Sebaran Suhu Buah Terung Belanda (Chyphomandra betacea) pada Berbagai Tingkat Kematangan Selama Proses Pendinginan (Hydrocooling)
Terung belanda (Cyphomandra betacea) merupakan salah satu tanaman tropik yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kurangnya perhatian akan penanganan pasca panen pada produk pertanian menyebabkan kemunduran mutu dan berkurangnya nilai jual produk. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan mutu pada produk pertanian dengan menekan laju respirasi dan transpirasi melalui precooling. Pada penelitian ini dilakukan penanganan pasca panen pada buah terung belanda berupa precooling dengan sistem hydrocooling yang bertujuan untuk mempelajari sebaran suhu, pengaruh hydrocooling terhadap sifat fisik dan laju pendinginan pada buah. Parameter yang diamati adalah sebaran suhu, bobot dan laju pendinginan. Laju pendinginan komersial yang diterapkan pada produk pertanian digambarkan dengan 7/8 waktu pendinginan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa distribusi suhu dari permukaan hingga pusat buah untuk mencapai suhu pendinginan pada buah mengkal membutuhkan waktu selama 43 menit, matang optimal selama 56 menit dan matang berlebih selama 36 menit. Untuk mencapai suhu 7/8 waktu pendinginan membutuhkan waktu selama 51 menit pada buah mengkal, buah matang optimal selama 48 menit dan buah matang berlebih selama 42 menit. Sehingga laju pendinginan pada buah akan semakin cepat tercapai seiring kematangan pada buah.
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- Abdul Malik, Totok Prawitosari, Sitti Nur Faridah, Perubahan Lahan Tambak di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Menggunakan Citra Satelit Resolusi MenengahTahun 2010 dan 2016 , Jurnal Agritechno: Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018
- Nur Rahmayanti, Supratomo Supratomo, Olly Sanny Hutabarat, MODEL PENGERINGAN LAPISAN TIPIS GABAH KETAN (Oryza sativa glutinosa) VARIETAS SETAIL DAN VARIETAS CIASEM , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015
- Innan Najiah Arifin, Totok Prawitosari, Sitti Nur Faridah, ANALISIS PROFIL SEDIMEN MELAYANG DAN PENDUGAAN LAJU SEDIMENTASI PADA SALURAN SEKUNDER LONRONG DAERAH IRIGASI BISSUA KAB. GOWA , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
- Sitti Munawarah Muluk, Suhardi Suhardi, Sitti Nur Faridah, Pengaruh Kecepatan Combine Harvester pada Roda Sebelah Dalam dan Luar Terhadap Pemadatan Tanah pada Saat Pembelokan , Jurnal Agritechno: Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 2, Oktober 2018
- Helen Indira, Supratomo Supratomo, Sitti Nur Faridah, Perubahan Sifat Ubi Jalar Varietas Kalasan Dan Varietas Cilembu Selama Penggorengan Terendam , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017
- Wira Kusumah, Sitti Nur Faridah, Suhardi Suhardi, ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN AIR DI DAERAH IRIGASI BILA KALOLA KABUPATEN WAJO , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015
- Indi Indahdiah Nurharini, Supratomo Supratomo, Junaedi Muhidong, Pengaruh Waktu Panen Batang Sorgum Manis (Sorghum bicolor (L) Moench) Terhadap Nira Yang Dihasilkan , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
- Rizka Dwi Putrianti, Salengke Salengke, Supratomo Supratomo, PENGARUH LAMA PENYIMPANAN BATANG SORGUM MANIS (Sorghum bicolor (L.) Moench) TERHADAP RENDEMEN DAN BRIX NIRA YANG DIHASILKAN , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
- Nurhaya Kusmiah, Salengke Salengke, Supratomo Supratomo, MEMPELAJARI HUBUNGAN ANTARA KONDISI PENYIMPANAN DAN KADAR AIR AWAL BIJI KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN PERTUMBUHAN JAMUR SELAMA PENYIMPANAN , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015