Uji Kinerja Alat Perajang Rimpang

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Kitab Amelia
Iqbal Iqbal
Daniel Useng

Abstrak

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah bahan baku yang digunakan sebagai obat tradisional di industri jamu, farmasi, dan makanan serta minuman. Produksi dan konsumsi temulawak di Indonesia cukup tinggi oleh karena itu diperlukan suatu cara penanganan maupun pengolahan pasca panen dari temulawak tersebut. Dalam pengolahan hasil pertanian banyak teknologi mekanik yang digunakan, diantaranya adalah teknologi mesin perajang rimpang yang digunakan sebagai teknologi yang memudahkan dalam penanganan pasca panen temulawak. Mesin perajang rimpang ini diharapkan mendukung peningkatan hasil produksi temulawak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan efisiensi alat perajang rimpang. Penelitian ini menggunakan alat perajang rimpang tipe horizontal dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas kerja alat perajang rimpang tipe horizontal sebesar 146,92 kg/jam, hasil ketebalan pemotongan 2,0038 mm, keseragaman hasil pemotongan 16,62 %, persentase rusak sebanyak 0,31 %, daya spesifik 0,0025 kW-jam/kg, dan efisiensi penerusan daya 1,576 %. Hasil ketebalan rata-rata dipengaruhi oleh kecepatan pemasukan bahan, tekanan yang diberikan pada bahan serta kecepatan putar pisau perajang.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Uji Kinerja Alat Perajang Rimpang. (2018). Jurnal Agritechno, 9(2), 84-91. https://doi.org/10.70124/at.v9i2.43

Cara Mengutip

Uji Kinerja Alat Perajang Rimpang. (2018). Jurnal Agritechno, 9(2), 84-91. https://doi.org/10.70124/at.v9i2.43

Referensi

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>