IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI SAWAH TEKNIS DAN NON TEKNIS BERBASIS SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS) DI SUB-DAS BILA
Hubungan daerah aliran sungai (DAS) dengan lahan sawah, yakni DAS adalah wilayah perairan dangkal yang topografinya didominasi oleh pegunungan, punggung-punggung gunung yang menampung dan menyimpan air hujan sebelum dilepaskan menuju lahan sawah melalui sungai utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sawah teknis dan non teknis berbasis SIG, dan menganalisis karakteristik sawah teknis dan non teknis dari berbagai aspek. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis sistem infomasi geografis (GIS). Interpretasi data citra sentinel 2A, kemudian dilakukan digitasi onscreen untuk menghasilkan peta lahan sawah. Kemudian untuk mengidentifikasi sawah teknis dan non teknis, dilakukan digitasi onscreen dengan bantuan wawancara terhadap instansi terkait. Analisis karakteristik dilakukan dengan overlay peta kemiringan lereng, elevasi dan jenis tanah untuk mengidentifikasi karakteristik biofisik lahan, sedangkan karakteristik ekonomi dan pengelolaan dilakukan dengan metode wawancara. Hasi penelitian Luas total lahan sawah pada Sub-Das Bila 5842,35 ha. lahan sawah non teknis memiliki luas 2777,97 ha dan teknis 3064,38 ha. Sawah Non Teknis yang paling mendominasi pada kemiringan datar 0-8% seluas 1637,05 ha (28,02%). Begitu pun sawah teknis dengan kemiringan datar 0-8% seluas 2393,76 ha (40,97%). Sawah non teknis mendominasi pada ketinggian 0-500 dpl (dengan luas 2643,66 ha (45,25%). Begitu pun sawah teknis 0-500 dpl, dengan luas 3061,55 ha (52,4%). sawah non teknis memiliki jenis Tanah dystropepts 527,73 ha 9,03%, 1,09 (ha) 0,02% Eutropepts, 1280,05 (ha) 21,91% Paleudults, 104,36(ha) 1,79% tropaquepts, 272,99 (ha) 4,67% Tropudalfs, 591,73 (ha) 10,1% Tropudults. Teknis dengan luas 1078,16 ha 18,48% Paleudults dan 1986,22 ha 34% Tropaquepts. Penanaman dilakukan 2 kali dalam setahun baik sawah teknis maupun non teknis. Untuk pemberian air pada lahan sawah non teknis hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sawah. Sedangkan sawah teknis mengandalkan air dari jaringan irigasi, pipa dan mesin pompa sebagai alat bantu.
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- Husnul Mubarak, Muhammad Rizal, Iqbal Iqbal, Abdul Waris, Muhammad Tahir Sapsal, Imam Suelfikhar, Design of a Greenhouse Room Temperature and Humidity Control System Using a DHT 22 Sensor , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
- Samsuar Samsuar, Husnul Mubarak, Nunik Lestari, Estimasi Nilai Evapotranspirasi Potensial dalam Rangka Optimalisasi Pemanfaatan Irigasi Permukaan di Kabupaten Wajo , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
- Ahmad Fauzan Adzima, Risma Neswati, Sartika Laban, Muh Jayadi, Muhammad Fuad Anshori, Husnul Mubarak, Eva Noviyanti, Nur Qalbi Zaesar Muharram, Andi Dharmawan Mallarangen, Drone-Based Vegetation Index Analysis to Estimated Nitrogen Content on The Rice Plantations , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
- Sitti Zulaeha, Sitti Nur Faridah, Mahmud Achmad, Husnul Mubarak, Prediksi Debit Aliran Sub-DAS Bantimurung Menggunakan Model HEC-HMS , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno, Vol. 13, Nomor 1, April 2020
- Samsuar, Muhammad Tahir Sapsal, Mahmud Achmad, Husnul Mubarak, Nunik Lestari, EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PENGEMBANGAN KOMODITI TANAMAN PANGAN BERBASIS SPASIAL DI KEC. TANETE RIAJA, KAB. BARRU , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 2, Oktober 2020
- Arnur Hidayat, Reza Asra, Nining Triani Thamrin, Husnul Mubarak, PREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SAWAH DI WILAYAH HILIR DAS BILA TAHUN 2036 , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 2, Oktober 2024
- indriani indriani, Trisnawaty AR, Rifni Nikmat Syarifuddin, Husnul Mubarak, OPTIMIZATION OF MUSTARD PLANT (Brassica juncea L.) GROWTH THROUGH THE APPLICATION OF VARIOUS CONCENTRATIONS OF COLCHICINE IN A HYDROPONIC SYSTEM , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 2, Oktober 2024