
18,90%, kadar karbohidrat 34,35%, kadar serat kasar 0,97%, penilaian warna 2,93 (kurang suka – sangat suka), rasa 3,38 (suka – sangat suka), aroma 2,70 (kurang suka – sangat suka), tekstur 3,30 (suka – sangat suka), dan kesukaan keseluruhan 3,22 (suka – sangat suka).
Kata Kunci : Protein, Serat, Tepung Tempe Kedelai, Tepung Pisang Kepok, Tapioka, Food Bar.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
Cara Mengutip
Referensi
- Andarwulan, N, Kusnandar, F, Herawati, D. 2011. Analisis Pangan. Jakarta : Dian Rakyat.
- Andriani, Ansharullah, Asyik, N.2019.Karateristik Organoleptik dan Nilai Gizi Snack Bar Berbasis Tepung Beras Merah (Oryza Nivara) dan Tepung Jagung (Zea Mays L.) Sebagai Makanan Selingan Tinggi Serat. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan3(6), hlm. 1-14.
- Alvina, A., Hamdani D. 2019. Proses Pembuatan Tempe Tradisional. Program Studi
- Teknologi Pangan, Fakultas Ilmu Pangan Halal, Universitas Djuanda Bogor. Jurnal Pangan Halal Vol. 1 No. 1, April 2019.
- Atmaka, W., Parnanto N. H. R. dan Utami R. 2013. Kajian Fisikokimia dan Sensori
- Snack Bars Tempe Bagi Penderita Autis. Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Sebelas Maret. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, Vol. 6, No.2, Agustus 2013.
- Bastian, F., Ishak, E., Tawali, B., & Bilang, M. 2013. Daya terima dan kandungan zat gizi
- formula tepung tempe dengan penambahan semi refined carrageenan (SRC) dan bubuk kakao. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 2(1), hlm. 5-8.
- Indrawanto, Chandra. dkk. 2010. Budidaya dan Pasca Panen TEBU. Jakarta : ESKA Media.
- De Garmo, E. P., Sullivan W. E., and Canada C. R. 1984. Engineering Economy 7th. New
- York: Mac. Pub. Co.
- Hutapea, G., Harun, N., dan Fitriani, S. 2021. Pembuatan Snack Bar Dari Tepung Pisang
- Kepok (Musa paradisiaca formatypica) Dan Puree Pisang Hijau (Musa paradisiaca sapientum). Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 13(01).
- Kasmidjo, R.B. 1990. Tempe : Mikrobiologi dan Kimia Pengolahan serta Pemanfaatannya.
- Yogyakarta: PAU Pangan dan Gizi UGM.
- Ladamay, N. A. dan Yuwono, S. S. 2014. Pemanfaatan Bahan Lokal Dalam
- Pembuatan Food bars (Kajian Rasio Tapioka: Tepung Kacang Hijau dan Proporsi CMC). Jurnal Pangan dan Agroindustri 2(1), hlm. 67-68.
- Mahmud, M. K. N. A. Hermana, Zulfianto, S. Marudut, Muhayatun, Nazarina, dan B. J. Abas.
- Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
- Martunis. 2012. Pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap kuantitas dan kualitas pati
- kentang varietas granola. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Aceh. Hal: 26-30.
- Mursyid, Astawan, M., Muchtadi, D., Wresdiyati, T., Widowati, S., Bintari, SH. Dan
- Suwanto, M. 2016. Evaluasi Nilai Gizi Protein Pada Tepung Tempe yang Terbuat Dari Varietas KedelaI Impor dan Lokal. Jurnal Pangan 23(1), hlm. 33-41.
- Nurhayati, N., Diniyah N. dan Kurniasari P. G. 2018. Formulasi Food Bar Berbasis
- Tepung Ubi Jalar Ungu Dan Pisang Agung (Musa Paradisiaca Formatypica) Masak. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember. Jurnal Agroteknologi, Vol. 12 No. 01 (2018).
- Prabawati, W., Broto dan Sulusi. 2008. Teknologi Pengolahan untuk
- Penganekaragaman Konsumsi pangan, Balai Besar Litbang Pasca panen Pertanian. Bogor: Departemen Pertanian.
- Riyadi dan Sujono. 2011. Asuhan Keperawatan Pada Anak Sakit. Yogyakarta : Penerbit
- Gosyen Publishing.
- Sastrosupadi, A. 2000. Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian. Kanisius:
- Yogyakarta.
- Setyaningsih, D., Anton A, Maya P. S. 2010. Analisis Sensori. Bogor: IPB Press.
- Sudarmadji, S., Bambang H, Suhardi. 1997. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian.
- Yogyakarta: Liberty.
- Syarief, R.1999. Wacana National Nutrient Databasefor Standard Reference Nutrient Data
- Laboratory Home Page.United State Department of Agriculture. http://ndb.nal.usda.gov/ndh/search. Diakses pada 20 September 2021.
- Utami, N., Jumirah., dan Siagian, A. 2013. Pengaruh Penggunaan Tempe Sebagai Bahan
- Dasar Pembuatan Isian Burger Terhadap Komposisi Zat Gizi dan Daya Terimanya. Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat USU. (Skripsi).