PROFIL SIFAT FISIK BUAH TERUNG BELANDA (Cyphomandra betacea)
Terung belanda (Cyphomandra betacea) termasuk komoditi hortikultura unggulan dan hanya tumbuh di daerah dataran tinggi sehingga penanganan pasca panen yang tepat sangat dibutuhkan agar tidak merusak kualitas buah. Terung belanda sering mengalami kerusakan karena beberapa faktor yaitu faktor fisiologis, mekanis, hama dan penyakit. Buah matang yang sudah dipetik dan disimpan pada suhu kamar hanya dapat bertahan lima sampai enam hari dan setelah itu kulit buah akan memar kemudian membusuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisik meliputi distribusi berat dan volume dan tingkat kekerasan bahan, rolling angle serta perubahan warna dengan waktu penyimpanan selama 7 hari pada suhu 290C dan suhu 90C sehingga dapat menjadi acuan dan referensi dasar untuk industri pengolahan terung belanda. Hasil penelitian menunjukkan distribusi berat maupun volume terung belanda mendekati pola distribusi normal. Pengujian tingkat kekerasan tidak terlalu berpengaruh terhadap volume dan berat karena tidak memiliki suatu pola yang saling berhubungan, begitupula pada pengujian rollig angle terhadap volume dan berat pada terung belanda. Pada proses pengamatan warna selama 7 hari dengan menggunakan photoshop dan munsell pada suhu 290C maupun suhu 90C menunjukkan perubahan dari warna kuning kemerahan menjadi merah tua, namun buah yang disimpan pada suhu 290C mengalami kerusakan pada penyimpanan hari ke empat dimana terjadi pengerutan sedangkan buah yang disimpan pada suhu dingin tidak mengalami perubahan fisik.
Most read articles by the same author(s)
- Arie Nugroho, Abdul Waris, Junaedi Muhidong, Application of Fuzzy Logic Control System in Fluidized Coffee Roaster , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
- Irwan T, Junaedi Muhidong, Iqbal, Passive Drying of Yum Tuber Slices (Dioscorea alata L.) , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 2, Oktober 2020
- Mukmin Mukmin, Junaedi Muhidong, Abdul Azis, Evaluation of Page Model Performance on Thin Layer Drying of Iles-Iles Roots , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno, Vol. 14, Number 1, April 2021
- Nurhawa Nurhawa, Junaedi Muhidong, Mursalim Mursalim, Perubahan Dimensi Temu Putih (Curcuma zedoaria Berg. Roscoe) Selama Pengeringan , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
- Andi Muhammad Tamrin, Junaedi Muhidong, Muhammad Tahir Sapsal, Penentuan Jumlah Butir Gabah dengan Computer Vision , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017
- Hartono Hartono, Junaedi Muhidong, Ikbal, Rancang Bangun Inkubator Untuk Pengamatan Sorpsi Isotermis Berbasis Kaidah Exfert , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 16, Nomor 1, April 2023
- Kartika Pertama Sari, Junaedi Muhidong, Iqbal Iqbal, Pengkerutan Temulawak (Curcuma Xanthorrisa) Selama Proses Pengeringan , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016