PENENTUAN UMUR SIMPAN METODE ACCELERATED SHELF-LIFE TESTING (ASLT) PADA KOSENTRAT IKA GABUS (Ophiocepahlus striatus) DALAM KAPSUL

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Andi Hermina Julyaningsih
Ibnu Mansyur Hamdani
Abu Bakar Tawali

Abstrak

Albumin pekat dari ikan gabus dapat dibuat menjadi bentuk bubuk dan kemudian dikemas dalam kapsul yang dapat digunakan sebagai suplemen makanan untuk tubuh manusia. Albumin pekat dalam kapsul dianggap lebih efisien dan ekonomis untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan albumin terutama bagi penderita penyakit degeneratif. Penentuan umur simpan produk selain untuk menjamin keamanan produk pangan bagi konsumen juga dapat membantu produsen dan distributor dalam mendistribusikan produk mereka. Penentuan umur simpan dapat menjadi acuan bagi produsen atau distributor kapan suatu produk harus diedarkan dan ditarik dari peredaran. Metode yang digunakan dalam menentukan umur simpan konsentrat ikan gabus dalam kapsul adalah dengan menggunakan persamaan Arrhenius. Produk disimpan dalam tiga suhu berbeda, yaitu suhu ruang (28 °C) dan dua suhu ekstrem (43 °C dan 53 °C). Parameter yang diamati meliputi cemaran total mikroba, nilai TBA, kandungan albumin, kadar air, kadar abu, dan organoleptik yang mencakup penampilan dan tekstur. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu suhu.


 Berdasarkan analisis kimia yaitu TBA sebagai parameter utama, umur simpan konsentrat ikan gabus dalam kapsul adalah 217 hari atau 7 bulan. Sementara dari analisis fisik (organoleptik) dengan penampilan sebagai parameter utama, umur simpan konsentrat ikan gabus dalam kapsul adalah 367,6 hari atau 12,3 bulan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
PENENTUAN UMUR SIMPAN METODE ACCELERATED SHELF-LIFE TESTING (ASLT) PADA KOSENTRAT IKA GABUS (Ophiocepahlus striatus) DALAM KAPSUL . (2024). Jurnal Agritechno, 17(1), 28-36. https://doi.org/10.70124/at.v17i1.1303

Cara Mengutip

PENENTUAN UMUR SIMPAN METODE ACCELERATED SHELF-LIFE TESTING (ASLT) PADA KOSENTRAT IKA GABUS (Ophiocepahlus striatus) DALAM KAPSUL . (2024). Jurnal Agritechno, 17(1), 28-36. https://doi.org/10.70124/at.v17i1.1303

Referensi

  1. Andy. 2009. Pre-College Chemistry. New York: Mc. Graw Hill.
  2. Febrina, Ellin. 2007. Formulasi Sediaan Emulsi Buah Merah sebagai Produk Antioksidan Alami.Laporan Penelitian Peneliti Muda (LITMUD) Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran. Bandung. Diakses tanggal 29 Maret 2014, Makassar.
  3. Anonim. 2009. Adsorption and Desorption Isotherms. http://www.cdavies.files.wordpress.com/2006/09/mis-3.jpg [8 April 2009].
  4. Ansar, 2010. Pengolahan dan Pemanfaatan Ikan Gabus. Kementrian PendidikanNasional Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal
  5. Ansel, H.C. (2005). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi keempat. Jakarta. UI Press. Halaman: 217-218.Direktorat Pendidikan Kesetaraan. Jakarta : ISBN
  6. Apriyanto, Anton, et al. 1989. Analisis Pangan. Bogor: IPB-press
  7. Arpah M. 2001. Buku dan Monograf Penentuan Kadaluwarsa Produk Pangan. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
  8. Asfar, 2007. Optimalisasi Ekstraksi Albumin Ikan Gabus sebagai Food Suplement (skripsi), Universitas Hasanuddin, Makassar.
  9. Buckle, K.A., R.A. Edwards, G.H. Fleet, dan M. Wootton. 1988. Food Science. Terjemahan. Hari Purnomo dan Adiono. Ilmu Pangan. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.
  10. Chang, Raymond. 2007. Chemistry Ninth Edition. New York: Mc Graw Hill.
  11. Chiwede,I., Jones, B.E dan Podczeck, F. 2000. The Shell Disolutio of Various Empety Hard Capsules. Chem. Pharm Bull. 48(7): 951-956
  12. De Mann J. 1997. Kimia Pangan. Cetakan Pertama. ITB. Bandung.
  13. Fadli, Oktober 2010. Bagusnya Ikan Gabus. Warta Pasarikan Edisi No.86, hal.4-5 Gayton. “Buku Ajar Fisiologi Kedokteran”. Edisi 11. Jakarta : EGC.2008. Hal 896.
  14. Floros, J.D. and V. Gnanasekharan. 1993. Shelf Life Prediction of Packaged Foods: chemichal, biological, physical, and nutritional aspects. G. Chlaralambous (Ed.). Elsevier Publ.,London.
  15. Herawati H. 2008. Penentuan Umur Simpan Produk Pangan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 27 (4): 124-130.
  16. Honkanen, O. 2004. Biopharmaceutical Evaluation of Orally and Rectally Administered Hard Hydroxypropyl Methylcellulose Capsules. Helsinki: Yliopistopaino.
  17. Kontny, MJ. Dan Mulski, C.A. 1989. Gelatin capsule brittleness as a fuction of relative humadity at room temperature. Int J Pharm 54: 79-85
  18. Ketaren.S., 1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. UI-Press. Jakarta.
  19. Kusnandar, F. 2006. Aplikasi program computer sebagai alat bantu penentuan umur simpan produk pangan: metode Arrhenius. Pelatihan Pendugaan Waktu Kedaluwarsa (Shelf Life) Bahan dan Produk Pangan. Bogor, 1−2 Desember 2004. Pusat Studi Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
  20. Kusnandar, F. 2008. Perencanaan dan Pendugaan Umur Simpan Produk Pangan: Aplikasi Prisnip Arrhenius. . Pusat Studi Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
  21. Labuza.TP. 1982. Shelf Life Dating of Food. Food and Nutrition Press, Inc. Westport, Connecticut, USA.
  22. Lachman. L, Lieberman HA, Kanig JL. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Edisi ketiga. Vol III. Diterejmahkan oleh Sitti Suyatmi. Jakarta: UI Press; hal.1355.
  23. Margareth, R.C, Morques, Cole, E, Kruep, D,.Gray, V. Murachanian, D. Brown, W.E dan Glancasporo. 2009. Liquid-filled Gelatin Capsules Pharmacopeial Forum. Vol.35 (4)
  24. Mayangsari, Rosi. 2012 Konsentrat protein ikan. http:// www.scribd.com/doc/68758770/ Konsentrat-Protein-Ikan. Akses tanggal 28 November 2012, Makassar.
  25. Moore, John T. 2003. Kimia For Dummies. Indonesia:Pakar Raya.
  26. Morales, F.J. dan van Boekel, M.A.J.S. 1998. A Study on Advanced Mailard Reaction in Heated Case in/ Sugar Solutions: Color Formation. International Daily Journal 8:907-915
  27. Ogura, T. Furuya, Y. dan Matsuura, S. 1998. HPMC Capsules:an alternative to gelatin. Eur.Pharm. Technol. 10:32-42
  28. Robertson, G. L. 1993. Food Packaging Principles and Practice. Marcel Decker Inc., USA.
  29. Saanin, H, 1986. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Binacipta Jakarta
  30. Sediaoetama. 2004. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi Jilid 1. Jakarta : Dian Rakyat, Hal 74 – 75.
  31. Syarief et al. 1989. Teknologi Pengemasan Pangan. PAU Pangan dan Gizi IPB, Bogor.
  32. Syarief, R. dan Haryadi Halid. 1993. Teknologi Penyimpanan Pangan. Penerbit Arcan, Jakarta.
  33. Sunatrio,S., 2003. Peran albumin pada Penyakit Kritis, dalam Konsensus Pemberian Albumin pada Sirosis Hati. FKUI Press. Jakarta.
  34. Winarno, FGa. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  35. Winarno, 2004. Kimia Pangan Dan Gizi. Penerbit PT Gramedia, Jakarta.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama