Karakteristik pengeringan dan perubahan warna cabai Katokkon (capsicum annuum L. Var. Sinensis)
Cabai Katokkon merupakan salah satu cabai local yang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. Akan tetapi, belum ada penelitian yang telah dilakukan menyangkut aspek pasca panen, khususnya pengeringan dari komoditas ini. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada studi tentang laju pengeringan dan perubahan warna cabai Katokkon selama pengeringan. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu suhu pengeringan (40°C, 50°C, 60°C), lama blanching (15 menit, 30 menit, 45 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan maka semakin cepat laju pengeringan dan kadar air basis basah semakin cepat menyusut. Tiga model pengeringan (model Newton, model Henderson dan Pabis, dan model Page) menghasilkan nilai MR yang cukup dekat dengan nilai MR observasi. Namun demikian, meodel Page menghasilkan nilai prediksi yang terbaik dan menunjukkan nilai R2 yang lebih besar dibandingkan dengan Newton dan Hederson-Pabis. Hal ini menunjukkan bahwa model Page adalah model terbaik untuk merepresentasikan model pengeringan karena memiliki nilai kesesuaian yang besar terhadap karakteristik pengeringan cabai Katokkon. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin lama pengeringan maka semakin menurun tingkat kecerahan warna cabai Katokkon dan semakin tinggi suhu pengeringan maka semakin cepat perubahan warna menjadi lebih gelap.
Most read articles by the same author(s)
- Muhammad Fachruri, Junaedi Muhidong, Muhammad Tahir Sapsal, Analysis of the Effect of Temperature and Humidity of Room on Rice Seed Water Content in PT. Sang Hyang Seri (Persero) , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019
- Suhriani Suhriani, Salengke Salengke, Suhardi Suhardi, Rheology Cokelat Dari Formulasi Bubuk Kakao dan Margarin , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017
- Liem Aras, Supratomo Supratomo, Salengke Salengke, Effect of Temperature and Concentration of Sugar Solution in The Process of Osmotic Dehydration of Papaya (Carica papaya L.) , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019
- Miftahul Jannah, Junaedi Muhidong, Mursalim Mursalim, Physical Characteristics of Clove (Syzygium aromaticum) , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020
- Rizka Amaliah, Junaedi Muhidong, Muhammad Tahir Sapsal, Karakteristik Penurunan Kadar Air dan Perubahan Volume Bengkoang (Pachyrizus erosus) Selama Pengeringan , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017
- Fani Lande Pakiding, Junaedi Muhidong, Olly Sanny Hutabarat, PROFIL SIFAT FISIK BUAH TERUNG BELANDA (Cyphomandra betacea) , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015
- M Wahyuni, Salengke Salengke, Mursalim Mursalim, Pengaruh Pemanasan Ohmic Terhadap Kadar Antosianin Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) , Jurnal Agritechno: Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 2, Oktober 2018
- Risqan Abdillah Gali, Salengke Salengke, Iqbal Iqbal, Penerapan Teknologi Ohmic Heatingpada Fermentasi Biji Kakao (Theobroma cacao L.) , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017
- Reni Pratiwi, Abdul Waris, Salengke Salengke, Rancang Bangun Sistem Kendali Kecepatan Putaran Motor Dc Berbasis Logika Fuzzy Untuk Mesin Pengaduk Hasil Pertanian (Studi Kasus Pengadukan Biji Kedelai) , Jurnal Agritechno: Jurnal AgriTechno Vol. 12, Nomor 1, April 2019
- Fitri Andriani, Junaedi Muhidong, Abdul Waris, Evaluasi Model Pengeringan Lapisan Tipis Jagung (Zea Mays L) Varietas Bima 17 dan Varietas Sukmaraga , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016