Kinerja Cabinet Dryer pada Pengeringan Jahe Merah dengan Memanfaatkan Panas Terbuang Kondensor Pendingin Udara
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Jahe merah kaya akan kandungan antioksidan dan bahan aktif, sehingga proses pengeringannya sebaiknya dilakukan dengan menggunakan suhu rendah. Pengeringan jahe merah pada suhu rendah dapat dilakukan dengan menggunakan cabinet dryer yang sumber pemanasnya berasal dari panas terbuang kondensor AC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kinerja cabinet dryer dengan sumber pemanas berasal dari panas terbuang kondensor AC, pada pengeringan jahe merah, dan dengan beberapa tingkat beban pengeringan yang berbeda. Pengujian kinerja dilakukan dengan bahan jahe merah sebanyak 600, 900, dan 1200 gram yang kemudian dibagi ke dalam 6 buah rak pengering. Pengamatan dan analisis data meliputi suhu pengeringan, kelembaban udara, kadar air, laju pengeringan, panas yang digunakan untuk meningkatkan suhu bahan, panas yang digunakan untuk menguapkan air bahan, kebutuhan energi untuk proses pengeringan, serta efisiensi energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cabinet dryer dengan sumber pemanas berasal dari panas terbuang kondensor AC mampu mengeringkan jahe merah hingga mencapai kadar air 9.24-10.71% sesuai dengan standar SNI, dengan waktu pengeringan selama 6.5-8.7 jam. Energi yang terpakai untuk mengeringkan jahe merah berkisar antara 1281.67- 2583.86 kJ. Efisiensi pengeringan yang dicapai dari tiap perlakuan berkisar antara 14.04-21.15%.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
Cara Mengutip
Referensi
- Akpinar, E. K., and Toraman, S. 2016. Determination of drying kinetics and convective heat transfer coefficients of ginger slices. Heat and Mass Transfer. 52(10): 2271-2281.
- Asmara, S., dan Warji. 2010. Kinerja pengeringan chip ubi kayu. Jurnal Keteknikan Pertanian. 24(2): 75-80.
- Aziz, A., Harianto, J., dan Mainil, A. K. 2015. Potensi pemanfaatan energi panas terbuang pada kondensor AC sentral untuk pemanas air hemat energi. Jurnal Mekanikal. 6(2): 569-576.
- Chandrasekar, M., Senthilkumar, T., Kumaragurubaran, B., and Fernandes, J. P. 2018. Experimental investigation on a solar dryer integrated with condenser unit of split air conditioner (A/C) for enhancing drying rate. Renewable Energy. 122: 375-381.
- Deshmukh, A. W., Varma, M. N., Yoo, C. K., and Wasewar, K. L. 2014. Investigation of Solar drying of ginger (Zingiber officinale): Emprical modelling, drying characteristics, and quality study. Chinese Journal of Engineering. 2014: 1-7.
- Heldman, D. R., and Singh, R. P. 1981. Food Process Engineering, The AVI Pub. Co. Inc., Westport, Connecticut.
- Hossain, M. A., and Bala, B. K. 2002. Thin layer drying characteristics for green chilli. Drying Technol. 20: 489– 505.
- Kemp, I. C. 2007. Humidity effects in solids drying processes. Measurement and Control. 40(9): 268-271.
- Mahlia, T. M. I., Cheng, L. W., Salikka, L. C. S., Lim, C. L., Hasan, M. H., and Hamdani, U. 2012. Drying Garcina atroviridis using waste heat from condenser of split room air conditioner. International Journal of Mechanical and Materials Engineering. 7(2): 171-176.
- Misha, S., Mat, S., Ruslan, M. H., Sopian, K., and Salleh, E. 2013. The effect of drying air temperature and humidity on the drying kinetic of kenaf core. Applied Mechanics and Materials. 315: 710-714.
- Putra, G. M. D., Sutoyo, M., Hartini, S. 2014. Uji kinerja alat pengering efek rumah kaca (ERK) hybrid dengan tungku biomassa sebagai sistem pemanas tambahan untuk pengeringan biji pala (Myristica sp.). Jurnal Teknik Pertanian Lampung. 3(2): 183-194.
- Putra, M. Y. 2020. Meluruskan Informasi Khasiat Jahe Merah. (http://lipi.go.id/berita/Meluruskan-Informasi-Khasiat-Jahe-Merah/21972) [Diakses tanggal 4 April 2020].
- Rahmanto, D. E. 2011. “Rancang Bangun Alat Pengering Dengan Memanfaatkan Panas Kondensor AC Ruangan (Kasus Pengeringan Chips Kentang)”. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.
- Rifkowaty, E. E, dan Martanto. 2016. Minuman fungsional serbuk instan jahe (Zingiber officinale Rosc) dengan variasi penambahan ekstrak bawang mekah (Eleutherine Americana Merr) sebagai pewarna alami. Jurnal Teknik Pertanian Lampung. 4(4): 315-324.
- Rozana, Hasbullah, R., and Muhandri, T. 2016. Response of drying temperature on drying rate and quality of dried candied mango (Mangifera indica L.). JTEP. 4(1): 59-66.
- Sari, I. N., Warji, Novita, D. D. 2014. Uji kinerja alat pengering hybrid tipe rak pada pengeringan chip pisang kepok. Jurnal Teknik Pertanian Lampung. 3(1): 59- 68.
- Sari, L. J. 2019. Uji Performansi Alat Pengering Gabah Tipe Dmp-1 dengan Penambahan Batu Alor Hitam pada Ruang Kolektor dan Ruang Pengering Sebagai Penyimpan Panas. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. 5(3): 84–91.
- Suhendar, E., Tamrin, Novita, D. D. 2017. Uji kinerja alat pengering tipe rak pada pengeringan chip sukun menggunakan energi listrik. Jurnal Teknik Pertanian Lampung. 6(2): 125-132.
- Susanti, T. M. I., dan Panunggal, B. 2015. Analisis antioksidan, total fenol, dan kadar kolesterol pada kuning telur asin dengan penambahan ekstrak jahe. Journal of Nutrition College. 4(2): 636-644.
- Syam, H., Jamaluddin, Rais, M., dan Lestari, N. 2019. Potensi panas terbuang kondensor AC sebagai sumber pemanas pada cabinet dryer. Prosiding Seminar Nasional LP2M UNM 2019. 759-764.
- Taib, G., Said, G. dan Wiraatmadja, S. 1988. Operasi Pengeringan pada Pengolahan Hasil Pertanian. Mediyatama Sarana Perkaya, Jakarta.
- Triwahyudi, S. 2009. “Kajian Pengering Surya Efek Rumah Kaca (ERK)- Hybrid dengan Rak Berputar secara Vertikal untuk Pengeringan Kapulaga Lokal (Amomum cardamomum wild)”. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.
- Yadollahinia, A. R., Omid, M., and Rafiee, S. 2008. Design and fabrication of experimental dryer for studying agricultural products. International Journal of Agriculture and Biology. 10(1): 61-65.
- Zamharir, Sukmawaty, dan Priyati, A. 2016. Analisis pemanfaatan energi panas pada pengeringan bawang merah (Allium ascalonicum l.) dengan menggunakan alat pengering efek rumah kaca (ERK). Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem. 4(2): 264-274.