Estimasi Nilai Evapotranspirasi Potensial dalam Rangka Optimalisasi Pemanfaatan Irigasi Permukaan di Kabupaten Wajo
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan produksi komoditi pertanian dalam rangka mendukung program swasembada pangan. Untuk mendukung program tersebut, ketersediaan sarana irigasi menjadi hal penting dalam menunjang produktivitas lahan pertanian. Perubahan iklim dan perubahan system pertanian berdampak pada perubahan kebutuhan air irigasi dalam budidaya tanaman. Semakin berkurangnya ketersediaan air untuk pertanian mendorong kita untuk dapat lebih mengefisienkan penggunaan air khususnya untuk air irigasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu memprediksi nilai ETp sebagai dasar dalam penentuan kebutuhan air tanaman, menentukan model ETp yang paling sesuai, memvalidasi hasil prediksi nilai ETp dengan hasil pengukuran langsung dilapangan, dan mendapatkan informasi terkait factor iklim yang paling berpengaruh terhadap laju ETp. Pegukuran nilai ETp didasarkan pada penggunaan data iklim global Merra-2 dan data iklim hasil pengukuran lapangan. Model ETp yang digunakan yaitu Blaney-Criddle, Hargraves, Remanenko, Penman dan Penman-Monteith. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ETp di Kabupaten Wajo cenderung meningkat selama priode bulan Juli-Oktober yang menunjukkan terjadinya peningkatan kebutuhan air dalam budidaya tanaman. Parameter iklim yang paling berpengaruh dalam penentuan laju ETp Penman Monteith yaitu Radiasi Matahari. Hasil analisis ETp dengan menggunakan data global menunjukkan bahwa model Penman merupakan model yang paling mendekati model ETp Penman Monteith hasil pengukuran lapangan.