Pendugaan Umur Simpan Buah Melon (Cucumis melo L.) Terolah Minimal menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) Model Arrhenius
Buah melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu jenis yang berasal dari suku labu-labuan atau Cucurbitacca. Melon memiliki kandungan air dan rasanya manis, renyah, dan menyegarkan. Beberapa varietas melon yang umumnya ditanam dan dipasarkan yaitu varietas Sky Rocket Melon, Rock Melon, dan Golden Melon. Melon mengandung 0,6 g protein, 0,4 mg besi, 30 mg vitamin C, 0,4 g serat dan 6,0 g karbohidrat. Melon mempunyai khasiat bagi tubuh yaitu untuk mencegah penyakit sariawan, luka pada tepi mulut, penyakit mata, radang saraf, sebagai anti kanker, menurunkan resiko stroke dan kanker. Metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius adalah metode memperkirakan umur simpan produk menggunakan suhu yang dipercepat sehingga dapat mempercepat reaksi yang menyebabkan kerusakan pada produk. Rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor 1 yaitu 3 jenis kemasan (A), dan faktor 2 yaitu 2 suhu ruang penyimpanan (S). Perlakuan dalam rancangan percobaan ini adalah suhu penyimpanan (S) yaitu suhu 30oC dan suhu 10oC.Susut bobot tertinggi terdapat pada sampel (perlakuan suhu 10˚C dengan pengemasan wrapping), sedangkan susut bobot terendah terdapat pada pada (perlakuan suhu 10˚C dengan pengemasan PP). pada suhu 30˚C menunjukkan bahwa buah melon yang disimpan pada kemasan wrapping dengan masa simpan satu hari memiliki nilai susut bobot tertingggi yaitu 96%, sedangkan buah melon yang disimpan pada kemasan PP dengan masa simpan 9 hari memiliki nilai susut bobot terendah yaitu 54,3%. Total padatan terlarut tertinggi pada penyimpanan suhu 10˚C terdapat pada kemasan wrapping yaitu senilai 11,25% Brix, sedangkan total padatan total terlarut terendah terdapat pada kemasan HDPE senilai 7% Brix dengan lama penyimpanan 9 hari. Hasil pengamatan buah melon bahwa total padatan terlarut tertinggi pada penyimpanan 30˚C terdapat pada kemasan wrapping senilai 8,4% dengan lama penyimpanan satu hari, sedangkan nilai terendah terdapat pada kemasan PP senilai 0,3% dengan lama penyimpanan selama 9 hari.
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- Kavadya Syska, Ika Nur Arifah, Ropiudin Ropiudin, Akmal Auladi Najib, Risfa Aulia, Syella Aditya Ayuningtyas, Kholifatun Istiqomah, Restu Aji Saripwijaya Pranoto, Ahmad Hakim, Sorpsi Isotermik Daun Krokot (Portulaca oleracea L.) dan Pendugaan Umur Simpan dengan Metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 18, Nomor 1, April 2025
- Andri Susanto, Kavadya Syska, Ropiudin Ropiudin, Asti Dewi Nurhayati, Kholifatun Istiqomah, Risfa Aulia, Ahmad Luqman Hakim, Diyah Palupi Estiningrum, Khasan Maskuri, Akmal Auladi Najib, Choerul Insani, Ilyas Subekti, Laelatul Qodriyah, Syella Aditya Ayuningtyas, Yulia Eva Alfiana, Rina Sukesi, Inarotul Zahroh, Restu Aji Saripwijaya Pranoto, KARAKTERISTIK NUGGET IKAN YANG DIPERKAYA DENGAN DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 1, April 2024