Optimasi Formulasi Kopi Rempah menggunakan Metode Simplex Lattice Design (SLD) sebagai Minuman Fungsional Khas Nusa Tenggara Timur
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Minuman fungsional semakin diminati karena manfaat kesehatannya. Kopi rempah berpotensi dikembangkan sebagai minuman fungsional karena kandungan kafein dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi optimum kopi arabika dengan penambahan rempah dan mengevaluasi tingkat kesukaan panelis. Racangan penelitian menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) dengan konsentrasi kopi 94 - 98% dan konsentrasi rempah 2 - 6%. Respon yang diamati berupa aktivitas antioksidan, total fenol, dan kadar kafein. Analisis dilakukan dengan Design Expert 13 dan Minitab 21 untuk uji hedonik pada 30 panelis. Hasil menunjukkan formulasi optimum pada 94% kopi dan 6% rempah dengan prediksi IC50 91,428 ppm, total fenol 41,105 mg GAE/g, kafein 8,569 mg/g, dan desirability 0,865. Uji sensori dengan metode 1-sample Wilcoxon menghasilkan tingkat kesukaan panelis kategori menyukai berupa median 6 dengan karakteristik warna coklat gelap, aroma rempah dominan, dan rasa agak pahit.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
Cara Mengutip
Referensi
- Amleni, W. (2024). Pertumbuhan ekspor impor komoditas kopi, teh dan rempah-rempah di daerah perbatasan timur republik indonesia tahun 2017-2021. Jurnal Ekonomi Manajemen, 6(1), 107-112.
- AOAC. (2005). Official Methods of Analysis. Association of Official Analytical Chemists. Washington, Benjamin Franklin Station.
- Artha, B. A. P., Wulandari Y.W., & Suhartatik N. (2020). Aktivitas antioksidan kopi rempah dengan penambahan kapulaga (Amomum compactum) dan kayu manis (cinnamomum verum). Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan, 5(2), 48-58.
- Badan Standardisasi Nasional. (2004). SNI 01-3542-2004. Standar Mutu Kopi Bubuk. Jakarta, Badan Standarisasi Nasional.
- Badan Standardisasi Nasional. (2006). SNI 01-2346-2006. Petunjuk Pengujian Organoleptik/Sensori. Jakarta, Badan Standarisasi Nasional.
- Direktorat Jendral Perkebunan. (2023). Statistik Perkebunan Indonesia (2022-2023) Kopi. Jakarta, Kementerian Pertanian.
- Fanggidae R. E., Fanggidae R. P., & Kamuri K. J. (2019). Productivity factor analysis of timor coffee in coffee industry. Advances in Economics, Business and Management Research, 69, 87-90.
- Fatmawati A. H., Adawiyah D. R., & Wulandari. (2021). Optimasi formula produk spreadable gel berbahan dasar biji selasih menggunakan teknik response surface methodology. Agritech, 41(3), 294-304.
- Imasakin U., Jannah S. D. R., Agustina R., Hartuti S., & Mechram S. (2023). Analisis organoleptik manisan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(3), 478 – 485.
- Kusmiyanti M., Trinovani E., Suryaningthias P., & Rhamadianto M. I. (2023). Penetapan kadar kafein dalam kopi rempah menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi. Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan, 9(2), 14-19.
- Makiso M. U., Tola Y. B., Ogah O., & Endale F. L. 2022. Bioactive compounds in coffee and their role in lowering the risk of major public health consequences: a review. Food Science & Nutrition, 12(1), 734-764.
- Mierza V., Irawan D. A. H., Mulidini, Megrian N. O. E., Abbas Z. A., & Zahra A. A. (2022). Pengujian antioksidan dalam senyawa kafein pada tanaman kopi. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6), 12514-12520.
- O’callaghan F., Muurlink O., & Reid N. (2018). Effects of caffeine on sleep quality and daytime functioning. Risk management and healthcare policy, 263-271.
- Pradana A., Aisiyah S., & Purwaningsih D. (2024). Optimasi gelling agent pada sediaan gummy candy parasetamol dengan metode simplex lattice design. Jurnal Farmasi, 13(1), 1-12.
- Pribatiwi A., & Ridho I. N. (2024). Pemanfaatan potensi kopi dan rempah-rempah pada inovasi produk untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(8), 648-653.
- Setiarso P., Bahar A., Muslim S., & Kusumawati N. (2022). Pengaruh penambahan bahan herbal terhadap kadar nutrisi dan kadar kafein pada produk olahan kopi herbal. Prosiding Seminar Nasional Kimia (pp. 39-41).
- Setiawan K., Tiri & J. T. K. (2022). Strategi peningkatan added value kopi origin timor pada rantai nilai komoditas kopi di kabupaten timor tengah selatan. Prosiding Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian Politani.
- Sholihah N. M., & Anwar K. (2022). Formulasi jahe (Zingiber officinale) dan kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai minuman fungsional untuk penurunan derajat dismenorea. Jurnal Teknologi Pangan Kesehatan, 4(2), 75-92.
- Tarigan I. L., Munawaroh S., Sutrisno, Yusnaidar, & Latief M. (2023). Liberica coffee enriched with Cinnamon (Cinnamomum verum): synergetic study of sensory, antioxidant activity, and chemical components. Coffee Science ,18(1), 1-14.
- Vaelani S. B., Fakih T. M., & Darma G. C. E. (2022). Aktivitas antioksidan senyawa bioaktif kopi (Coffea sp.). Pharmacy, 2(2), 958-965.
- Widawati L., Nur’aini H., & Meksi J. (2022). Analisis proses produksi minuman instan jahe, serai, kayu manis “jesika”. Science, Technology and Agriculture Journal, 3(1), 15-22.