Pemanfaatan Data Global Precipitation Measurement (GPM) dan Standardized Precipitation Index (SPI) untuk Deteksi Kekeringan Meteorologis di Provinsi Papua Barat
Kekeringan merupakan salah satu bencana alam di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa Provinsi Papua Barat memiliki ancaman kekeringan yang sedang hingga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kekeringan di Provinsi Papua Barat menggunakan data Global Precipitation Measurement (GPM) dan metode Standardized Precipitation Index (SPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2019 di Papua Barat tidak terjadi kekeringan meteorologis, hanya beberapa wilayah di Kabupaten Kaimana yang agak kering pada SPI bulan Januari – Maret 2019. Secara umum data GPM dan metode SPI memiliki akurasi yang cukup baik dalam menggambarkan tingkat kekeringan meteorologis di Provinsi Papua Barat dibandingkan dengan analisis data hujan dan peta tingkat kekeringan yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sehingga data GPM dan metode SPI dapat digunakan untuk memantau tingkat kekeringan di Provinsi Papua Barat khususnya pada kawasan pertanian.
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- Arif Faisol, Mashudi Mashudi, Samsul Bachri, KOMPARASI NILAI INDEKS FAKTOR PANJANG DAN KEMIRINGAN LERENG PADA BEBERAPA DATA DIGITAL ELEVATION MODEL RESOLUSI MENENGAH , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 1, April 2024
- Arif faisol, Mashudi Mashudi, Budiyono Budiyono, Risma Situngkir, Identifikasi Sebaran Mangrove Melalui Pemanfaatan Citra Satelit Multi Spektral: An Identification of Mangrove Distribution using Multi-Spectral Satellite Imagery , Jurnal Agritechno: Vol 19 No 1 (2026): Jurnal Agritechno