Pola Perubahan Dimensi Biji Kopi Arabika (Coffea arabica) Selama Proses Pengeringan
Kopi arabika (Coffea arabica) merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Biji kopi yang dihasilkan berwarna hijau hingga merah gelap. Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India dan Indonesia. Secara umum, kopi ini dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1.700 m dpl, suhu tumbuh optimalnya adalah 16-200C. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan dimensi biji kopi selama proses pengeringan akibat adanya perubahan kadar air untuk dijadikan sebagai bahan informasi bagi petani kopi dan industri pengolahan biji kopi serta desain mesin pascapanen kopi. Penelitian ini menggunakan biji kopi yang diperoleh dari desa Kalimbua, kecamatan Baroko, kabupaten Enrekang. Parameter yang diamati adalah perubahan panjang, lebar dan tebal yang digunakan untuk menghitung diameter geometri, berat biji kopi dan kadar air. Pengeringan dilakukan dengan menggunakan alat pengering tray dryer dengan variasi suhu (500C dan 600C) dan kecepatan udara 1,0 m/s. Pengukuran dimensi dan berat dilakukan pada 0 jam sampai dengan 12 jam. Penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan dimensi (panjang, lebar dan tebal) biji kopi arabika sejalan dengan bertambahnya waktu pengeringan dan penurunan kadar air bahan. Pola penurunan dimensi ini seiring dengan lama pengeringan dan perubahan kadar air mengikuti pola logarithmic dengan nilai R2 lebih besar dari 0,90. Pola penurunan diameter geometri pada saat kadar air basis kering menurun mengikuti pola logarithmic.
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- Reski Ramadhani Rum, Supratomo Supratomo, Mursalim Mursalim, Pengaruh Suhu dan Konsentrasi Larutan Gula Terhadap Proses Dehidrasi Osmosis Bengkuang (Pachyrhizus erosus) , Jurnal Agritechno: Jurnal AgriTechno Vol. 12, Nomor 1, April 2019
- Muhammad Fachruri, Junaedi Muhidong, Muhammad Tahir Sapsal, Analisis Pengaruh Suhu dan Kelembaban Ruang terhadap Kadar Air Benih Padi di Gudang Penyimpanan PT. Sang Hyang Seri , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019
- Andyka Saputra, Mursalim Mursalim, Supratomo Supratomo, Pengaruh Suhu dan Konsentrasi Larutan Gula Terhadap Proses Dehidrasi Osmosis Buah Pisang Kepok Mengkal (Musa Paradisiaca Forma Typica) , Jurnal Agritechno: Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 2, Oktober 2018
- Ari Wirasaputra, Mursalim Mursalim, Abdul Waris, Pengaruh Penggunaan Zat Etefon Terhadap Sifat Fisik Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L) , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017
- Miftahul Jannah, Junaedi Muhidong, Mursalim Mursalim, Karateristik Fisik Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno, Vol. 13, Nomor 1, April 2020
- Zainuddin Zainuddin, Mursalim Mursalim, Abdul Waris, Analisis Ekonomi Penggunaan Combine Harvester Tipe Crown CCH 2000 Star , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
- Rizka Amaliah, Junaedi Muhidong, Muhammad Tahir Sapsal, Karakteristik Penurunan Kadar Air dan Perubahan Volume Bengkoang (Pachyrizus erosus) Selama Pengeringan , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017
- Fani Lande Pakiding, Junaedi Muhidong, Olly Sanny Hutabarat, PROFIL SIFAT FISIK BUAH TERUNG BELANDA (Cyphomandra betacea) , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015
- M Wahyuni, Salengke Salengke, Mursalim Mursalim, Pengaruh Pemanasan Ohmic Terhadap Kadar Antosianin Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) , Jurnal Agritechno: Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 2, Oktober 2018
- Fachry Muhammad, Mursalim Mursalim, Suhardi Suhardi, Mempelajari Tingkat Kerusakan Gabah yang di Panen Dengan Menggunakan Combine Harvester Tipe Kubota DC 70 , Jurnal Agritechno: Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018