KARAKTERISASI ENZIM PEKTINASE YANG DIHASILKAN DARI ISOLAT KHAMIR INDIGENUS YANG DIISOLASI SELAMA FERMENTASI BIJI KOPI ROBUSTA
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Riset berikut bertujuan guna memahami isolat khamir indigenus yang bersifat pektinolitik, pengaruh waktu inkubasi pada aktivitas enzim pektinase, dan sifat pH dan suhu enzim pektinase yang diperoleh dari khamir indigenus hasil fermentasi spontan biji kopi robusta. Jenis riset berikut ialah eksperimen melalui RAL (Rancangan Acak Lengkap). Riset ini terlebih dahulu dilaksanakan penyeleksian khamir pektinolitik, selanjutnya dilakukan penetapan durasi inkubasi optimum, pH maupun suhu optimum enzim pektinase. Isolat khamir yang digunakan diseleksi menggunakan media (1% pektin + congo red 0,1% + 2% agar) untuk mengetahui kemampuan pektinolitik tertinggi. Isolat khamir pektinolitik terpilih akan dilanjutkan ketahap penentuan waktu inkubasi optimum dengan rentan waktu 24, 48, 72, 96, 120, serta 144 jam dimana setiap 24 jam dilakukan ektraksi enzim. Selanjutnya ektrak kasar enzim pektinase yang dihasilkan dari Isolat khamir pektinolitik terpilih dikarakterisasi pada pH (3, 3.5, 4, 4.5, 5, 5.5, 6) dan suhu (30oC, 40oC, 50oC, 60oC, 70oC) untuk mengetahui pH dan suhu optimumnya. Hasil riset memperlihatkan bahwasanya pengujian terhadap tujuh isolat khamir indigenus bersifat pektinolitik dan yang memiliki kemampuan pektinolitik paling tinggi ialah isolat K24I7 berdiameter zona bening 3.13 mm. Pada penentuan waktu inkubasi optimum, diperoleh pada wakru inkubasi 24 jam isolat K24I7 telah mampu menghasilkan akvitas enzim yang serupa dengan waktu inkubasi lainnya dengan aktivitas spesifik enzim bernilai 10.08 U/mg. Hasil karakterisasi enzim pektinase yang dihasilkan dari isolat K24I7 optimum pada pH 5.5 dengan nilai aktivitas spesifik enzim ialah 10.09 U/mg dan suhu optimum pada kisaran 40oC-60oC dengan rata-rata aktivitas spesifik enzim yaitu 10.08 U/mg. Enzim pektinase yang dihasilkan dari isolat K24I7 bersifat termofil karena masih aktif pada suhu 70oC.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
Cara Mengutip
Referensi
- Angraini, I., Rejeki, S. F., & Endang, K. 2019. Isolasi Khamir Fermentatif dari Batang Tanaman Tebu (Saccharum officinarum. L) dan Hasil Identifikasinya Berdasarkan Sekuens Internal Transcribed Spacer. Berkala Bioteknologi, Vol. 2, No.2
- Antoni, H. 2016. Fermentasi Spontan Bekasam Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Menggunakan Kerak Nasi Kering. Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. Skripsi. Institut Pertanian Bogor : Bogor
- Aryani, S. W. 2012. Isolasi dan Karakterisasi Ekstrak Kasar Enzim Selulase dari Kapang Selulolitik Mucor sp.B2. Skripsi. Surabaya: Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga
- Boyd, A. R., Gunasekera, T. S., Attfield, P. V., Simic, K., Vincent, S. F., & Veal, D. A. 2003. A Flow-Cytometric Method For Determination Of Yeast Viability And Cell Number In A Brewery. FEMS Yeast Research 3
- Fransistika, R., Nora, I., & Lia, D. 2012. Pengaruh Waktu Fermentasi Campuran Trichoderma reesei dan Aspergillus niger Terhadap Kandungan Protein dan Serat Kasar Ampas Sagu. JKK, Vol 1 (1) : 35-39
- Glazer, A. N., & Nikaido, H. 2007. Microbial Biotechnology: Fundamental of Applied Microbiology. Ed ke-2. Cambridge: Cambridge Univ Pr
- Hardianto., Anton, M., & Antok, W.S. 2018. Optimalisasi Fosfat untuk Meningkatkan Pertumbuhan Kerapatan Populasi dan Kemampuan Antagonis Saccharomyces cerevisiae terhadap Fusarium sp. Jurnal Sains dan Teknologi. Vol. 10 No.2 : 27-41
- Haq, H., M.A. Ashaf & J. Qadeer. 2010. Pearl millet, a source of α-amylase production by Bacillus licheniformis. Bioresour. Technol., 96:1201-1204
- Herdyastuti, N., Raharjo, T. J., Mudasir, & Matsjeh. S. 2009. Chitinase and Chitinolytic Microorganism: Isolation, Characterization, and Potential. Indo J. Chem. 9 (1): 37-47
- Hikmah, A. N. 2021. Isolasi dan Identifikasi Khamir Indigenus pada Fermentasi Spontan Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) Asal Kabupaten Bantaeng. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Makassar
- Kusiyanto, G., Purwatiningsih., & Kahar, M. 2019. Skrining dan Identifikasi Bakteri Pektinolitik Endosembion dalam sistem Pencernaan serangga Penggerek Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.). Journal Of Trofical Biology, Vol. 7. No. 2
- Lahninger, A. L. 1997. Dasar-Dasar Biokimia. Thenawidjaja M, penerjemah. Jakarta : Erlangga. Terjemahan dari : Principles of Biochemistry
- Lowry, O. H., Rosebrough, N. J., Farr, A. L., & Randall, R. J. 1951. Protein Measurement Whit The Folin Phenol Reagent, J. Biol. Chem, 193: 265-275
- Mashitoh, Erna. 2012. Pengaruh Konsentrasi Sukrosa Terhadap Pertumbuhan Khamir Roti Saccharomyces cerevisiae pada Media Bekatul dalam Produksi Protein Sel Tunggal. Skripsi. Universitas Sebelas Maret Surakarta
- Mulyani, N. S., Asy’ari, M., & Prasetyoningsih, H. 2009. Penentuan Konsentrasi Optimum Oat Spelt Xylan Pada Produksi Xilanase dari Aspergillus Niger dalam Media PDB (Potato Dextrose Borth). Jurnal Kimia Sains dan Apl. 12 (1) : 6-8
- Oktavia, Y., Andhikawati, A., Nurhayati, T., & Tarman, K. 2014. Karakterisasi Enzim Kasar Selulase Kapang Endofit dari Lamun. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 6 (1) : 209-218
- Purkan., Purnama, H. D., & Sumarsih, S. 2015. Produksi Enzim Selulase dari Aspergillus niger Menggunakan Sekam Padi dan Ampas Tebu sebagai Induser. Jurnal ilmu dasar. 16 (2): 95-102
- Safaria, S., Idiawati, N., & Zaharah, T. A. 2013, Efektivitas Campuran Enzim Selulase dari Aspergillusniger niger dan Trichoderma reesei dalam Menghidrolisis Substrat Sabut Kelapa, JKK, 2 (1), 46-51
- Safitri, R., & S. S. Novel. 2013. Medium Analisis Mikrorganisme (Isolasi dan Kultur)., Jakarta : Trans Info Media. p. 29-34
- Sieiro, C., Fraga1, B.G., Seijas1, J.L., Silva1, A.F., & Villa, T.G. 2012. Microbial Pectic Enzymes in the Food and Wine Industry. Food Industrial Processes Methods and Equipment
- Siska, F., & Astuti, W. 2018. Isolasi dan Penentuan Kondisi Kerja Optimum Amilase dari Rebung Bambu Serit (Gigantochloa robusta Kurz.). Kimia FMIPA UNMUL
- Spencer, J.F.T., & D.M. Spencer. 1997. Yeasts in Natural and Artificial Habitats. Berlin: Springer Verlag
- Sumardjo, Darmin. 2009. Pengantar Kimia : Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Program Strata I Fakultas Bioeksakta. Jakarta: EGC
- Suryaningsih, V., Rejeki, S.F., & Endang, K. 2018. Karakteristik Morfologi, Biokimia, dan Molekuler Isolat Khamir IK-2 Hasil Isolasi dari Jus Buah Sirsak (Annona muricata L.). Jurnal Biologi. Vol 7 No. 1
- Triana, R. 2013. Pemurnian dan Karakterisasi Enzim Glukosa Oksidase dari Isolat Lokal Aspergillus niger (IPBCC.08.610). Skripsi. Departemen Biokimia-FMIPA, Institut Pertanian Bogor
- Wuryanti. 2003. Penentuan aktivitasspesifik heksokinase dari limbah anggur pisangbiji. JSKA 7(3) : 2,4
- Yopi., Nanik, R., Ade, A., Fitria, D., & Anja, M. 2013. Purifikasi dan Karakterisasi Enzim pektinase dari Aspergillus utus BL5. J. Berita Biologi. 12 (3)