Hydrograph Debit Banjir Rencana pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo Makassar dengan Model Hidrologi HEC-HMS
Bencana banjir merupakan salah satu persoalan utama masyarakat yang bermukim di daerah perkotaan dan area sekitar sungai. Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo adalah DAS yang secara administratif terletak ditengah kota besar, Makassar. Potensi kejadian banjir di DAS ini cukup besar karena posisi dan letaknya yang lebih rendah dari tinggi muka air laut dan alih fungsi lahan yang terus meningkat. Salah satu cara memperhitungkan bencana banjir adalah dengan menggunakan model Hydrologic Engineering Center’s - Hydrologic Modeling System (HEC-HMS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya debit banjir rencana yang akan terjadi selama periode waktu 2, 5, 20 dan 50 tahunan di DAS Tallo sehingga penentukan daerah-daerah yang rawan banjir dan kemampuan sungai dalam menampung banjir dapat diperhitungkan. Pengolahan data meliputi: 1. proses karakterisasi DAS Tallo menggunakan Global Mapper dan ArcMap, 2. menentukan nilai curah hujan rencana, 3. melakukan running data input dan parameter di HEC-HMS dengan metode SCS-CN, 4. mensimulasikan hasil permodelan pada ArcScene, dan 5. pengecekan/ground truth hasil permodelan pada titik-titik rawan banjir. Nilai debit banjir rencana yang diperoleh untuk periode ulang 2, 5, 20 dan 50 tahun secara berturut-turut adalah 81,80 m3/s, 115,30 m3/s, 151,20 m3/s dan 169,50 m3/s. Hasil tersebut disimulasikan di dalam ArcScene sehingga didapatkan lebar limpasan 2-8 m untuk periode ulang 5 tahunan, 2-25 m untuk periode ulang 20 tahunan dan lebih dari 25 m untuk periode ulang 50 tahunan. Sementara itu untuk periode ulang 2 tahunan tidak terjadi genangan sama sekali. Setelah dilakukan pengecekan atau groundtruth data di beberapa titik wilayah genangan, maka hasil simulasi di ArcScene sesuai dengan hasil ground truth tersebut. Dengan demikian, nilai debit banjir untuk setiap periode waktu pada DAS Tallo dapat dimodelkan dengan baik di HEC-HMS. Adapun, daerah-daerah yang secara administratif memiliki potensi terjadinya banjir akibat luapan sungai adalah daerah-daerah di sekitar pengaliran sungai terutama di daerah hilir.
Most read articles by the same author(s)
- Erna Anryana, Totok Prawitosari, Mahmud Achmad, Evaluation the Service Level of Tomatoppe weir in the Bajo Irrigation Area, Luwu District , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019
- Wira Kusumah, Sitti Nur Faridah, Suhardi Suhardi, ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN AIR DI DAERAH IRIGASI BILA KALOLA KABUPATEN WAJO , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015
- Samsuar, Muhammad Tahir Sapsal, Mahmud Achmad, Husnul Mubarak, Nunik Lestari, Evaluation of Land Suitability of Food Crops Commodities Based on Spatial Data in Tanete Riaja District, Barru Regency , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 2, Oktober 2020
- Ahmad Tasrif, Ahmad Munir, Mahmud Achmad, Identifikasi Lahan Sawah Di Kecamatan Sinjai Timur Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 Tahun 2014 , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
- Jasmila Jasmila, Ahmad Munir, Mahmud Achmad, Web-Based Computer Assisted Design Dimensi Bangunan Talang & Gorong-Gorong , Jurnal Agritechno: Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 2, Oktober 2018
- Trialita Aprilia, Mahmud Achmad, Ahmad Munir, Dampak Pemompaan Air Tanah Terhadap Profil Resistivitas Lapisan Tanah Di Lahan Persawahan , Jurnal Agritechno: Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018