Sorpsi Isotermik Daun Krokot (Portulaca oleracea L.) dan Pendugaan Umur Simpan dengan Metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius
Daun krokot (Portulaca oleracea L.) merupakan tanaman obat yang secara tradisional banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, dan memiliki potensi dikembangkan sebagai minuman teh herbal. Daun ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, antioksidan, dan tanin, yang berkontribusi terhadap efek farmakologisnya. Salah satu pendekatan untuk mengevaluasi kestabilan dan daya simpan produk berbahan dasar daun krokot adalah melalui analisis sorpsi isotermik air (isotherm sorption analysis/ISA), yaitu kurva yang menggambarkan hubungan antara kadar air kesetimbangan dan aktivitas air (aw) pada suhu konstan. Pemahaman mengenai karakteristik sorpsi isotermik suatu produk sangat penting dalam menentukan jenis kemasan yang tepat, serta dalam merancang kondisi penyimpanan yang optimal guna memperpanjang umur simpan. Dalam penelitian ini, sorpsi isotermik air dari Analisis isoterm sorpsi air pada teh daun krokot dilakukan dengan pendekatan model Guggenheim–Anderson–de Boer (GAB), menggunakan sistem larutan garam jenuh untuk menghasilkan rentang aktivitas air (aw) antara 0,05 hingga 0,90 pada suhu tetap 30°C.. Untuk keperluan pendugaan umur simpan, Sampel teh krokot hasil pengeringan dikondisikan dalam tiga jenis bahan kemasan berbeda, aluminium foil, HDPE (High Density Polyethylene), dan PP (Polypropylene), kemudian disimpan dalam dua level suhu terkontrol, yaitu 10°C dan 30°C, selama periode penyimpanan selama 28 hari guna mengamati dinamika perubahan mutu selama penyimpanan.. Pengamatan dilakukan setiap 7 hari terhadap perubahan mutu, khususnya kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air kesetimbangan meningkat seiring dengan kenaikan aktivitas air (aw) pada suhu tetap, sesuai dengan karakteristik umum bahan higroskopis. Model GAB terbukti cukup representatif dalam menggambarkan pola sorpsi isotermik air dari teh krokot. Estimasi umur simpan berdasarkan hasil penyimpanan selama 4 minggu menunjukkan bahwa pada suhu 10°C, kemasan aluminium foil memberikan perlindungan terbaik dibandingkan HDPE dan PP, meskipun data umur simpan spesifik belum disebutkan. Sementara itu, pada suhu penyimpanan 30°C, teh krokot yang dikemas dengan plastik PP menunjukkan umur simpan terpanjang yaitu 528 hari, diikuti oleh kemasan HDPE selama 310 hari. Estimasi umur simpan yang diperoleh melalui metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan pendekatan kinetika Arrhenius mengindikasikan bahwa kemasan aluminium foil secara umum memberikan perlindungan lebih baik dan mampu memperpanjang masa simpan produk dibandingkan dengan kemasan HDPE dan PP.
Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama
- Inarotul Zahroh, Kavadya Syska, Asti Dewi Nurhayati, Pendugaan Umur Simpan Tomat (Solanum lycopersicum L) Terolah Minimal menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) Model Arrhenius , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 16, Nomor 2, Oktober 2023
- Kavadya Syska, Ropiudin Ropiudin, KARAKTERISTIK PENGERINGAN DAN MUTU HEDONIK GULA KELAPA KRISTAL MENGGUNAKAN PENGERING TIPE RAK BERPUTAR BERENERGI LIMBAH TERMAL DAN BIOMASSA , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 16, Nomor 1, April 2023
- Rina Sukesi, Kavadya Syska, Asti Dewi Nurhayati, Pendugaan Umur Simpan Buah Melon (Cucumis melo L.) Terolah Minimal menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) Model Arrhenius , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 16, Nomor 2, Oktober 2023
- Yulia Eva, Kavadya Syska, Asti Dewi Nurhayati, Pendugaan Umur Simpan Jambu Kristal (Psidium guajava L.) Terolah Minimal menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) Model Arrhenius , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 16, Nomor 2, Oktober 2023
- Syella Aditya Ayuningtyas, Kavadya Syska, Ropiudin Ropiudin, Asti Dewi Nurhayati, Fatimah Wahdah, Ilyas Subekti, Khasan Maskuri, Risfa Aulia, Akmal Auladi Najib, Andri Susanto, Choerul Insani, Laelatul Qodriyah, Ahmad Luqman Hakim, Diyah Palupi Estiningrum, Kholifatun Istiqomah, Rina Sukesi, Asvi Khirnika, Inarotul Zahroh, Kajian Suhu Pengeringan Teh Daun Beluntas (Pluchea Indica L.) dan Pengaruhnya terhadap Kandungan Antioksidan , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 1, April 2024
- Kavadya Syska, Ulasan Kritis: Kemajuan Nanoformulasi Minyak Atsiri untuk Pengawetan Pangan , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 2, Oktober 2024
- Ropiudin Ropiudin, Kavadya Syska, ANALISIS KUALITAS BIOBRIKET KARBONISASI LIMBAH BAMBU DENGAN PEREKAT TEPUNG SINGKONG DAN TEPUNG NASI AKING , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 16, Nomor 1, April 2023
- Irenna Putri Ariesta, Kavadya Syska, Asti Dewi Nurhayati, Pendugaan Umur Simpan Daun Bawang (Allium Fistulosum L.) Terolah Minimal menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) Model Arrhenius , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 16, Nomor 2, Oktober 2023
- Ahmad Luqman Hakim, Kavadya Syska, Ropiudin Ropiudin, Asti Dewi Nurhayati, Andri Susanto, Risfa Aulia, Choerul Insani, Diyah Palupi Estiningrum, Kholifatun Istiqomah, Khasan Maskuri, Syella Aditya Ayuningtyas, Akmal Auladi Najib, Ilyas Subekti, Laelatul Qodriyah, Fatimah Wahdah, Yulia Eva Alfiana, Asvi Khirnika, Restu Aji Saripwijaya Pranoto, Kajian Karakteristik dan Potensi Aktivitas Antioksidan Teh Daun Beluntas (Pluchea indica L.) dengan Penyertaan Jahe sebagai Minuman Fungsional , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 17, Nomor 1, April 2024
- Asvi Khirnika, Kavadya Syska, Asti Dewi Nurhayati, Pendugaan Umur Simpan Terung Gelatik (Solanum Melongena L.) Terolah Minimal menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) Model Arrhenius , Jurnal Agritechno: Jurnal Agritechno Vol. 16, Nomor 2, Oktober 2023