Identifikasi Karakteristik akuifer dan Potensi Air Tanah untuk Irigasi pada Sub DAS Data Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Suhardi Suhardi

Abstrak

Pengambilan airtanah secara berkelanjutan dapat dicapai jika terjadi keseimbangan antara pengambilan dan pengisian airtanah. Kemampuan akuifer dalam pelepasan airtanah yang mempengaruhi pengambilan dan pengisian airtanah tergantung pada karakteristik akuifer. Untuk itu, maka karakteristik suatu akuifer perlu diketahui agar jumlah pengambilan tidak melebihi daripada pengisian airtanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui posisi, ketebalan, jenis, hasil spesifik dan konduktifitas hidraulik akuifer serta mengidentifikasi  daerah resapan sebagai sumber pengisian airtanah.dan potensi airtanah. Penelitian dilakukan dengan menginterpolasi data litologi dan pengukuran konduktivitas hidraulik akuifer dengan metode uji pemompaan. Nilai konduktivitas hidraulik diolah dengan menggunakan Solver Add Ins pada Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai konduktivitas optimal. Sumber resapan airtanah diprediksi berdasarkan jejaring aliran data kontur muka airtanah dan potensi airtanah dihitung dengan pendekatan Darcy’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konduktivitas  hidraulik pada daerah penelitian sebesar 16,13 m/hari, hasil spesifik sebesar 0,32 dengan akuifer berupa pasiran. Berdasarkan jejaring aliran, sumber resapan berasal dari sisi Barat DAS mengalir ke arah timur dengan potensi sebesar 14.517 m3/hari ≈   168,02 lt/dt.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Identifikasi Karakteristik akuifer dan Potensi Air Tanah untuk Irigasi pada Sub DAS Data Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. (2020). Jurnal Agritechno, 13(1), 42-50. https://doi.org/10.70124/at.v13i1.254

Cara Mengutip

Identifikasi Karakteristik akuifer dan Potensi Air Tanah untuk Irigasi pada Sub DAS Data Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. (2020). Jurnal Agritechno, 13(1), 42-50. https://doi.org/10.70124/at.v13i1.254

Referensi

  1. Asdak, C. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  2. [BAPPEDA KAB. WAJO] Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Wajo, 2003. Laporan Akhir Studi Kelayakan Potensi Hasil Tambang Kabupaten Wajo. Sengkang: BAPPEDA KAB. WAJO.
  3. [BAPPEDA KAB. WAJO] Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Wajo, 2003. Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Wajo. Fakta dan Analisis. Sengkang: BAPPEDA KAB. WAJO.
  4. Bear, J. and A. Verruijt, 1987. Modelling Groundwater Flow and Pollution. Dordrecht: D. Reidel Publ. Co.
  5. [DTLGKP] Direktorat Tata Lingkungan Geologi dan Kawasan Pertambangan, 2003. Penyediaan Prasarana dan Sarana Air bersih di Desa Wicudai,
  6. Kecamatan Pemana, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan. http://www.dgtl.esdm.go.id/airtanah/PPSA-WAJO2003.html. [1 Feb 2006].
  7. Hillel, D. 1980. Fundamentals of Soil Physics. New York: Academic Press.
  8. Irianto, S.G. 2007. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Airtanah Dangkal. Jakarta: Direktorat Pengelolaan Air, Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air, Deptan.
  9. Kusumayudha, S.B. 2003. Mengelola Airtanah, Perlu Model yang Pas http://publik.geopangea.or.id/saribk/artikel.shtml [6 Feb 2006].
  10. [P2AT SUL-SEL] Proyek Pengelolaan Air Tanah, Sulawesi Selatan, 2006. Uji Pendahuluan, Lakessi dan Manurung. Makassar: P2AT Sul-Sel, Tidak Dipublikasikan.
  11. Setiawan, B.I. and Suhardi, 2008. Optimization Models for Sustainable Utilization of Groundwater in Wajo District, South Sulawesi Province of Indonesia. Proceeding INWEPF 5th Steering Meeting and Symposium on Effect and Sustainable Water use to address Poverty Alleviation and Food Security. Bali, 13-15 November 2008.
  12. Suhardi, 2008. Model Pengelolaan Airbumi untuk Irigasi dengan Operasi Pompa Tunggal dan Ganda: Kasus Sub DAS Data, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Disertas. Institut Pertanian Bogor.
  13. Suhardi, Budi Indra Setiawan, Hidayat Pawitan, Roh Santoso Budi Waspodo, 2011. Optimasi pemanfaatan air tanah untuk irigasi di kabupaten wajo, provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Jurnal Irigasi: vol. 6 no. 2: 80-89.
  14. Todd, D.K. 1995. Groundwater Hydrology. Edisi ke-2. Singapore: John Wiley & Sons.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>