Kajian Suhu Pengeringan Teh Daun Beluntas (Pluchea Indica L.) dan Pengaruhnya terhadap Kandungan Antioksidan
Penelitian ini menyelidiki dampak suhu pengeringan terhadap kandungan antioksidan dari teh daun beluntas (Pluchea indica L.). Beluntas, sejenis herba obat yang dikenal luas, terkenal akan potensi manfaat kesehatannya yang dikaitkan dengan sifat antioksidannya. Penelitian ini merupakan kajian kuantitatif yang menerapkan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor, yakni waktu pengeringan daun beluntas (faktor W) dan suhu pengering (faktor S). Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi dampak waktu dan suhu pengeringan daun beluntas terhadap pH, rendemen, kadar air, kandungan antioksidan, kandungan tanin, dan sifat organoleptik teh daun beluntas. Waktu pengeringan yang digunakan adalah 120, 140, dan 160 menit, sedangkan suhu pengeringan adalah 50, 60, dan 70°C. Teh daun beluntas kemudian diseduh dengan 200 ml air panas pada suhu 90-100°C dan didiamkan selama 10 menit. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Suhu dan waktu pengeringan memiliki pengaruh signifikan terhadap pH, rendemen, kadar air, kandungan antioksidan, dan kandungan tanin. Semakin tinggi suhu dan lama waktu pengeringan, maka nilai pH, rendemen, kadar air, kandungan antioksidan, dan kandungan tanin akan menurun. 2) Perlakuan suhu dan waktu pengeringan terbaik untuk mendapatkan kandungan antioksidan optimal adalah pada sampel S1W2 (suhu pengeringan 50°C dengan waktu 140 menit) dengan kadar air 7,74%, pH 5,92, rendemen 74,66%, kandungan antioksidan 59,12%, dan kandungan tanin sebesar 14,90%. 3) Berdasarkan uji organoleptik, sampel yang lebih disukai oleh panelis adalah S3W2 (suhu pengeringan 70°C dengan waktu 140 menit) dengan warna teh yang cenderung hijau kekuningan, aroma yang sedikit mencirikan beluntas, rasa yang tidak pahit, dan aftertaste yang sepat. Hasilnya menunjukkan pengaruh yang signifikan dari suhu pengeringan terhadap kandungan antioksidan teh daun beluntas, dengan tren yang jelas teramati seiring variasi suhu. Memahami hubungan antara suhu pengeringan dan kandungan antioksidan sangat penting untuk mengoptimalkan proses produksi teh daun beluntas guna memaksimalkan sifat yang mendukung kesehatannya. Penelitian ini memberikan wawasan berharga dalam budidaya dan pengolahan beluntas sebagai minuman fungsional dengan aktivitas antioksidan yang ditingkatkan.
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- Kavadya Syska, Ika Nur Arifah, Ropiudin Ropiudin, Akmal Auladi Najib, Risfa Aulia, Syella Aditya Ayuningtyas, Kholifatun Istiqomah, Restu Aji Saripwijaya Pranoto, Ahmad Hakim, Sorpsi Isotermik Daun Krokot (Portulaca oleracea L.) dan Pendugaan Umur Simpan dengan Metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 18, Nomor 1, April 2025
- Andri Susanto, Kavadya Syska, Ropiudin Ropiudin, Asti Dewi Nurhayati, Kholifatun Istiqomah, Risfa Aulia, Ahmad Luqman Hakim, Diyah Palupi Estiningrum, Khasan Maskuri, Akmal Auladi Najib, Choerul Insani, Ilyas Subekti, Laelatul Qodriyah, Syella Aditya Ayuningtyas, Yulia Eva Alfiana, Rina Sukesi, Inarotul Zahroh, Restu Aji Saripwijaya Pranoto, KARAKTERISTIK NUGGET IKAN YANG DIPERKAYA DENGAN DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 1, April 2024