KOMPARASI KINERJA ALAT TANAM JAGUNG DAN TUGAL PADA LAHAN KERING KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Salah satu upaya percepatan pencapaian swasembada jagung adalah efisiensi usaha tani melalui penggunaan alat mesin pertanian (alsintan). Penggunaan alsintan di tingkat petani terutama penanaman dan pemupukan masih jarang dilakukan, sedangkan ketersediaan tenaga kerja pertanian semakin berkurang. Inovasi teknologi baru akan dapat diadopsi petani apabila kinerja di lapangan efficient dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja alat seed planter dan tugal jika digunakan sebagai alat tanam dan pemupukan pada lahan kering di Kabupaten Sigi. Metode penelitianmenggunakan kajian agroteknis yang mengukur kapasitas kerja teoritis (Kt), kapasitas kerja aktual (Ka), serta efisiensi kinerja seed planter dan tugal. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kinerja alatseed planter lebih tinggi dari tugal. Seed plantermemiliki rata-rata kapasitas lapang teoritis sebesar 1,92 ha/jam dengan kecepatan maju 6,42 km/jam dan kapasitas lapang aktual 0,625 ha/jam, sedangkan pada tugal kapasitas teoritis rata-rata sebesar 0,50 ha/jam dengan kapasitas lapang aktual sebesar 0,167 ha/jam. Namun keakuratan volume jatuhnya benih dan pupuk pada seed planter masih harus ditingkatkan.