Tempe From Peanuts (Arachis Hypogaea) As An Alternative To Soybeans (Glycine Max L.) In Making Tempe Making Tempe From Peanuts Bagian Articles

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Khairunisa Khairunisa
Aniza Haridha Zain

Abstrak

Tempe merupakan makanan lokal Indonesia yang diproses, biasanya terbuat dari kedelai, sebagai alternatif untuk kedelai maka digunakan kacang tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan Tempe dengan bahan -bahan dasar kacang sebagai alternatif dari bahan -bahan dasar kedelai. Tempe dibuat dengan jamur fermentasi R. oligosporus atau R. oryzae dalam kedelai. Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional (pengamatan) dan eksperimen. Penelitian observasional mencakup pengamatan proses pembuatan tempe di pabrik Tempe Purba P. Heri, sementara penelitian eksperimental termasuk remake dengan kacang tanah. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam proses produksi kedelai dan kacang selama fermentasi, yaitu periode waktu fermentasi untuk biji kedelai dan kacang tanah. Ketika memproduksi tempe kedelai yang diamati dibutuhkan 72 jam sedangkan bahan dasar kacang tanah membutuhkan waktu 8 jam. Pada rasa dan aroma tempe kacang tanah mempunyai rasa dan aroma yang lebih kuat dari pada tempe kedelai.


 

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Making Tempe From Peanuts (Arachis Hypogaea) As An Alternative To Soybeans (Glycine Max L.) In Making Tempe: Making Tempe From Peanuts . (2025). Jurnal Agritechno, 40-47. https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/1945

Cara Mengutip

Making Tempe From Peanuts (Arachis Hypogaea) As An Alternative To Soybeans (Glycine Max L.) In Making Tempe: Making Tempe From Peanuts . (2025). Jurnal Agritechno, 40-47. https://agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/article/view/1945

Referensi

  1. Aisya, D. R., Mulyani, L., Yulianti, M., & Achyar, A. (2022). Pembuatan Tempe dari Kacang Tanah ( Arachis hypogea L .) dengan Variasi Lama Fermentasi terhadap Kualitas Tempe. Cahyadi 2007, 398–407.
  2. Alvina, A., Hamdani, D. H., & Jumiono, A. (2019). Proses Pembuatan Tempe Tradisional. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 1(1), 9–12. https://doi.org/10.30997/jiph.v1i1.2004
  3. Dalimunthe, K., Hasibuan, N. S., & Zaimah, U. (2021). Bahan Baku Tempe Dari Berbagai Kacang. Prosiding Sicth Postgraduate Bio Expo 2021, 276–285.
  4. Ekafitri, R., & Isworo, R. (2014). Pemanfaatan Kacang-kacangan sebagai Bahan Baku Sumber Protein Untuk Pangan Darurat. Jurnal Pangan, 23(2), 134–144. https://jurnalpangan.com/index.php/pangan/article/view/57
  5. Faridah, H. D., & Sari, S. K. (2019). Utilization of Microorganism on the Development of Halal Food Based on Biotechnology. Journal of Halal Product and Research, 2(1), 33. https://doi.org/10.20473/jhpr.vol.2-issue.1.33-43
  6. Hesti Kharisma, Imam Mahadi, D. (2016). the Development of Lks Sma on Bioteknologi Conventional Material Through Tempeh’S Makings Experiment Utilzer Rubber Seeds. 219, 1–11.
  7. Irmayanti, S., Munandar, K., & Eurika, N. (2019). Pemanfaatan Kacang-Kacangan Sebagai Bahan Baku Dalam Pembuatan Tempe. Jurnal Biologi Dan Pembelajaran Biologi, 5(1), 1–12.
  8. Jayanti, J., & Rizkaprilisa, W. (2024). Pangan Fungsional Dari Tempe Non-Kedelai. Science Technology and Management Journal, 4(2), 39–44. https://doi.org/10.53416/stmj.v4i2.242
  9. Khazalina, T. (2020). Saccharomyces cerevisiae in making halal products based on conventional biotechnology and genetic engineering. Journal of Halal Product and Research, 3(2), 88. https://doi.org/10.20473/jhpr.vol.3-issue.2.88-94
  10. Maryam, S. (2015). Potensi Tempe Kacang Hijau (Vigna Radiata L) Hasil Fermentasi Menggunakan Inokulum Tradisional Sebagai Pangan Fungsional. JST (Jurnal Sains Dan Teknologi), 4(2), 635–641. https://doi.org/10.23887/jst-undiksha.v4i2.6055
  11. Mutsyahidan, A. M. A., Arisanti, D., & Suleman, P. (2018). Mutu Tempe Variasi Kacang Tanah Dan Kedelai. Jurnal Technopreneur (JTech), 6(1), 26. https://doi.org/10.30869/jtech.v6i1.158
  12. Putri, S. K., Cahyanti, A. N., & Sampurno, A. (2022). Pembuatan Pangan Fungsional Tempe dan Perbedaan Jenis Pengemasnya bagi Siswa Siswi di PKBM Anugrah Bangsa Semarang. Madaniya, 3(2), 168–175.
  13. Rahayu, A., Rahayu, M. S., & Manik, S. E. (2020). Peran Berbagai Sumber N Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Berbagai Varietas Tanaman Kacang Tanah (Arachiz Hypogaea L). Ilmu Pertanian, 8(April), 2–5.
  14. Romulo, A., & Surya, R. (2021). Tempe: A traditional fermented food of Indonesia and its health benefits. International Journal of Gastronomy and Food Science, 26(December 2021). https://doi.org/10.1016/j.ijgfs.2021.100413
  15. Safitri, R. A., Ikhsan, M., Venny Triyenti Putri, I., Ahda, Y., & Fevria Jurusan, R. (2021). Conventional Biotechnology Application in Making Soybean Tempeh Aplikasi Bioteknologi Konvensional dalamPembuatan Tempe Kacang Kedelai. Prosiding SEMNAS BIO, 1–10.
  16. Suknia, S. L., & Rahmani, T. P. D. (2020). Proses Pembuatan Tempe Home Industry Berbahan Dasar Kedelai (Glycine max (L.) Merr) dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) di Candiwesi, Salatiga. Southeast Asian Journal of Islamic Education, 3(1), 59–76. https://doi.org/10.21093/sajie.v3i1.2780
  17. Sutarno, M.Sc., Ph.D, P. D. (2016). Rekayasa Genetika Dan Perkembangan Bioteknologi Di BIdang Pertanian. Proceeding Biology Education Conference, 13(1), 23–27. https://doi.org/10.1002/ange.19830950934
  18. Widiastuti, A., Kinanti, Karisma, T., & Aini, K. (2024). Pembuatan Fermentasi Tempe Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.). Best Journal (Biology Education Science & Technology), 7(1), 1164–1170.
  19. Wusqo, I. U. (2014). Upaya Mendorong Kemampuan Berfikir Kreatif Mahasiswa Dalam Inovasi Konservasi Pangan. Indonesian Journal of Conservation, 3(1), 75–82.
  20. Zulchi, T., & Puad, H. (2018). Keragaman Morfologi dan Kandungan Protein Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.). Buletin Plasma Nutfah, 23(2), 91. https://doi.org/10.21082/blpn.v23n2.2017.p91-100