
Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Formulasi Biskuit Berbasis Tepung Talas dan Tepung Kacang Hijau
Biskuit menjadi produk pangan kering yang diperoleh melalui proses pemanggangan adonan berbasis tepung terigu, baik dengan maupun tanpa substitusi bahan lain yang mengandung minyak/lemak serta penambahan bahan pangan lainnya dan bahan tambahan pangan sesuai dan diperbolehkan. Produk biskuit yang beredar di pasaran saat ini umumnya masih bergantung pada tepung terigu sebagai bahan baku utama. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah dalam bentuk biskuit yang diformulasikan berbasis bahan pangan lokal non-terigu seperti talas dan kacang hijau. Penelitian pembuatan biskuit ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan formulasi tepung talas:kacang hijau, yaitu 100g:0g; 75g:25g; 50g:50g; 25g:75g; 0g:100g dengan 5 ulangan. Pengolahan data organoleptik dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan penggunaan tepung talas dan tepung kacang hijau berpengaruh nyata terhadap atribut sensori warna, aroma talas, aroma kacang hijau, tekstur, rasa talas, rasa kacang hijau, dan kesukaan keseluruhan (p<0,05).Perlakuan tepung talas 50g : tepung kacang hijau 50g menghasilkan warna kuning kecokelatan, sedikit beraroma talas, agak beraroma kacang hijau, tekstur keras, sedikit memiliki rasa talas, agak memiliki rasa kacang hijau, dan disukai panelis
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi, KARAKTERISTIK ES KRIM SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN SARI JERUK SAMBAL (Citrus amblycarpa) , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 1, April 2024