
Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Analisis Mitigasi Risiko Bisnis Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) Kelompok Tani Salonro Jaya Dengan Pendekatan House Of Risk (Hor)
Risk Mitigation Analysis of Bird’s Eye Chili (<i>Capsicum frutescens L.</i>) Agribusiness in the Salonro Jaya Farmer Group Using the House of Risk (HOR) Approach
Cabai rawit adalah salah satu komoditas pangan yang selalu tersedia dan diminati pasar khususnya konsumen di pasar Indonesia. Namun jumlah ketersediaan cabai yang tidak tetap menyebabkan harga jual cabai juga fluktuatif di pasaran. Salonro Jaya merupakan salah satu kelompok tani yang membudidayakan cabai rawit sebagai komoditas utama di Kabupaten Bantaeng. Fluktuasi harga cabai rawit di pasar menyebabkan Kelompok Tani Salonro Jaya mendapatkan keuntungan yang tidak menentu. Saat musim panen cabai serentak di setiap kabupaten, harga jual cabai rawit menjadi rendah yaitu mencapai Rp5.000/kg di mana harga normal cabai adalah Rp20.000/kg. Petani cabai yang menjual cabai rawitnya pada periode ini akan mengalami kerugian besar di mana biaya produksi lebih tinggi dibandingkan keuntungan yang mereka peroleh ketika menjual cabai rawit. Ada beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk meminimalisir kerugian dan memaksimalkan pendapatan petani cabai rawit. Namun, keterbatasan sumber daya seperti tenaga kerja, ekonomi, dan teknologi yang dimiliki petani mengharuskan petani harus memperioritaskan beberapa masalah serta strategi pemecahan yang urgent terlebih dahulu untuk diselesaikan dan dilaksanakan. House of Risk merupakan salah satu metode untuk menganalisis berbagai peluang masalah yang mungkin terjadi dan berbagai strategi yang dapat diterapkan untuk menentukan masalah dan strategi prioritas yang harus diutamakan. Hasil analisa dari 25 risk event dan 24 risk agent menghasilkan 14 masalah utama dan strategi mitigasi yang sesuai. Hasil akhir analisa HOR menunjukkan dua strategi perioritas yang sebaiknya segera dilaksanakan oleh Kelompok Tani Salonro Jaya yaitu (1) Pelaksanaan pelatihan olahan cabai rawit untuk meningkatkan nilai jual produk dan (2) Pengadaan Zero Energy Cool Chamber (ZECC) sebagai usaha memperpanjang masa simpan cabai rawit.
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- A. Hermina Julyaningsih, Rais M, Irmayani Irmayani, Studi Pengembangan Buah Jamblang (Syzygium Cumini L.) Menjadi Minuman Fungsional Kaya Antioksidan , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
- Andi Hermina Julyaningsih, Ibnu Mansyur Hamdani, Abu Bakar Tawali, PENENTUAN UMUR SIMPAN METODE ACCELERATED SHELF-LIFE TESTING (ASLT) PADA KOSENTRAT IKA GABUS (Ophiocepahlus striatus) DALAM KAPSUL , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 1, April 2024
- Andi Hermina Julyaningsih, Ibnu Mansyur Hamdani, Rismawati, PENENTUAN ASPEK UTAMA DALAM MENDESAIN KEMASAN TABARO DANGE KHAS LUWU MENGGUNAKAN , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 18, Nomor 1, April 2025