Pendugaan Umur Simpan Terung Gelatik (Solanum Melongena L.) Terolah Minimal menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) Model Arrhenius
Penentuan umur simpan suatu produk memainkan peran penting sebagai parameter keamanan dan kualitas konsumen. Terong (Solanum melongena L.) hasil olahan minimal, sebagai salah satu produk pangan yang mengalami pemanasan minimal, memerlukan pendekatan khusus dalam menentukan umur simpannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur simpan terong hasil olahan minimal menggunakan uji Accelerated Shelf Life Test (ASLT) dengan model Arrhenius dan untuk menilai perubahan kualitas yang terjadi selama penyimpanan terong hasil olahan minimal. Metode penelitian melibatkan uji ASLT dengan model Arrhenius dalam menentukan umur simpan terong hasil olahan minimal. Umur simpan yang diestimasi menggunakan terong hasil olahan minimal yang dikemas dalam bungkus plastik, HDPE (High-Density Polyethylene), dan PP (Polypropylene), kemudian disimpan pada suhu 10°C dan 30°C selama 9 hari. Pengamatan dilakukan dengan menimbang sampel setiap hari untuk mengukur kehilangan berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu 10°C, bungkus plastik mengalami kehilangan berat yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemasan HDPE dan PP. Sementara itu, pada suhu 30°C, kemasan HDPE mengalami kehilangan berat yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemasan PP dan bungkus. Umur simpan terestimasi terong hasil olahan minimal selama 9 hari pada suhu penyimpanan 10°C adalah 25 hari untuk bungkus plastik, 12 hari untuk HDPE, dan 7 hari untuk PP. Untuk suhu penyimpanan 30°C, umur simpan terestimasi adalah 11 hari untuk bungkus plastik, 5 hari untuk HDPE, dan 4 hari untuk PP. Dari perhitungan umur simpan menggunakan ASLT dengan pendekatan Arrhenius, terong hasil olahan minimal yang disimpan dalam bungkus plastik memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan dengan kemasan HDPE dan PP. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman umur simpan terong hasil olahan minimal, mengintegrasikan metode ASLT dengan model Arrhenius sebagai alat yang efektif untuk evaluasi perubahan kualitas secara cepat dan akurat pada produk pangan.
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- Kavadya Syska, Ika Nur Arifah, Ropiudin Ropiudin, Akmal Auladi Najib, Risfa Aulia, Syella Aditya Ayuningtyas, Kholifatun Istiqomah, Restu Aji Saripwijaya Pranoto, Ahmad Hakim, Sorpsi Isotermik Daun Krokot (Portulaca oleracea L.) dan Pendugaan Umur Simpan dengan Metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 18, Nomor 1, April 2025
- Andri Susanto, Kavadya Syska, Ropiudin Ropiudin, Asti Dewi Nurhayati, Kholifatun Istiqomah, Risfa Aulia, Ahmad Luqman Hakim, Diyah Palupi Estiningrum, Khasan Maskuri, Akmal Auladi Najib, Choerul Insani, Ilyas Subekti, Laelatul Qodriyah, Syella Aditya Ayuningtyas, Yulia Eva Alfiana, Rina Sukesi, Inarotul Zahroh, Restu Aji Saripwijaya Pranoto, KARAKTERISTIK NUGGET IKAN YANG DIPERKAYA DENGAN DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 1, April 2024