Perubahan Dimensi Temu Putih (Curcuma zedoaria Berg. Roscoe) Selama Pengeringan
Proses pengeringan menyebabkan terjadinya penyusutan pada bahan yang dikeringkan. Penyusutan merupakan berkurangnya volume, perubahan bentuk, dan meningkatnya kekerasan bahan. Pemanasan dan kehilangan air pada bahan menyebabkan terjadinya tekanan terhadap struktur sel bahan yang diikuti dengan perubahan bentuk dan pengecilan Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk melihat perilaku perubahan dimensi serta untuk mempelajari volume temu putih selama pengeringan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 di Balai Kesehatan Tradisioanal Masyarakat, Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang paling sesuai dengan perubahan dimensi temu putih selama pengringan adalah model Polynomial. Perubahan dimensi temu putih berbanding lurus dengan penurunan kadar air, Dimana semakin kecil dimensi temu putih maka kadar airnya semakin rendah. Semakin tinggi suhu maka waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan semakin cepat dan laju pengeringan semakin tinggi.
Most read articles by the same author(s)
- Andi Muhammad Tamrin, Junaedi Muhidong, Muhammad Tahir Sapsal, Penentuan Jumlah Butir Gabah dengan Computer Vision , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017
- Hartono Hartono, Junaedi Muhidong, Ikbal, Rancang Bangun Inkubator Untuk Pengamatan Sorpsi Isotermis Berbasis Kaidah Exfert , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 16, Nomor 1, April 2023
- Kartika Pertama Sari, Junaedi Muhidong, Iqbal Iqbal, Pengkerutan Temulawak (Curcuma Xanthorrisa) Selama Proses Pengeringan , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016