Penerapan Teknologi Ohmic Heatingpada Fermentasi Biji Kakao (Theobroma cacao L.)
Luas perkebunan kakao di Indonesia mencapai 1.724.092 ha dengan tingkat produksi mencapai 661.243 ton. Sulawesi menjadi salah satu dari penghasil kakao terbesar di Indonesia dengan luas perkebunan 984.040 ha dan tingkat produksi mencapai 460.024 ton. Namun, kualitas dari biji kakao yang dihasilkan masih sangat rendah yaitu berada pada grade 3 dan grade 4. Permasalahan tersebut dapat ditangani dengan melakukan proses penangangan pasca panen yang benar serta meningkatkan mutu biji kakao melalui penerapan teknologi fermentasi. Penelitian ini menggunakan teknologi ohmic heating pada proses fermentasi dengan memanfaatkan panas yang ditimbulkan oleh aliran listrik yang terkontrol untuk mempertahankan suhu fermentator tetap berada pada suhu 40°C, 45°C dan 50°C. Biji kakao difermentasi selama tiga dan lima hari, sebagai pembanding dilakukan proses fermentasi secara tradisional selama 5 hari serta pengeringan biji kakao tanpa melalui proses fermentasi. Setelah melakukan proses fermentasi, biji kakao dikeringkan dan dilakukan uji belah untuk mengetahui persentasi biji slaty, purple dan brown. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, nilai konduktivitas listrik pada tumpukan biji kakao meningkat secara signifikan seiring dengan meningkatnya suhu, dengan persentase biji terfermentasi yang terbesar yaitu pada suhu 50°C.
Most read articles by the same author(s)
- Desi Fitasari, Mahmud Achmad, Iqbal Iqbal, ANALISIS STABILITAS SALURAN TERSIER BATUBASSI DAERAH IRIGASI BANTIMURUNG KABUPATEN MAROS , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
- Astuty Astuty, Muhammad Tahir Sapsal, Salengke Salengke, Desain dan Pengujian Mekanisme Pemindah Benih Padi dengan Metode Hisap , Jurnal Agritechno: Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018
- Muhammad Tahir Sapsal, Muhammad Fadlian, Salengke Salengke, Development of Rice Seed Planting Tool (ATABELA) using The Vacuum Method , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno, Vol. 14, Number 1, April 2021
- Rizka Dwi Putrianti, Salengke Salengke, Supratomo Supratomo, PENGARUH LAMA PENYIMPANAN BATANG SORGUM MANIS (Sorghum bicolor (L.) Moench) TERHADAP RENDEMEN DAN BRIX NIRA YANG DIHASILKAN , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
- Rusmiati Rustam, Salengke Salengke, Junaedi Muhidong, Karakteristik pengeringan dan perubahan warna cabai Katokkon (capsicum annuum L. Var. Sinensis) , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
- Kitab Amelia, Iqbal Iqbal, Daniel Useng, Uji Kinerja Alat Perajang Rimpang , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
- Kaslam Kaslam, Salengke Salengke, Helmi A. Koto, Isothermy Sorpsion And Broken Power Of Pulut Corn Chip , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020
- Nurhaya Kusmiah, Salengke Salengke, Supratomo Supratomo, MEMPELAJARI HUBUNGAN ANTARA KONDISI PENYIMPANAN DAN KADAR AIR AWAL BIJI KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN PERTUMBUHAN JAMUR SELAMA PENYIMPANAN , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015
- Kartika Pertama Sari, Junaedi Muhidong, Iqbal Iqbal, Pengkerutan Temulawak (Curcuma Xanthorrisa) Selama Proses Pengeringan , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
- Suki Mariadi, Iqbal Iqbal, Muhammad Tahir Sapsal, Pengembangan Telemetri Ketinggian Permukaan Air Pada Sungai Ta’Deang Kab. Maros , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016