Design of a Greenhouse Room Temperature and Humidity Control System Using a DHT 22 Sensor
Kondisi suhu dan kelembapan pada pertumbuhan tanaman menjadi salah satu faktor yang penting. Ketidakstabilan suhu dan kelembapan sering menjadi permasalahan yang menjadikan tanaman tumbuh tidak maksimal. Penggunaan green house menjadi salah satu cara untuk menjaga suhu dan kelembapan secara buatan, namun masih mengalami beberapa kendala karena kondisi cuaca yang tidak stabil dan memengaruhi kondisi dalam ruang green house. Sistem kontrol menggunakan sensor suhu dan kelembapan (DHT 22) untuk mengukur kondisi dalam ruang green house dapat dimanfaatkan untuk menjaga kestabilan suhu dan kelembapan pada green house. Sistem kontrol ini akan dihubungkan dengan pompa air yang dihubungkan dengan alat misting di mana uap air yang dihasilkan oleh misting diharapkan bisa menjaga kelembapan ruang green house, serta alat kontrol akan dihubungkan dengan kipas yang dmana diharapkan bisa menjaga kondisi suhu pada ruang green house. Data hasil pengukuran alat sistem kontrol menggunakan sensor DHT 22 akan dibandingkan dengan data pengukuran hygrometer untuk proses kalibrasi. Pengujian fungsi alat kontrol dilakukan dengan melihat respons kipas dan pompa terhadap setting point pada pembacaan sensor DHT 22. Sistem kontrol ini sangat penting diaplikasikan karena bisa mejadi dasar dalam pengembangan green house kedepannya, dan sebagai dasar dalam pengembangan beberapa sistem kontrol yang terkait pada pertumbuhan tanaman. Hasil kalibrasi pembacaan sensor DHT 22 dan hygrometer diperoleh nilai error sebesar 0.27 °C untuk sensor suhu dan 1.23% untuk sensor kelembapan. Nilai ini menunjukkan bahwa kesalahan pembacaan sensor masih dalam standar toleransi sensor suhu, yaitu ±0.5 °C dan toleransi sensor kelembapan sebesar ±5%. Untuk hasil pengujian respons pompa dan kipas terhadap setting point menunjukkan kedua alat tersebut bekerja dengan bekerja dengan baik. Sehingga dapat disimpulkan rancangan alat dapat difungsikan dengan baik dalam pengontrolan ruang green house untuk menjaga kestabilan suhu dan kelembapan.
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- Arie Nugroho, Abdul Waris, Junaedi Muhidong, Penerapan Sistem Kendali Fuzzy Logic pada Alat Penyangrai Kopi Tipe Fluidisasi , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
- Kitab Amelia, Iqbal Iqbal, Daniel Useng, Uji Kinerja Alat Perajang Rimpang , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
- Rusdianto Rusdianto, Reza Asra, Nining Triani Thamrin, Husnul Mubarak, IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI SAWAH TEKNIS DAN NON TEKNIS BERBASIS SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS) DI SUB-DAS BILA , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 2, Oktober 2024
- Kartika Pertama Sari, Junaedi Muhidong, Iqbal Iqbal, Pengkerutan Temulawak (Curcuma Xanthorrisa) Selama Proses Pengeringan , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
- Arnur Hidayat, Reza Asra, Nining Triani Thamrin, Husnul Mubarak, PREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SAWAH DI WILAYAH HILIR DAS BILA TAHUN 2036 , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 2, Oktober 2024
- indriani indriani, Trisnawaty AR, Rifni Nikmat Syarifuddin, Husnul Mubarak, OPTIMIZATION OF MUSTARD PLANT (Brassica juncea L.) GROWTH THROUGH THE APPLICATION OF VARIOUS CONCENTRATIONS OF COLCHICINE IN A HYDROPONIC SYSTEM , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 2, Oktober 2024
- Suki Mariadi, Iqbal Iqbal, Muhammad Tahir Sapsal, Pengembangan Telemetri Ketinggian Permukaan Air Pada Sungai Ta’Deang Kab. Maros , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016