PENGARUH PEMANASAN OHMIC DAN KANDUNGAN ANTOSIANIN PUREE KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L)

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Komang Ariyati
Salengke
Supratomo

Abstrak

Kandungan antosianin pada kulit buah manggis (Gracinia Mangostana L) dapat digunakan sebagai pewarna alami pengganti pewarna sintetis serta menjadi solusi untuk mengurangi limbah kulit manggis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pemanasan ohmic, kinetika degradasi dan energi aktivasi antosianin pada puree kulit buah manggis. Metode penelitian ini dilakukan dengan pemanasan ohmic pada suhu 700C, 900C dan 1100C dengan waktu 30,60 dan 90 menit pada puree kulit manggis (Gracinia Mangostana L). Sampel yang telah diohmic akan diuji dengan spektrofotometer uv-vis untuk mengetahui kandungan antosianin pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu 700C dengan waktu 30 menit diperoleh antosianin tertinggi sebanyak 4585.860 mg/L sedangkan pada suhu 1100C dengan waktu 90 menit diperoleh antosianin terendah sebanyak 1787.568 mg/L. Hasil tersebut memperlihatkan kadar antosianin sangat dipengaruhi oleh suhu dan lama pemanasan pada kulit buah manggis, semakin tinggi suhu dan semakin lama waktu pemanasan maka semakin rendah kadar antosianin yang didapatkan. Antosianin menunjukan ketergantungan suhu yang relatif tinggi dengan nilai energi aktivasi 62.1812 kJ/mol.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
PENGARUH PEMANASAN OHMIC DAN KANDUNGAN ANTOSIANIN PUREE KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L). (2020). Jurnal Agritechno, 13(2), 135-142. https://doi.org/10.70124/at.v13i2.365

Cara Mengutip

PENGARUH PEMANASAN OHMIC DAN KANDUNGAN ANTOSIANIN PUREE KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L). (2020). Jurnal Agritechno, 13(2), 135-142. https://doi.org/10.70124/at.v13i2.365

Referensi

  1. Ernawati, S. (2010). Stabilitas Sediaan Pewarna Alami dariRosella (Hibiscus sabdariffa, L.) yang Diproduksi dengan Metode Spray Drying dan Tray Drying.Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  2. Herdiana, D.D., Utami, R., dan Anandito, K.B. (2014). Kinetika Degradasi Termal Aktivitas Antioksidan pada Minuman Tradisional Wedang Uwuh Siap Minum.Universitas Sebelas Maret.
  3. Jatmiko, S.T. 2015. Stabilitas Warna Ekstrak Daun Miana(Coleus scutellariodes L. Benth var crispa) Yang Dikopigmentasi Dengan Ekstrak Apel Malang (Malus sylvestris Mill) Var. Rome beauty. Skripsi. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga.
  4. Kusnanto Mukti W. 2012. Analisis Spektofotometri Uv-Vis Penentuan Konsentrasi Pemangananat.Universitas Negeri Sebelas Maret.
  5. Surakarta. Manso, Maria C, 2001. Modelling Ascorbic Acid Thermal Degradation and Browning in Orange Juice under Aerobic Condition. International Journal of Food Science and Thehnology, Vol.36.
  6. Nayak, B., J. D. J. Berrios, J. R. Powers, andJ.Tang. 2011. Thermal Degradation ofAnthocyanins from Purple Potato (Cv. PurpleMajesty) and Impact on Antioxidant Capacity.Journal of Agricultural & Food Chemistry.Vol. 59 (20).
  7. Salengke, S. 2000. Electrothermal Effects of Ohmic Heating on Biomaterials. Ph.D. Dessertation. Ohio State University: Columbus, OH.Sastry, S. K., andBarach. 2002. Ohmic Heating and Moderate Electric Field (MEF) Processing. Journal of Engineering and Food for the21st Century (47): 785-791