Article Information
Published 2018-08-03
Pages 44-54
Abstract Views 962
PDF Downloads 1053
Keywords
Temu Putih Model Polynominal KAdar Air Penyusutan

Perubahan Dimensi Temu Putih (Curcuma zedoaria Berg. Roscoe) Selama Pengeringan

Authors
N
Nurhawa Nurhawa
Indonesia
J
Junaedi Muhidong
Indonesia
M
Mursalim Mursalim
Indonesia
Abstract

Proses pengeringan menyebabkan terjadinya penyusutan pada bahan yang dikeringkan. Penyusutan merupakan berkurangnya volume, perubahan bentuk, dan meningkatnya kekerasan bahan. Pemanasan dan kehilangan air pada bahan menyebabkan terjadinya tekanan terhadap struktur sel bahan yang diikuti dengan perubahan bentuk dan pengecilan Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk melihat perilaku perubahan dimensi serta untuk mempelajari volume temu putih selama pengeringan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 di Balai Kesehatan Tradisioanal Masyarakat, Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang paling sesuai dengan perubahan dimensi temu putih selama pengringan adalah model Polynomial. Perubahan dimensi temu putih berbanding lurus dengan penurunan kadar air, Dimana semakin kecil dimensi temu putih maka kadar airnya semakin rendah. Semakin tinggi suhu maka waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan semakin cepat dan laju pengeringan semakin tinggi.


Download Statistics — Total: 298 downloads
How to Cite
Perubahan Dimensi Temu Putih (Curcuma zedoaria Berg. Roscoe) Selama Pengeringan. (2018). Jurnal Agritechno, 9(1), 44-54. https://doi.org/10.70124/at.v9i1.38
References

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >>